Showing posts with label syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Al- Jibrin. Show all posts
Showing posts with label syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Al- Jibrin. Show all posts

Tuesday, April 20, 2010

Jin dan Balasan Mereka di Akhirat

Pertanyaan :

Apakah jin yang beriman akan masuk syurga ? Jika jin diciptakan dari api, lalu bagaimana mereka di adzab dengan api ?


Jawaban :

Tidak diragukan lagi bahwa jin yang beriman akan diberi pahala di akhirat dengan pahala yang layak buat mereka. Sedangkan mereka yang kafir akan diadzab, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata'ala yang menceritakan tentang jin :


وَأَنَّا مِنَّا الْمُسْلِمُونَ وَمِنَّا الْقَاسِطُونَ فَمَنْ أَسْلَمَ فَأُوْلَئِكَ تَحَرَّوْا رَشَدًا . وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا

”Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang taat dan ada (pula) orang-orang yang menyimpang darikebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar-benar telah memilih jalan yang lurus. Adapun orang-orang yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi kayu api bagi neraka Jahannam.: (QS. Al-Jin:14-15)

Diciptakannya mereka dari api tidak menghalangi mereka diadzab dengan api. Sebab api akhirat lebih panas dari api dunia 70 kali lipat. Mungkin juga mereka mendapatkan api yang untuk mengadzab mereka. Perkara akhirat berbeda dengan perkara dunia.

[Al-Lu’lu’ al-Makin min Fatawa Ibn Jibrin , hal, 9]


Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini, jilid 3, hal: 481-482, cet: Darul Haq Jakarta, di posting oleh Wandy Hazar S.Pd.I. dikutip dari http://www.alsofwah.or.id

Saturday, April 3, 2010

Apakah Isa Alaihi Salam pernah menikah? Dan apakah beliau mempunyai keturunan?

Jawab:

Saya belum pernah menemukan bukti-bukti yang menunjukkan hal itu, baik yang sifatnya meneguhkan maupun yang sifatnya menafikan. Namun tidak diragukan lagi, bahwa Isa as adalah salah seorang dari rasul-rasul yang telah disebutkan dan dipuji Allah swt. dalam al-Qur`an. Allah swt. telah berfirman yang artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan"185


Bisa jadi Isa termasuk dari mereka yang disebutkan dalam ayat di atas, sekalipun keterangannya tidak disebutkan. Barangkali orang yang telah memeriksa kitab-kitab Bani Israel ada menemukan berita-berita yang berkaitan dengan biografi kehidupan Isa, menikah atau tidak menikahnya beliau.186 Wallahu A`lam bi as-Shawaab.


185. QS. ar-Ra`d: 38.

186. Dalam kitab Fath al Baari 6/568, al-Hafizh ibn Hajar ada menyebutkan sebuah riwayat dari Nu`aim ibn Hammaad pada kitab al-Fitan, berasal dari hadits Ibn Abbas bahwa ketika itu Isa menikah di bumi dan berdiam selama 19 tahun.


Oleh syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Al- Jibrin

Saturday, March 13, 2010

Warisan Untuk Waria

Pertanyaan:

Berapa bagian warisan untuk waria, apakah seperti bagian laki-laki atau perempuan?

Jawaban:

Waria adalah orang yang belum jelas statusnya, apakah ia seorang laki-laki ataukah seorang perempuan. Jika ditinggal mati ketika masih kecil dan setelah besar pun masih belum jelas statusnya,

maka diberikan kepadanya setengah bagian laki-laki dan setengah bagian perempuan. Jika tidak demikian, maka bisa diberikan berdasarkan status yang diyakini atau ditangguhkan pemberiannya sampai dia baligh sehingga statusnya jelas.

Syaikh Ibnu Jibrin, Fatawa Islamiyah, juz 3, hal. 54.

Friday, February 19, 2010

Apa Makna Salib yang Sebenarnya Menurut Orang Nasrani

Apa makna salib yang sebenarnya menurut orang­orang Nasrani?. Apakah makna salib itu adalah sebuah kayu yang mereka klaim sebagai tempat penyaliban Isa putera Maryam? Atau bagaimana?

Jawab:

Salib yang diagung-agungkan dan disembah oleh orang-or­ang Nasrani itu adalah sebatang kayu yang di tengah-tengahnya terdapat sebatang kayu lain yang melintang. Mereka mengagung­agungkan salib ini, dan melukiskannya di rumah-rumah, kantong ­kantong dan produk-produk mereka sebagai lambang yang mengisyaratkan -dalam sangkaan mereka- sebuah kayu yang menjadi tempat Isa as.

disalib ketika dibunuh. Sesungguhnya Allah swt. telah mendustakan sangkaan yang diklaim oleh orang-orang Yahudi ini dengan firman-Nya yang artinya: "Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka".174

Anehnya orang-orang Nasrani sendiri membenarkan sangkaan-sangkaan orang Yahudi tentang pembunuhan dan penyaliban al-Masih. Dan di antara kebodohan mereka adalah pengagungan yang mereka lakukan terhadap kayu salib yang menyerupai tempat penyaliban sesembahan yang mereka agung ­agungkan itu. Padahal lebih pantas jika mereka meruntuhkan dan menghancurkannya sekiranya mereka berpikir.175

__________________________________________________________________

174
. QS. an-Nisaa': 157.

175. Berkata Ibn al-Qayyim dalam bukunya Hidayatu al-Hayara fiAjwibati al Yahuudi wa an-Nashaara hal. 320 tentang orang yang pertama kali menciptakan bid`ah salib: "Tatkala penduduk Romawi mendengar, bahwa Konstantin adalah orang yang membenci kejahatan dan menyukai kebaikan, sementara penduduk kerajaannya hidup dengan damai dan tentram bersamanya, maka para pemimpin merekapun menulis surat kepadanya meminta agar ia menyelamatkan mereka dari perbudakan raja mereka. Tatkala ia telah membaca surat mereka, ia pun sangat sedih dan bingung, tak tahu bagaimana harus berbuat. Berkata Sa`id al Bathrik, `Lalu pada suatu hari di tengah siang, di langit muncullah untuknya -menurut sangkaan orang-orang Nasrani­sebuah salib yang berasal dari bintang, di sekitarnya ada tulisan "Dengan inilah engkau akan menang". Lantas ia berkata kepada sahabat-sahabatnya, "Apakah kalian melihat apa yang telah aku lihat?". Mereka berkata, "Ya". Ketika itu ia pun beriman dengan agama Nasrani. Lalu ia bersiap-siap untuk memerangi kaisar yang disebutkan itu, dan ia pun membuat sebuah salib besar yang terbuat dari emas dan meletakkannya di ujung bendera".

Aku (penulis) katakan, wa billahi at-taufiq, "Sesungguhnya yang wajib dilakukan oleh orang-orang Nasrani adalah tidak menggantungkan hati kepada salib yang tidak dapat memberi mudharat dan tidak dapat memberi manfaat ini. Akan tetapi mereka harus berlindung kepada Allah yang Maha Esa, karena kita melihat sebagian orang­orang Nasrani mengagung-agungkan salib dan ruku' untuknya, padahal salib itu adalah benda mati. Seharusnya penyembahan-penyembahan yang mereka lakukan hanya wajib dilakukan untuk Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa yang telah menciptakan semua manusia dan memberi mereka nikmat-nikmat yang banyak, dan yang paling penting di antaranya adalah nikmat tauhid."

Dalam bukunya Muhaadharaat fi an-Nashraniyah (hal. 112), Muhammad Abu Zahrah mengatakan tentang salib dan kedudukannya dalam pandangan orang-orang Naasrani, "Sesungguhnya salib itu adalah lambang mereka dan sarana pengkultusan banyak orang. Oleh karena itu, membawanya adalah pertanda sebagi pengikut al-Masih". Aku (penulis) katakan, wa billahi at-taufiq, "Sebagaimana kata guru kami, Syekh Abdullah al-Jabaraini; Lebih pantaslah jika mereka meruntuhkan dan menghancurkannya sekiranya mereka berpikir".
Sumber
http://www.pakdenono.com/
syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Al- Jibrin