Showing posts with label Murotal Al-Quran. Show all posts
Showing posts with label Murotal Al-Quran. Show all posts

Sunday, May 19, 2013

Membaca Al-Qur'an Dari HP Apakah Disyariatkan Bersuci?

Pertanyaan:

Pada sebagian hp terdapat program Al-Qur’an dan dapat di buka Al-Qur’an pada waktu kapan saja lewat layar Hp. Apakah diharuskan bersuci sebelum membacanya dari hp?

 Jawaban:

Alhamdulillah

Hp yang di dalamnya terdapat Al-Qur’an, baik tulisan maupun rekaman, tidak sama dengan hukum mushaf. Maka dibolehkan menyentuhnya tanpa bersuci. Dibolehkan masuk kamar mandi dengannya. Hal itu karena tulisan Al-Qur’an di Hp tidak seperti tulisan dalam mushaf. Ia adalah gelombang yang ditampakkan kemudian akan hilang, bukan huruf yang tetap. Sementara pada hp terdapat terdapat (program) Al-Qur’an dan (program) lainnya. 

Syekh Abdurrahman bin Nasir Al-Barrak ditanya, "Apa hukum membaca AL-Qur’an dari perangkat hp tanpa bersuci?"

Maka beliau hafizahullah menjawabnya, “Segala pujian hanya milik Allah saja, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi yang tidak ada setelahnya. Amma ba’du, 

Telah diketahui bahwa membaca Al-Qur’an dengan hafalan tidak disyaratkan bersuci dari hadats kecil bahkan dari hadats akbar. Akan tetapi bersuci ketika membaca Al-Qur’an meskipun dari hafalan itu lebih utama. Karena ia adalah kalamullah yang di antara penghormatannya adalah tidak membacanya melainkan dalam kondisi suci. Sementara membacanya dari mushaf, maka disyaratkan bersuci ketika menyentuhnya secara umum. Berdasarkan hadits yang terkenal, "Tidak diperkenankan menyentuh Al-Qur’an kecuali dalam kondisi bersuci" dan berdasarkan atsar yang ada dari para shahabat dan para tabiin. Ini termasuk pendapat mayoritas ahli ilmu, yaitu diharamkan menyentuh mushaf bagi orang yang berhadats, baik untuk membaca atau yang lainnya. 

Dari sini jelas bahwa bahwa hp dan peralatan semisalnya yang didalamnya direkam Al-Qur’an tidak seperti hukumnya mushaf. Karena huruf Al-Qur’an yang terdapat di peralatan ini berbeda dengan keberadaan huruf di mushaf. Maka sifat yang dibacanya tidak ada, yang ada adalah sifat gelombang yang terdiri dari huruf dengan gambarnya ketika diminta. Maka akan terlihat di layar dan akan hilang ketika dipindah ke yang lainnya. Maka dari itu, dibolehkan menyentuh hp atau kaset yanag didalamnya ada rekaman dan dibolehkan membaca darinya, meskipun tanpa bersuci. Wallahu’alam

(Dikutip dari website ‘Nurul Islam’)

Syekh Saleh Al-Fauzan hafizahullah ditanya, "Saya selalu berupaya untuk dapat membaca Al-Qur’an. Biasanya saya lebih awal berada di Masjid, bersamaku Hp terbaru yang didalamnya ada program Al-Qur’an penuh (tigapuluh juz). Pada sebagian waktu, saya tidak dalam kondisi bersuci, maka saya membacanya secukupnya pada sebagian juz. Apakah diharuskan bersuci ketika membaca (AL-Qur’an) dari Hp?

Beliau menjawab, "Ini termasuk kemewahan yang mulai tampak pada orang-orang. Mushaf Alhamdulillah telah tersedia cukup di masjid-masjid dengan cetakan yang lux. Tidak perlu membaca dari hp. Akan tetapi kalau hal ini terjadi, maka menurut kami, ha itu tidak sama dengan hukum mushaf. Karena mushaf tidak dibolehkan menyentuhnya kecuali dalam kondisi suci. Sebagaimana dalam hadits,

 لا يمس القرآن إلا طاهر 

 "Tidak dibolehkan menyentuh Al-Qur’an melainkan dalam kondisi suci."

Sedangkan hp tidak dapat dinamakan sebagai mushaf.

Bacaan Al-Qur’an dari hp memudahkan bagi wanita haid, dan bagi orang yang kesulitan membawa mushaf bersamanya. Atau di tempat yang sulit untuk berwudu karena tidak disyaratkan bersuci dalam menyentuhnya seperti (yang telah dijelaskan) tadi.

Sumber: islamqa.info
Publikasi: artikelassunnah.blogspot.com

Wednesday, March 20, 2013

Download Murottal Al-Qur’an Ustadz Abu Usaamah Juz 1 (Bagus!!!)


Bismillah, berkaitan dengan banyaknya permintaan pengadaan murottal lengkap Ustadz Abu Usaamah, Lc yang masuk melalui komentar di blog ini, berikut kami hadirkan rekaman lengkap Juz 1 yang kami ambil dari CD original“Lantunan Tilawah Al-Qur’an Juz 1 Ustadz Abu Usaamah”produksi th 2010.

Sedikit kata pengantar dari beliau hafidzahullah,
” Dengan mengharap ridho Allah subhanahu wa ta’ala, Alhamdulillah kami berhasil mengemas lantunan tilawah Al-Qur’an juz 1 (satu) ini. Kami sangat berharap semoga persembahan ini dapat menambah kecintaan kita untuk lebih gemar membaca, mentadaburi, dan mengamalkan kandungan isi Al-Qur’an yang begitu sempurna dengan pemahaman salaful ummah.


Terima kasih kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu yang telah mencurahkan hati, fikiran, dan waktunya sehingga terwujudlah persembahan ini.

Kepada yang kami hormati dan cintai karena Allah subhanahu wa ta’ala:
  • Al-Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc yang berkenan memberikan kepercayaan kepada kami untuk melanjutkan rekaman tiiawah Al-Qur’an yang kami bawakan.
  • Al-Ustadz Firanda Andirja, MA serta segenap Crew Radio Rodja AM 756 yang telah berkenan menjembatani kami dengan Syaikh Prof. DR. Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al Badr untuk mendiskusikan tentang pembuatan rekama tilawah Al-Qur’an ini yang sejak awal kami niatkan semata untuk tujuan pengembangan dan perbaikan sarana dakwah.
  • Radio Rodja 756 AM beserta seluruh pihak kompeten yag terlibat didalamnya yang telah berkenan merekam dan menyiarkan sebagian tilawah Al-Qur’an yang kami bawakan.
  • Kedua orang tua dan keluarga kami yang telah mengkondisikan serta memberi arahan dan bimbingan sehingga semua ini dapat terwujud dan terlaksana sebaik-baiknya dengan izin Allahu subhanahu wa ta’ala.

Jazakumullahu khairan.

Silakan untuk di-Dengar terlebih dahulu -Disini-



Sumber Seutuhnya diambil dari -http://moslemsunnah.wordpress.com-
Link terkait : http://muadz-thallabulilmi.blogspot.com

Wednesday, September 21, 2011

Apakah Imam Membaca Amin Setelah Membaca Al Fatihah?

Pertanyaan:

Apakah imam shalat berjamaah ikut mengucapkan amin setelah membaca surat Al-Fatihah ? Barokallahu fiik Akhino

(AkhiXXXXXX@yahoo.com)

Jawaban apakah imam membaca amin: 

Bismillah… Imam juga disyariatkan untuk mengucapkan amin ketika shalat. Sebagaimana disebutkan dalam hadis,



إِذَا أَمَّنَ الإِمَامُ فَأَمِّنُوا فَإِنَّهُ مَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلاَئِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ 

“Apabila imam (sudah saatnya) mengucapkan ‘amin’ maka ucapkanlah ‘amin’. Karena siapa yang ucapan amin-nya bertepatan dengan ucapan amin-nya malaikat maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lewat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ibn Syihab mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « آمِينَ 

“Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca amin.” (Shahih Muslim no. 942).

Allahu a’lam.


Cara Membaca "Amin" Yang benar


Ada beberapa kata yang mirip untuk kata “Aamiin“.

1. أَمِيْنٌ (a:pendek, min:panjang), artinya ‘orang yang amanah atau terpercaya’.

2. أٰمِنْ (a:panjang, min:pendek), artinya ‘berimanlah’ atau ‘berilah jaminan keamanan’.
 Ketika shalat, kita tidak boleh membaca “Amin” dengan dua cara baca di atas.


3. آمِّيْنَ (a:panjang 5 harakat, mim:bertasydid, dan min: panjang), artinya ‘orang yang bermaksud menuju suatu tempat’.

Ada sebagian ulama yang memperbolehkan membaca “Amin” dalam shalat dengan bentuk bacaan semacam ini. Demikian keterangan Al-Wahidi. Imam An-Nawawi mengatakan, “Ini adalah pendapat yang sangat aneh. Kebanyakan ahli bahasa menganggapnya sebagai kesalahan pengucapan orang awam. Beberapa ulama mazhab kami (Mazhab Syafi’i) mengatakan, ‘Siapa saja yang membaca ‘Amin’ dengan model ini dalam shalatnya maka shalatnya batal.’” (At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an, hlm. 134)

4. أٰمِيْنَ (a:panjang 2 harakat karena mengikuti mad badal, min:panjang 4–6 harakat karena mengikuti mad ‘aridh lis sukun, dan nun dibaca mati), artinya ‘kabulkanlah’. Inilah bacaan “Amin” yang benar.

Allahu a’lam.

Sumber: konsultasisyariah.com

Publish:  artikelassunnah.blogspot.com

Wednesday, August 17, 2011

Bolehkah Menirukan Suara Dalam Shalat Tarawih?

Pertanyaan:
Sebagian imam masjid dalam shalat taraweh, meniru bacaan orang lain, dengan maksud agar bacaan Al-Qur’annya lebih baik. Apakah prilaku ini dianjurkan dan dibolehkan?

Jawaban:
Alhamdulillah

Membaguskan suara dalam (membaca) Al-Qur’an adalah perkara yang dianjurkan. Nabi sallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan hal itu. Beliau pernah mendengarkan bacaan Abu Musa Al-Asy’ari dan terpesona dengan bacaannya, hingga beliau berkata kepadanya:

لَقَدْ أُوتِيْتَ مِزْمَاراً مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُد (رواه مسلم في صلاة المسافرين، رقم 793)

“Sungguh engkau telah diberi karunia seruling di antara seruling keluarga nabi Daud.” (HR. Muslim, bab Shalatul Musafirin, no. 793)

Dengan demikian, kalau seorang imam masjid meniru seseorang yang suara dan bacaannya baik, dengan tujuan memperbaiki suara dan bacaan Al-Qurannya, maka hal ini adalah perkara yang dianjurkan, baik untuk dirinya, maupun untuk orang lain. Karena hal tersebut dapat memberi semangat bagi orang-orang yang shalat di belakangnya, serta dapat menghadirkan hati serta mengundang orang untuk mendengarkan bacaannya secara seksama. Dan keutamaan Allah diberikan kepada yang Allah kehendaki. Dan Allah mempunyai keutamaan yang agung.

Kitabud Dakwah, 5 Ibnu Utsaimin, 2/201

Sumber: www.islam-qa.com
Publish: artikelassunnah.blogspot.com

Tuesday, July 27, 2010

Metode Menghafal Al-Qur’an

Pertanyaan :

Tunjukkanlah kepada saya metode yang bisa membantu saya menghapal al-Qur’an !

Jawaban :

Kami sarankan agar anda memperhatikan hafalan, terfokus atas hafalan itu, memilih waktu yang sesuai untuk menghafal seperti akhir malam, atau setelah shalat Subuh, atau tengah malam, atau di saat-saat lainnya yang anda merasakan ketenangan jiwa hingga sanggup menghafal. Kami sarankan pula anda agar memilih teman yang baik, yang siap membantu dan menolongmu menghafal dan mengulangi serta memohon taufiq dan bantuan kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Tadharru’ (merendahkan diri dalam berdo’a)kepadaNya agar menolongmu, memberikan taufik kepadamu, dan membantumu untuk melawan berbagai macam halangan. Siapa yang memohon pertolongan kepada Allah dengan benar, niscaya Allah Subhanahu Wata’ala menolongnya dan memudahkan perkaranya .

(majalah al-Buhuts, edisi no.38:133 syaikh Ibnu Baz)

Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3, hal. 646 cet, Darul Haq, Jakarta. alsofwah.or.id

Monday, April 26, 2010

Download Murotal Qur'an Hasan bin 'Abdullah Al 'Awad

Download Murotal anak Hasan bin Abdullah Al-Awad yang suaranya bagus sama hampir mirip

suaranya seperti muhammad Thaha dan Ahmad Saud.



Selamat mendownload, suaranya bagus, yang terkenal, dia membaca surat Yaasin di atas podium mengenakan sorban merah. Itulah dia orangnya....











NONAMA SURATDOWNLOAD
1Ayat Kursi.mp3Download
2Surah Al-Baqarah ayat 284-286.mp3Download
3Surah Al-Hasyr.mp3Download
4Surah Yaasin.mp3Download
5Surah Fushshilat.mp3Download
6Surat Al-Maidah.MP3Download
7Surah Adz-Dzariyat.MP3Download
8Surah Al-Ahqaf.MP3Download
9Surah Al-Hadid 1-15.MP3Download
10Surah Al-Qiyamh.MP3Download
11Surah Az-Zumar.MP3Download
12Surah Qaaf,16-35.MP3Download
13Surah An-Nazi'at.mp3Download
14Surah 'Abasa.mp3Download
15Surah Adh-Dhuha.mp3Download
16Surah Al-Fil-An-Naas.mp3Download
17Surah Al-Fil.mp3Download
18Surah Quraisy.mp3Download
19Surah Al-Ma'un.mp3Download
20Surah Al-Kautsar.mp3Download
21Surah Al-Kafirun.mp3Download
22Surah An-Nashr.mp3Download
23Surah Al-Lahab.mp3Download
24Surah Al-Ikhlash.mp3Download
25Surah Al-Falaq.mp3Download
26Surah An-Nas.mp3Download




Sumber: blognya http://saliem87.wordpress.com/

Tuesday, October 27, 2009

Download Murotal Al-Qur'an Ahmad Saud

Download Gratis Murotal Al-Qur'an

Download Murotal Qur'an dengan Qorie
Ahmad Saud yang suaranya sangant bagus
padahla umurnya masih kecil
dan dia adalah qorie yang berasal dari Makkah Al-Mukaromah

Download gratis morotal qur'an disini























Maaf kalau penempatannya tidak teratur.