Showing posts with label Dammaj. Show all posts
Showing posts with label Dammaj. Show all posts

Tuesday, November 5, 2013

LIPUTAN KHUSUS: Gemuruh Lembah Dammaj (1434 H)


Dammaj Kembali Membara...

Belum usai tragedi kemanusiaan di Suriah akibat kebrutalan orang-orang syiah, di Dammaj - Yaman kaum Syiah mulai kembali menyerang pemukiman kaum muslimin secara membabi buta...

Jangan biarkan pemikiran Syiah menyebar di negara kita, Indonesia, agar krisis kemanusiaan yang sama tidak terjadi di negara kita ....




LIPUTAN KHUSUS: Gemuruh Lembah Dammaj (1434 H)

Rabu, 10 Muharram 1435 H 

21:07 wib
Dari Abu Fairuz  (dammaj) berkata ” Amm sholih manna (seorang pemimpin qobilah wadi’ah) yang murah senyum dan suka humor tetapi kokoh dalam manhaj, ditembak mati sniper rafidhah saat berangkat sholat dzuhur, Innalillahi wainna ilaihi roji’un” -selesai-
04:38 wib
Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Fairuz (Dammaj), berkata Abu Fairuz ” Abdurohman keponakan syaikh yahya tertembak diperutnya, semoga bisa diselamatkan, Senin (8-1-1435H ;ed) lajnah datang dengan membawa tentara yang banyak, lalu disepakati oleh syaikh yahya dan tetua dammaj untuk para tentara ditempatkan dibeberapa titik pengawasan, tenyata rafidhoh menolak dan mengusir tentara-tentara tadi, Senin ba’da isya’ (9-1-1435H ;ed) rafidhah menyerang wilayah alu ro’dan dan alu manna dengan dahsyat, beberapa orang luka. Senin sore rafidhoh sibuk menanam ranjau-ranjau di wathon, dan kelompok yang lalu bersiap menyusup di wathon. Ternyata Alloh membalas makar mereka, ranjau tadi meledak susul meyusul selama 5 menit. Potongan-potongan anggota badan mereka berhamburan di udara dan berjatuhan dikebun anggur, sekitar 70 orang mereka terkapar, sebagiannya mati, sebagiannya terluka. Kondisi air dan listrik di dammaj terbatas, panel-panel tenaga surya sebagianya mati ditembaki rafidhah.  Selasa (9-1-1435H ;ed) pagi sampai siang masih berlangsung baku tembak. 
Para pemuda kabilah yang mulia di harodh/hajur masih bertempur sengit melawan rafidhah, semoga Alloh membalas muslimin yang masih punya rohmah dan solidaritas islam dengan kebaikan dan barokah yang banyak. Kami ber-tawakkal kepad Alloh dan yakin Dia akan menunaikan janjiNya kepada kami. 
Berita sedih, 3 thullab meninggal ditembak rafidhah (Abu Turob (bengkulu) bilang “mereka ikhwah dari eropa” ;ed), syaikh yahya mengabari kepada kami “Syaikh Abu Ishaq asy-Syibamiy meninggal di kitaf terkena mortir, hasil kerja sama rafidhah dan mata-mata mereka, kita susah mengetahui siapa mata-mata ditubuh kita. 
Malam Rabu (10-1-1435H ;ed) rafidhah menyerang markiz dengan mortir dan peluru besar ” -selesai-
Senin, 8 Muharram 1435 H 

Kemarin ahad (7-1-1435H) kami bertanya kepada Abu Fairuz (dammaj) dan Ahmad Mas’ud (dammaj) perihal adanya tank diatas gunung dan adanya mata-mata (jasus) dari dokter pribadi syaikh Yahya yang kami dengar dari Abu  Turob (bengkulu) dimajelisnya, maka abu fairuz (dammaj) berkata” Ana selama ini sengaja tidak menyebut-nyebut tank agar tidak disangka perang melawan pemerintah yang sah, memang tidak perang melawan pemerintah (yang sah) tapi penghianat, tank lebih dari 4, bukan diatas barroqoh tapi diatas (gunung) ahrosy, diatas (gunung) hanajir lebih tinggi dari barroqoh, di nuqu’ dan beberapa tempat lain. Bukan dokter pribadi syaikh yahya, tapi ngakunya dokter yang selama ini dipercaya rawat ikhwah, namanya Sulaiman al-Adniy, ada yang bilang dari Ta’iz, kami kenal dia, kami tak sangka dia setega ini. Berkata Ahmad Mas’ud (dammaj) ” tank diatas barroqoh gak ada, kita gak punya tank, tank mereka (rafidha) ada 2 buah ditarik ke harodh perbatasan saudi yaman, yang di dammaj entah masih berapa..jasus itu memang benar” -selesai-
Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Ahad (kemarin) datang lajnah, ternyata seperti biasa rafidhoh tetap menembak orang. 1 orang thollib tertembak kakinya, 1 anak perempuan kecil juga tertembah, entah bagaimana kondisinya. Malam harinya berkal-kali rafidhoh menembak dengan mortirnya” -selesai-
Sabtu, 6 Muharram 1435 H

11:39 wib

Berita kemarin jum’at (5-1-1435H),  dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Akibat serangan tadi siang, atap masjid bolong besar, sebagian kitab/lainnya di maktabah nisaa terbakar, lalu bisa dipadamkan. Kamar dokter Faizal az-zinami yang diatas kamar hurros rusak parah. Ali al-Mahwithi ar-Roimi pak tua kecil kurus yang baik hati itu terluka lalu meninggal, Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri berkhutbah bagus sekali dan menyebutkan dalil-dalil bahwa kejahatan rafidhoh itu semua akan menyebabkan hancurnya  rafidhoh. Palang merah datang mengambil orang-orang luka, pasukan ahlussunnah di kitaf terus maju menghantam rafidhah untuk menembus sho’dah. Di jum’at siang tangan-tangan yang lemah dan luluh benar-benar terangkat kelangit memanjatkan do’a ” Ya Alloh, kami terdzholimi maka bela kami, wahai Robb kami , kami ……..(kurang jelas;ed) maka tolonglah kami” -selesai-
Jum’at, 5 Muharram 1435 H

17:45 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata “Jum’at pagi mereka nyerang dengan alat-alat berat dari jarak jauh. Saat waktu zhuhur sembilan kali hantaman mereka kena masjid dan sekitarnya. Beberapa orang luka, termasuk al-akh al-mudarris Abu Zaid Gholib az-Zinami ad-Dammaji, shahabat tholabah Indonesia. Tadi malam serangan besar-besaran dari rofidhoh sampai menjelang pagi.  yang jelas 1 tholib dari Hadhromaut (yaman) meninggal, beberapa luka-luka. Rofidhoh banyak yang mati dan Ahlussunnah dapat ghonimah.” -selesai-
15:35 wib

Dari Abu Fairuz (dammaj) ” Berita dibeberapa TV nasional Yaman bahwa telah terjadi kesepakatan gencatan senjata, ini bohong. (kemarin ;ed) kamis tadi pagi rofidhoh nembaki wilayah Mazro’ah dengan hawn-hawn dan roket katyusya, sejumlah wanita dan anak-anak luk, di Harodh Hajur qobilah-qobilah muslimin menangkap 2 mobil besar rofidhoh penuh dengan senjata. Alhamdulillah wahdah.” -selesai-
Kamis, 4 Muharram 1435 H

18:04 wib
Berkata Ahmad Mas’ud (dammaj) “Berita gembira bagi pengikut tauhid dari bumi jihad di Wailah (Kitaf).Kemenangan untuk Islam dan muslimin. Pada hari ini (kemarin lusa ;ed) Selasa 2 Muharrom 1435 H, telah terbunuh sekian banyak dari pasukan Hutsiyyin pada pertempuran yang berlangsung dari akhir malam sampai tengah hari yang diakhiri dengan tembakan meriam dari ikhwan kita ke arah sebuah rumah yang berkumpul di dalamnya beberapa orang Hutsiyyin, salah satunya komandan besar mereka. Mereka yang di rumah itu tewas semua karena tembakan tersebut. Allohu akbar walillahil hamd. Bukan karena daya dan kekuatan kita semata, akan tetapi karena Alloh menghendaki kehinaan dan kebinasaan mereka. Laa ilaha illalloh. Para singa dan penjaga aqidah tauhid masih terus berdatangan ke Kitaf, ratusan orang setiap harinya, demi membela ajaran Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam dan para shohabat rodhiallohu ‘anhum. Walhamdu lillahi robbil ‘alamiin.” -selesai-
Dari Abu Fairu (dammaj) berkata “Kamis pagi berkali-bali setan rofidhoh nembaki maktabah dn sebagian pelurunya masuk lagi. Sudah dijelaskan pada Lajnah  bahwa rofidhoh banyak merusak Maktabah ‘Ammah. Justru Lajnah bilang:”Itu karena kalian nembaki rofidhoh dari Maktabah ‘Ammah dengan mortir-mortir” Sejak kapan di perpustakaan ada mortir dan nembaki rofidhoh dari situ? Pakai kasur dn dispenser air? Mungkin pakai kitab “Akhbarul Hamqo Wal Mughoffalin” atau “Uqolaul Majanin.”
Rabu sore kemarin rofidhoh menyerang Dammaj dengan roket-roketnya, Lajnah diam saja. Tadi malam syaikh Yahya umumkan -dan dimuat di internet- bahwa si Dirham Az Zu’Kuriy (salah satu tokoh Lajnah) adalah Hutsiy, amalannya amalan kemunafikan, ucapannya selalu menyempitkan dada. Jika kalian dapati dia datang, jangan izinkan dia masuk, bilang padanya,”Kamu dibenci, kamu tertolak!” Di Kitaf Ahlussunnah berhasil merebut satu gudang rofidhoh, membunuh 23 prajurit mereka dan menguasai 70 senjata mereka, Alhamdulillah wahdah.” -selesai-
Rabu, 3 Muharram 1435 H

21:24 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Mereka menembak mortir lagi, kamar kutub dholal maktabah ‘ammah dihantam pecahannya kaca-kaca berantakan. Hantaman berikutnya disebelah barat luar masjid. Lajnah tadi justru minta kami menyerahkan gunung barroqoh, bukannya mereka sibuk untuk menyuruh rofidhoh keluar dari dammaj” -selesai-
Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” untuk hari senin, berita sedih sekali, Syaikh Abdulloh Muzahim meninggal dirumah Ali Manna’ saat sholat maghrib saat banyak tembakan mortir dari rofidhoh. Salah satu mortir nembus rumah itu  dan melukai beliau -rahimahulloh- hingga tewas. Innalillahiwainna ilaihi roji’un.” -selesai-

Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” ana ralat khabar berita kemarin (selasa) sejak sebelum magrib sampai jam 3 dini hari, serangan rofidhoh dahsyat sekali, total sampai pagi ini 4 meninggal, diantaranya satu anak Hajur yang terkenal akhlaqnya bagus sekali. -rahimahulloh-, beberapa luka. Sampai jam 8 pagi mereka masih menembak” -selesai-
Rabu, 2 Muharram 1435 H
7:31wib
Dari Ahmad Mas’ud (dammaj) telah mengabarkan dari Muhammad bin Ismail as-Sumali  (Abu Abdillah) berkata “…kabar gembira dari kitaf (kemarin) senin 1 Muharram 1435H rombongan pasukan tauhid terus berdatangan ke kitaf (salah satu distrik di daerah propinsi sa’dah,yaman ;ed). Bendera Tauhid berkibar tinggi, pada hari ini terjadi perang dahsyat dari ashar sampai ba’da isya’. Alloh memberi kemenangan bagi ahlussunnah, mayat-mayat hutsiyyin (rafidhah) bergelimpangan ..” sumber 
 Selasa, 1 Muharram 1435 H 

11:37 wib

Dari Abu Yahya (bengkulu) dari Ahmad Mas’ud (dammaj) telah mengabarkan dari Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri (dammaj) berkata:
Ada seorang ikhwah memberi kabar, katanya kabar ini betul-betul terjadi -Allohu a’lam- yaitu tentang pulangnya 5 (lima) orang dari sisa pasukan hutsiyyin yang menyerbu untuk menduduki Darul Hadits Dammaj kemarin. Mereka semua kerasukan jin dan mengatakan bahwa al-Hajuri (syaikh yahya)  adalah seorang tukang sihir, dia mengerahkan bala tentara dari bangsa jin, setiap kali kami ingin masuk ke arah masjid Dammaj, para jin itu menyerang kami dengan ganas dan kuat, tiba-tiba kami mundur kebelakang. Semua anggota pasukan berperang bersama kami ketika itu tidak ada yang kembali . Pasukan umbang satu demi satu, seolah-olah kami menghadapi mimpi buruk (dunia maya yang mengerikan). Kami dilanda ketakutan yang sangat mencekam yang belum perna kami alami melawan pemerintah maupun qobilah-qobilah yaman yang lain. Jadi mungkin al-Hajuri itu seorang tukang sihir atau kami yang kena sihir (kata mereka). Saya (Ahmad) berkata ” Alhamdulillaah, segala puji hanya untuk Allooh, Dialah yang telah menghendaki kekalahan pasukan hutsiyyun dengan tentara-tentaraNya 
وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.
Adapun syaikh kami Yahya al-Hajuri beliau bukan seorang tukang sihir, beliau meyakini bahwa sihir adalah kekufuran, yang beliau lakukan adalah mendorong para thullab dan semua yang di dammaj untuk berdoa dengan mengangkat tangan, khusyu’ dan penuh harapan supaya Alloh menumpas pasukan hutsiyyin.  Ketika terjadi perang sengit siang itu kami yang dimasjid tak henti-hentinya berdo’a kepada Alloh dan sebagian ikhwah saya mendengar menangis ketika berdo’a. Tiba-tiba datang seorang ikhwah sebelum ashar dan berkata ” Absyiruu (bergembiralah ikhwah) mayat-mayat hutsiyyin bergelimpangan tak terhitung, bersujudlah syukur. Maka seketika itu ikhwah yang mendengar kabar tersebut sujud syukur. –saya (abu yahya) mengira ini pada hari yang mulia jum’at 27 dzulhijjah ketika ahmad berada didalam masjid dan mengabarkan ini kepadaku– ” -selesai-

09: 08 wib
Berkata Abu Fairuz (damma) ” sekitar  8 orang tersangka mata-mata sudah ditangkap dan dipukuli setelah terbukti kejahatannya, Syaikh Yahya di dars umum beberapa kali menyuruh para keluarga membikin ruang perlindungan bawah tanah. Kalimat ini di dengan pengeras suara dan didengar oleh hitsiyyiun, mereka tahu itu tapi tak tahu tempatnya secara persis. ‘Alallohi tawakkalna wahuma hasbuna” -selesai-

08:37 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) “para wanita dan anak-anak terus menyabarkan diri duduk berhimpitan di tiga ruang perlindungan dibawah tanah yang sempit dan panas, sementara para lelaki tanggungjawab dan dewasa terus menyabarkan diri berjaga di tapal batas menghalau serangan para durjana. Kami semua yakin bahwa sebentar lagi insya ALLOH akan datang kelapangan, kemuliaan dan kemenangan yang agung dari Alloh” -selesai-

00:18 wib
Dari Abu Fairuz (Dammaj) berkata ” Sebelum maghrib,rafidhoh menembaki dengan peluru-peluru besar, beberapa orang luka dan butuh donor darah. Kayu-kayu di dekat madrosah terbakar ” -selesai-
Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Turob (bengkulu) saat di sela-sela dars nya diantara maghrib dan isya’, ” bahwa para petugas kesehatan sangat kelelahan dan banyak ikhwah yang terluka parah tidak dapat dilayani semestinya karena banyaknya yang cedera” -selesai-
_________________________________________________________________________________



Berita photo adanya konvoi “ahlussunnah” masuk ke dammaj ini tersebar 21 jam yang lalu (saat berita ini ditulis) melalui akun twitter : @abumuslimsumali yang di follow oleh jama’ah hizbiyyun di tanah air dan disebar melalui media (diantaranya) bbm / whatsapp https://pbs.twimg.com/media/BYPhTAgCYAAstHO.png sumber: https://twitter.com/abumuslimsumali/status/397089434166099968/photo/1/large yang photo-photo tersebut ternyata diambil dari media koran online pada tanggal 13 jumadil awwal 1434H (  9 bulan yang lalu !! dari photo-photo mobilisasi pengangkutan peralatan militer karena adanya “ketegangan” antara pejuang suku di perbatasan yaman-saudi dengan tentara saudi) berikut bukti dan bantahannya http://isnad.net/wp-content/uploads/2013/11/hizbi_hoax_dammaj.jpg
Maka perhatikanlah dimana kalian mengambil sumber ucapan/berita !!
Berkata Akh Shiddiq (dammaj) ” sebagian surat kabar di yaman sendiri menyebarkan berita bahwa sudah damai dan tidak ada perang disini, sejak hari jum’at yang lalu. Mungkin dengan tujuan mengurangi tekanan masyarakat luas terhadap hutsiyyin atau siapa saja yang berpihak terhadap mereka dengan kedustaan tersebut..wallohu a’lam..sampai sekarang perang masih berkobar, tersebar pula bahwa ahlussunnah disini (dammaj) sudah 80 persen yang mati syahid, ini juga tidak benar.Alhamdulillaah yang meninggal dari kami sedikit sampai sekarang sekitar 60 orang kurang lebih yang ALLOH telah pilih dan beri karomah sebagai syuhada.. ” -selesai- pada 30 Dzulhijjjah 1434H 
_________________________________________________________________________________

Senin, 30 Dzulhijjah 1434H

Pukul 18:00 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) “senin pagi dammaj menghentikan tembak menembak demi masuknya mobil palang merah, ternyata satu akh (dari) shomali meninggal ditembak kepalanya di hadapan palang merah oleh rafidhah di dekat sahatuth tho’am” -selesai-

Ahad, 29 Dzulhijjah 1434H
Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Hari ahad setelah dzuhur, mereka masih menyerang dengan dahsyat, maktabah ‘ammah tambah agak berantakan ..petugas pengairan bekerja keras mengatasi masalah air kesulitan air. Alhamdulillaah bisa agak normal dan kebutuhan air agak tercukupi, bidang jihad itu banyak alhamdulillaah, sampai siang ini perang masih sengit..sekitar pukul 16:40 WY terjadi gerhana mentari sebagian, Salafiyyun di masjid sholat khusuf, yang di pertabasan siaga satu, rafidhoh tidak sholat malah setel lagu-lagu setan dengan keras sambil terus menembaki markiz ” -selesai-
Berkata Abu Fairuz (dammaj) “Tadi rofidhoh menembakkan rudal besar sekali ke wilayah penjagaan ikhwah di Ali Mazru’. Alhamdulillaah tiada korban. Pecahannya besar sekali Alangkah jahatnya mereka terhadap muslimin jika punya kemampuan membunuh. Ahlussunnah tidak gentar dengan kematian. Jumpa dengan Alloh adalah  kerinduan kami yang terbesar, tapi heran sekali atas kekejaman sekte yang ngaku islam terhadap umat Islam sendiri.” -selesai-
Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” Sebelum magrib (kemarin ;ed) gugur dua anak muda Yaman yang rajin ibadah dan ta’awun, gugur ditembak sniper. Setelah isya’ terjadi baku tembak seru, ada rumah terbakar, beberapa thullab luka terkena serangan rafidhah. Para petugas kesehatan kecapekan luar biasa. Saluran air pecah, para masyayikh dan thullab kehausan dan banyak yang tayammum untuk wudhu. Alloh tidak akan mengingkari janji-nya kepada para hambaNya yang setia. Nabi Daud ‘alayhissalaam dan tentara tholuth bertempur dalam keadaan haus dan Alloh anugerahkan kemenangan. Alloh lebih sayang pada hamba-Nya daripada kasih sayang hamba pada dirinya sendiri. Pukul 10:10 WY (waktu yaman) serangan  masih bertubi-tubi dengan senjata berat dari rafidhoh. ” -selesai-
Berkata Ahmad Mas’ud (dammaj) “Maktabah syaikh Abdulhamid al-Hajuri terbakar karena tembakan tank hutsiy pagi ini (kemarin ;ed), nasululloha yukhlifa lahu khoiron minha” -selesai-
Sabtu, 28 Dzulhijjah 1434H

20:35 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) “Maktabah ‘Ammah dihantami dengan peluru-peluru berat. Pengawal syaikh Yahya bilang ketemannya lewat telpon “kami akan pertahankan markiz ini sampai titik darah penghabisan” para salafiyyun di Hasyid terus maju merambah suatu lembah, sebelum ashar rafidhoh lancarkan serangan lagi dari jarak jauh. Hasil perang sebelum dzuhur beberapa rumah pelajar rusak, saluran air bersih yang besar pecah, satu anak kecil meninggal terbunuh. Semoga Alloh merohmatinya. Dari pihak tentara setan kami tidak tahu. ” -selesai- 
18:54 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) berkata “Beberapa hari yang lalu kamar syaikh Abdulloh Muzahim yang diatas masjid ini bolong dan kasur-kasurnya terbakar karena serangan yang dahsyat. Hari ini sebagian peluru rafidhoh menghantam asrama atas para thullab, sebagian kasur-kasur terbakar. Kami sedih atas gugurnya beberapa saudara kami para penghafal Qur’an dan Sunnah (antara 5-12 orang). Alhamdulillaah Alloh gagalkan lagi serangan rafidhoh, yang mampus sekitar 200 orang, sebagian mayat-mayat ditinggal dikebun dammaj, sebagian roket mereka menghantam posisi teman-teman mereka sendiri. Sekarang hening mencurigakan, di mayat-mayat rafidhah ditemukan sebagiannya berkebangsaat IRAN tapi menyamar baju tentara Yaman, sebagian pejabat mengakui bahwa tekanan Amerika membikin mereka tak bisa membela para pelajar Dammaj yang diserang oleh rafidhah. Sebagian tentara sedih karena komandannya tidak ijinkan mereka membela para pelajar sipil tersebut. ” -selesai-
13:41 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) “Pagi tadi rafidhoh masih menembaki kami dengan alat-alat berat, mereka menembaki sambil menyetel bacaan Qur’an keras sekalidari arah gunung Shoma’at, untuk menampilkan bahwa mereka itu muslimun (juga), ini bagian dari tuqiyyah dan kedustaan mereka (syi’ah). Di kitab-kitab mereka menganggap bahwa al-Qur’an kita tidak asli, di Thulul mereka melemparkan mushhaf Qur’an, di Hudaidah mereka merusak mushhaf-mushhaf,di Sho’dah mereka menginjak-injak mushhaf, di Ta’iz mereka mengencingi mushhaf dan melumurinya dengan kotoran manusia.  Siapakah yang hatinya terbakar dan cemburu untuk Alloh ? masih enak-enak makan minum santai dan menikmati berita dibunuhnya muslimin Salafiyyin dan bilang bahwa kita tidak boleh menghalalkan darah rofidhoh ?” -selesai-
03:34 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) “Sekarang pukul 21:30 WY kembali langit dammaj dipenuhi dengan serangan ramai sekali. Api-api merah melesat cepat menghantam dinding-dinding gunung, ledakan-ledakan mortir membahana. Nyawa kami bukan ditangan mereka, tapi ALLOH telah menentukan ajal kita sebelum lahir, sungguh beruntung orang yang mati sebagai singa sunnah, bukan (sebagai) tikus penghianat” -selesai-
Jum’at, 27 Dzulhijjah 1434H

21:30 wib
Dari Ahmad Mas’ud (dammaj) berkata “Syaikh Abdul Hamid dan beberapa ikhwah kabarkan bahwa mayat hutsiy bergelimpangan tak terhitung, dan sisanya mundur. Kami di masjid barusan sujud syukur” -selesai-
16:42 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” Jum’at ini sampai setelah dzuhur (sholat jum’at) dammaj sedang di bombardir besar-besaran. Saya mohon maaf atas seluruh kesalahan dan atas kekurangan dalam melayani saudara-saudara umat islam.
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ 
Tolong sampaikan salam kami untuk segenap saudara-saudara kami untuk umat Islam, jika kita tak mau membela warisan suci Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam , maka yang selain kita lebih tidak akan mau membelanya ” -selesai-
14:16 wib
Dari Akh Shiddiq (dammaj) berkata ” sekarang mereka menyerang lagi, sampaikan ke ikhwah untuk banyak-banyak berdo’a” -selesai-
08:52 wib
Dari Ahmad Mas’ud (Dammaj) berkata “..krisis listrik, kemarin kamis kira-kira jam 11  hutsiy menyerang barroqoh dan qosabah dengan rudal dan tank, Allohu a’lam berapa korban dari ikhwah, Allohumma saliim..di masadir perang terus menerus dan ikhwah terpaksa mundur ke aal manna’ “-selesai-
02:43 wib
Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” dalam 2 hari ini total yang gugur 23 ikhwah, rofidhoh sekitar 180 bangkai. rafidhoh umumkan anggota mereka yang mati 400 orang untuk menyemangati para durjana lainnya dari mereka untuk makin beringas pergi ke Dammaj. Syaikh Yahya mengabarkan kepada kami pasukan rafidhoh sekarang kumpul di Rohbah untuk serang Dammaj, malam ini kami benar-benar disiagakan. Telah mengabarkan kepada kami dari Akh Ahmad as-Samidi beliau ditelpon temannya bahwa rofidhoh akan serang rumah-rumah di Dammaj, Asy-Syaikh Abu Dahda ditelpon temannya bahwa rofidhoh akan pusatkan serangan ke wathon. Menit-menit sekarang ini (sekitar pukul 10 malam waktu dammaj ;ed) rofidhoh di arah kampung Robiyah (timur dammaj) nyetel lagu-lagu setan dengan suara keras sekali. Kami menunggu dengan tawakkal pada Alloh. Perjumpaan dengan Robb kami lebih kami sukai daripada hidup lama. Rofidhoh baru saja mulai menembakkan peluru-peluru besarnya ” -selesai-
Kamis, 26 Dzulhijjah 1434 H

11:23 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) ” battery HP sedang krisis, karena krisis listrik. Kami masih terus ditembaki. Syaikh Yahya suruh untuk hemat segalanya. Syaikh Muhammad bin Hizam luka ringan. Amr (anak Syaikh Abu Amr) luka ringan, Abdurrohman (anak syaikh Muhammad shon’ani) meninggal. Total yang meninggal di hari kemarin 12 orang. Penduduk khoniq bilang mereka lihat syiah angkuti mayat-mayat teman mereka dengan 10 mobil atau lebih. Kami pelajar sipil biasa, tapi Alloh yang membela kami dari keganasan kuffar rofidhoh.
Pelajar Indonesia masih utuh, Alhamdulillaah kami bertahan hidup mati –dengan mengharap wajah Alloh– membela markiz ahlussunnah ini insya ALLOH. Bualan Abu Ali al-Hakim al-Fasiq ar-Rofidhi untuk bisa khotbah di mimbar dammaj akan gagal selama masih ada diantara kami (dengan) mata yang sanggup berkedip  insya ALLOH” -selesai-
01:10 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) “….serangan (sejak fajar rabu kemarin) berlangsung sampai isya’.  Mayat-mayat rofidhoh diangkut 4 mobil, ikhwah yang meninggal 12 orang (semoga Alloh merohmati mereka). Kami cuma ingin belajar tenang, mereka bertekad bunuh kami dengan sedahsyat ini, kami hanya membela diri dan cukup Alloh sebagai pembela kami” -selesai-
Rabu,25 Dzulhijjah 1434 H

Pukul 12: 14 wib
dari Ahmad Mas’ud (dammaj) saat ini sedang perang sengit, beritahu Abu Turob (bengkulu ;ed) dan ikhwah segera untuk berdoa. Mulai fajar hari ini syaikh membaca do’a qunut. Hutsiy (rafidhah) menembak rudal lagi, kena bawah barroqoh.  Aloloom.net hari ini belum update ruang kerja kebakaran. -selesai-
Pukul 12:31 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) dari Syaikh Zakariya al-Yafi’i -hafidzhahulloh- berkata “kami sampaikan kabar gembira untuk antum semua bahwa serangan yang belum perna kami lihat dan kami dengar semisal ini tidak berhasil membunuh dan melukai banyak dari pihak kami (ahlussunnah), sebatas dari info dari matras-matras. Adapun dari posisi kami di gunung Barroqoh Barat, seorang ikhwah meninggal. Adapun dari pihat hutsiyyun (rafidhah) 2 mobil penuh mayat dan luka-luka turun dari shoma’at. 7 (tujuh) mayat mereka dikeluarkan dari madrosah khoniq.  Di jamimah mereka berkumpul lalu kejatuhan mortir pas ditengah mereka, sekarang mereka merayap menyerang dari Tabbah (gunung kecil) syuhada. Do’a yaa ikhwah do’a “-selesai-
Abu Fairuz berkata ” Maktabah Ammah terhantam peluru berat, merusak beberapa kitab dan kasur di kamar dholal. Perang sengit masih berlangsung merata di seluruh arah di dammaj “-selesai-
Pukul 09:48 wib
Berkata dari Abu Fairuz (dammaj) “Tadi tengah malam rafidhoh serang mazru’ dengan dahsyat sekali dalam jangka yang lama, (dan) muslimin bertahan. rafidhoh juga serang wathon dengan mortir-mortir. Alhamdulillaah, kaum muslimin selamat, dan rafidhah mati banyak –kata beberapa ikhwah–. Sekarang setelah shubuh rafidhoh serang barroqoh dengan  katsyusya dan berbagai alat berat, serangan meluas ke wathon, para warga bertakbir dan bertahan dengan gigih. Sampai detik ini singa-singa ALLOH tenang dan tegar menghadang peluru dan mortir. Tawakkal kepada Alloh adalah bekal kami, kekuatan Alloh mengungguli kekuatan setan.” -selesai-
Sumber: isnad.net
Publikasi: artikelassunnah.blogspot.com

Monday, December 5, 2011

Surat dari Abu Fairuz: Kepada Saudaraku di Tanah Air

Ditulis oleh:

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy
Dammaj, Ahad 8 Muharrom 1433H


Kepada Saudaraku.. Di Tanah Air

Dari Tholabatul ilmi Indonesia Di Darul Hadits Dammaj Al Khoir
 

Sehubungan dengan Pemberontakan Rofidhoh Ke-Tujuh
Pendahuluan

الحمد لله رب العالمين وأشهد أن لا إله إلا الله وأن محمدا عبده ورسوله اللهم صل وسلم على محمد وآله أجمعين، أما بعد:

Sesungguhnya pemberontakan Rofidhoh terhadap pemerintah Yaman telah berlangsung bertahun-tahun. Pada pemberontakan mereka yang keenam (tahun 1430-1431H) mereka menyerang Darul Hadits di Dammaj, dan segala pujian bagi Alloh yang menolak kejahatan mereka. Adapun pemberontakan mereka yang ketujuh ini –akhir bulan Dzul Qo’dah 1432 H hingga sekarang (4 Muharrom 1433 H) merupakan kejadian yang paling dahsyat bagi kami para tholabatul ilmi (pelajar) di Darul Hadits di Dammaj. yang mana para pemberontak tersebut menggabungkan antara:
  • pengepungan untuk menghalangi jamaah haji, mematikan ekonomi masyarakat dammaj dan menghalangi berangkatnya orang sakit dan para wanita hamil untuk berobat atau dirawat di rumah sakit,
  • boikot makanan, minuman, obat-obatan dan sebagainya
  • teror dan pembunuhan jarak jauh terhadap para pelajar dan masyarakat Muslimin, laki-laki dan perempuan,
  • perang media masa, untuk memutarbalikkan fakta bahwasanya para pemberontak Rofidhoh itu telah dizholimi oleh masyarakat Dammaj. Ini semua adalah kedustaan belaka,
  • pengkhianatan yang berulang-ulang dengan cara membunuh Muslimin setiap kali terbentuk perjanjian damai atau gencatan senjata.

 Manakala berita ini telah meluas di seluruh kalangan Muslimin di tanah air, dan kami diminta menyelamatkan diri keluar dari Dammaj, maka saya akan menyampaikan ketetapan hati kami sebagaimana yang tertera berikut ini, -semoga Alloh memberikan taufiq-Nya kepada kita semua-.

Bab Satu: Parahnya Kerusakan Aqidah Pemberontak Rofidhoh 

Rofidhoh adalah suatu aliran yang dirintis oleh Abdulloh bin Saba Al Yahudiy, muncul pada masa pemerintahan Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه. (Rujuk “Al Hujajul Qothi’ah”/karya Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy/hal. 11).

Semula mereka mempopulerkan diri dengan sebutan “Syi’atul ‘Ali” atau “Syi’atu Ahlil Bait”. Kelompok yang ghuluw (berlebihan) dari mereka terkenal dengan julukan “Rofidhoh” karena mereka menolak salah seorang imam Ahlul Bait: Zaid bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Tholib karena beliau setia dan memuji kepada Abu Bakr Ash Shiddiq dan Umar ibnul Khoththob رضي الله عنهما.

Di antara penyimpangan fatal mereka adalah sebagai berikut:

Satu: Tentang tauhid Uluhiyyah dan nama serta sifat Alloh ta’ala.

Rofidhoh berbuat kesyirikan besar di tempat-tempat pemujaan mereka. (rujuk: “Ad Durorus Saniyyah”/10/hal. 249).
Juga berdoa kepada selain Alloh. (rujuk: “Fatawal Lajnatid Daimah”/18/hal. 313, juga “Darul hadits Bi Dammaj Wa Harbir Rofidhoh”/hal. 19).

Juga bersujud pada para pembesar mereka, dan memerintahkan sebagian wartawan untuk sujud pada pimpinan mereka Abdul Malik Al Hutsiy, beberapa waktu yang lalu, tapi wartawan tersebut menolak.

Mereka banyak meninggalkan masjid-masjid, tapi membangun tempat-tempat perayaan di atas kuburan. Mereka juga beranggapan bahwasanya haji ke tempat-tempat perayaan tersebut termasuk ibadah yang paling agung. Bahkan sebagian ulama mereka lebih mengutamakan haji ke tempat tersebut daripada haji ke Baitulloh. (rujuk: “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 477 dst.).
Mereka berkeyakinan bahwasanya orang yang beriman pada nama-nama dan sifat Alloh yang ada dalam Al Qur’an dan As Sunnah itu kafir. Juga mengkafirkan orang yang beriman pada taqdir Alloh. (rujuk semuanya: “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 477 dst.).

Dua: tentang Rosululloh صلى الله عليه وسلم

Sebagian dari mereka berpendapat bahwasanya kemaluan nabi صلى الله عليه وسلم harus masuk ke dalam neraka karena menggauli istri beliau Hafshoh dan ‘Aisyah رضي الله عنهما. (rujuk semuanya: “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 477 dst.).

Tiga: tentang Istri-istri Rosululloh صلى الله عليه وسلم

Kebanyakan dari mereka menuduh ‘Aisyah  berzina. (rujuk “Darul hadits Bi Dammaj Wa Harbir Rofidhoh”/karya Asy Syaikh Sa’id Da’as Al Yafi’iy dan Ziyad bin Ali Ar Rodfaniy/hal. 19).
Kebanyakan dari mereka mengkafirkan para ummahatul Mukminin istri Rosululloh صلى الله عليه وسلم seperti ‘Aisyah dan Hafshoh. (rujuk semuanya: “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 477 dst.).

Empat: Tentang para Shohabat Rosululloh صلى الله عليه وسلم dan keluarga beliau

Rofidhoh berkeyakinan bahwasanya para Shohabat dari kalangan Muhajirin dan Anshor menyembunyikan nash bahwasanya Ali bin Abi Tholib adalah imam yang ma’shum, pengganti Nabi صلى الله عليه وسلم. Maka dengan itu mereka mengkafirkan para shohabat kecuali beberapa orang saja. Juga berkeyakinan bahwasanya Abu Bakr dan Umar itu munafiq atau murtad. (lihat “Maqolatul Islamiyyin” karya Abul Hasan Asy’ariy (1/hal. 16), juga “Darul hadits Bi Dammaj Wa Harbir Rofidhoh”/karya Asy Syaikh Sa’id Da’as Al Yafi’iy dan Ziyad bin Ali Ar Rodfaniy/hal. 19).
Mereka juga banyak mencaci Abu Bakr dan Umar (rujuk: “As Sunnah” karya Al Imam Abu Bakr Al Khollal (3/hal. 493).

Dan mengatakan bahwasanya keduanya bukanlah imam (kholifah). (rujuk: “Siyar A’lamn Nubala”/10/hal.31).

Mereka bersikap berlebihan dalam mengagungkan keluarga Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم . Sebagian mereka menganggap Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه itulah yang berhak jadi pemegang kekuasaan sepeninggal Rosululloh صلى الله عليه وسلم , hanya saja Abu Bakar Ash Shiddiq dan para shohabat yang lain merebutnya dari tangan beliau –menurut anggapan mereka-

Sebagian dari mereka menganggap bahwasanya Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه itulah berhak jadi nabi, hanya saja malaikat Jibril عليه السلام  berkhianat dan menyerahkan wahyu kepada Muhammad صلى الله عليه وسلم , -menurut anggapan mereka-.

Sebagian dari mereka menganggap bahwasanya Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه itu adalah Alloh.

Lima: Tentang keumuman Muslimin

Mereka mengkafirkan mayoritas umat Muhammad صلى الله عليه وسلم, dan bahwasanya kekufuran mereka itu lebih parah daripada kekufuran Yahudi dan Nashoro. Mereka juga mengkafirkan setiap orang yang berkeyakinan adilnya Abu Bakr, Umar dan Muhajirin dan Anshor, dan kafirnya orang yang mendoakan ridho bagi mereka.

Mereka juga mengkafirkan para imam di antaranya: Abu Hanifah, Malik, Asy Syafi’iy, Ahmad bin Hanbal dan yang lainnya. (rujuk semuanya: “Majmu’ul Fatawa Syaikhul Islam”/28/hal. 477 dst.).
Mereka berkeyakinan bahwasanya harta Muslimin, darah dan kehormatan mereka itu halal mereka rampas. (rujuk: “Al Hujajul Qothi’ah”/karya Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy/hal. 19, dan “Bayanu Annar Rofidhoh Jami’an Kuffar” karya Abul ‘Abbas Asy Syihriy/hal. 64)

Enam: Tentang pemerintah Muslimin

Mereka berkeyakinan bahwasanya kekuasaan itu tidak sah kecuali jika dipegang keluarga Ali. Mereka juga berkeyakinan bahwa sholat Jum’ah dan jama’ah itu tidak sah kecuali di belakang imam yang ma’shum, sementara imam ma’shum tersebut belum datang hingga sekarang. Oleh karena itu mereka meninggalkan sholat Jum’ah dan Jamaah. (rujuk: “Bayanu Annar Rofidhoh Jami’an Kuffar” /hal. 64).
Oleh karena itu pula mereka tidak mau taat pada pemerintah sekalipun bukan pada kemaksiatan, juga tak mau melaksanakan hukum-hukum mereka. (rujuk: “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 477 dst.).

Tujuh: sikap mereka terhadap orang-orang kafir.

Rofidhoh berloyalitas kepada Yahudi dan Nashoro serta musyrikin untuk memerangi mayoritas Muslimin. (rujuk: “Majmu’ul Fatawa”/3/Hal. 356).

Delapan: dalam masalah kejujuran

Mereka menghalalkan kedustaan dan menjadikannya sebagai dasar dan syiar agama mereka. (rujuk: “Mizanul I’tidal”/1/hal. 6).

Seluruh sifat kemunafikan (jika dia berbicara maka dia berdusta. Jika dia berjanji maka dia mengingkarinya, dan jika dia dipercaya maka dia akan berkhianat) ada pada mereka (rujuk: “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 477 dst.).

Kedustaan dan kebohongan mereka atas nama nabi صلى الله عليه وسلم, kerabat dan shohabat beliau melebihi kedustaan ahlul kitab, sebagaimana hasil penelitian Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله (rujuk semuanya: “Majmu’ul Fatawa”/28/hal. 477 dst.).
Sembilan: dalam beberapa masalah fiqh

Mereka meyakini halalnya nikah mut’ah, bolehnya meminjamkan kemaluan istrinya, dan bolehnya menggauli istrinya di duburnya. (rujuk: “Bayanu Annar Rofidhoh Jami’an Kuffar” karya Abul ‘Abbas Asy Syihriy/hal. 64).

Sepuluh: dalam masalah Al Qur’an

Mereka meyakini bahwasanya Al Qur’an tidak selamat dari penambahan dan pengurangan. (lihat “Nahjus Salamah”/karya Al Alusiy/hal. 29-30, dan “Ash Shorimul Maslul”/karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah/hal. 518).

Mereka sendiri membikin pen
ambahan ayat-ayat tertentu di dalam Al Qur’an. (lihat “Al Hujajul Qothi’ah”/karya Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy/hal. 14 dan 40).

Itu semua adalah kebatilan yang sangat besar, bukan semata-mata masuk dalam perkara khilafiyyah atau ijtihadiyyah atau cabang, menurut sebagian orang, akan tetapi hal itu tadi benar-benar masuk dalam inti dan prinsip agama Islam. Hal itu menyebabkan banyak ulama menghukumi bahwasanya Rofidhoh itu kuffar, keluar dari Islam. (rujuk penukilan dari ucapan para ulama dalam: “Al Hujajul Qothi’ah”/karya Asy Syaikh yahya Al Hajuriy/hal. 40, “Bayanu Annar Rofidhoh Jami’an Kuffar” karya Abul ‘Abbas Asy Syihriy, juga “Darul hadits Bi Dammaj Wa Harbir Rofidhoh”/karya Asy Syaikh Sa’id Da’as Al Yafi’iy dan Ziyad bin Ali Ar Rodfaniy/hal. 19, dan juga “Nushush Aimmatid Din ‘Ala kufrir Rofidhotil Mariqin”/karya abu Turob al Indonesiy).

Bab Dua: Wajibnya Membantu Pemerintah Muslimin untuk Menghadapi Ganasnya pemberontak Rofidhoh 

Kami Ahlussunnah Wal Jama’ah menimbang segalanya berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dengan bimbingan para ulama salafush Sholih. Firman Alloh ta’ala:

﴿وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا﴾.

“Dan barangsiapa yang menentang Rosul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisa: 115).

Syaikhul Islam رحمه الله berkata: “Dan syi’ar dari firqoh-firqoh ini adalah : pemisahan diri dari Al Kitab, As Sunnah dan ijma’. Maka barangsiapa berbicara dengan Al Kitab, As Sunnah dan ijma’ maka dia itu adalah termasuk dari Ahlussunnah Wal Jama’ah.” (“Majmu’ul Fatawa”/3/hal. 346).
Maka yang menjadi timbangan dalam hukum-hukum aqidah hati dan ucapan lisan serta gerakan anggota badan adalah ini tadi, sebagaimana kata Syaikhul Islam رحمه الله : “Hanyalah yang diikuti dalam penetapan hukum-hukum Alloh adalah: Kitabulloh, sunnah Rosul-Nya صلى الله عليه وسلم dan jalan As Sabiqunal Awwalun. Tidak boleh menetapkan hukum syar’iy tanpa ketiga prinsip ini, baik secara nash ataupun istimbath sama sekali.” (“Iqtidhoush Shirothil Mustaqim”/2/hal. 171).

Kemudian kami dapati kewajiban untuk menghormati pemerintahan Muslimin, menaatinya dalam perkara yang tidak bertentangan dengan syariat, dan menjaganya dari rongrongan siapapun.
Dalam hadits ‘Ubadah Ibnush Shomit rodhiyallohu ‘anhu berkata:

بَايَعْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-فَكَانَ فِيمَا أَخَذَ عَلَيْنَا أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِى مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةٍ عَلَيْنَا وَأَنْ لاَ نُنَازِعَ الأَمْرَ أَهْلَهُ قَالَ « إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ ». وعلى أن نقول بالحقّ أينما كنّا لا نخاف في الله لومة لائم.

“Kami membai’at Rosululloh -shalallohu ‘alaihi wa sallam- untuk mendengar dan taat dalam keadaan kami rajin dan malas, dalam keadaan kami merasa sulit dan mudah, dan dalam keadaan kami tertimpa kezholiman, dan agar kami tidak merebut kekuasaan dari pemiliknya. Lalu beliau bersabda,”Kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata, yang kalian punya bukti dari Alloh tentangnya.” Dan agar kami berbicara dengan benar di manapun kami berada tanpa merasa takut di jalan Alloh cercaan orang yang mencerca.”
Nabi Sallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

((من أتاكم وأمركم جميع على رجل واحد يريد أن يشقّ عصاكم، أو يفرّق جماعتكم، فاقتلوه)).

“Barangsiapa mendatangi kalian dalam keadaan urusan kalian itu satu pada satu orang, orang tadi ingin mematahkan tongkat kalian atau membelah jamaah kalian, maka bunuhlah dirinya.”

Maka dari itu manakala gerombolan Rofidhoh melancarkan pemberontakan pada pemerintah Yaman, membunuhi masyarakat, merampoki harta benda mereka, merusak kehormatan wanita dan anak-anak, dan menebarkan teror yang membikin takut masyarakat dan para tentara dan aparat negara, bangkitlah kepala Darul Hadits As Salafiyyah di Dammaj –Asy Syaikh Al Muhaddits Yahya bin Ali Al Hajuriy- lewat ceramah-cemarah dan tulisan-tulisan beliau memperingatkan umat akan salahnya langkah Rofidhoh dan bahayanya membiarkan mereka memberontak pemerintahan yang berdaulat. Beliau dalam ibadah yang agung ini dibantu oleh para ulama Ahlussunnah di dammaj dan yang lainnya.

Melalui cemarah-ceramah dan karya tulis yang penuh dengan keberanian dan tak kenal lelah tersebut, berkobarlah semangat aparat pemerintahan dan aparat keamanan beserta kaum Muslimin untuk membendung api pemberontakan Rofidhoh yang tengah bergejolak dengan dahsyat, hingga akhirnya bisa dipadamkan untuk tenggang waktu yang lama.

Bab Tiga: Kebencian Rofidhoh Terhadap Darul Hadits di Dammaj 

Menjelang fase pemberontakan yang kelima orang-orang Syiah mulai menuntut pemerintah Yaman untuk menutup Darul Hadits Salafiyyah di Dammaj. Akan tetapi pemerintah menolak karena mereka memahami bahwasanya para Salafiyyun adalah Muslimun yang sibuk belajar dan berdakwah, tidak berminat untuk mencari dunia atau menduduki kursi kekuasaan, dan sangat membenci pergolakan dan dan kekacauan.

Pada fase pemberontakan keenam, di samping menyerang instansi keamanan dan pemerintahan, orang-orang Rofidhoh mulai menyerang Darul Hadits Salafiyyah di Dammaj. Para ulama Darul Hadits Salafiyyah di Dammaj dan pelajar serta masyarakat berjuang mempertahankan pondok. Memang jatuh korban dari masyarakat dan pelajar, akan tetapi dengan pertolongan Alloh, dan kemudian dengan bantuan pemerintah, keganasan Rofidhoh bisa dibendung dengan tewasnya ratusan prajurit mereka. Kemudian terbentuklah perdamaian.

Sepanjang hari-hari perdamaian Rofidhoh secara bertahap berusaha membatasi perekonomian masyarakat Dammaj dan pelajar Darul Hadits, hingga mencapaipuncaknya embargo total yang mereka lakukan pada bulan Dzul Qo’dah 1432 H yang berlanjut dengan penembakan terhadap masyakarat Dammaj dan pelajar Darul Hadits Salafiyyah di Dammaj.

Bab Empat: Tekad Kami Untuk Mempertahankan Darul Hadits di Dammaj dari Keganasan Pemberontak Rofidhoh 

Pemberontak Rofidhoh mulai terang-terangan melancarkan serangan bersenjata pada hari Kamis tanggal 7 Dzul Hijjah 1432 H, dan pada hari berikutnya (Jum’at, 8 Dzul Hijjah 1432 H) mereka menembak mati pelajar yang masih sangat muda dari Abyan: Mu’adz Al Yazidiy رحمه الله ketika dirinya mau berangkat ke Madrosah

Syaikh Yahya Al Hajuriy beserta para kepala kabilah Wadi’ah di Dammaj berusaha mencari jalan damai untuk menolak keganasan pemberontak Rofidhoh. Lajnah Ishlah menjembatani kedua belah pihak. Kesepakatan damai dilanggar Rofidhoh dengan menembak mati pelajar dari Ta’iz: Ali bin Sulthon At Ta’ziy pada malam Kamis (14 Dzul Hijjah 1432H).
Pada hari Rabu pagi (20 Dzul Hijjah 1432H) suasana tenang dengan tercapai gencatan senjata dengan masuknya Lajnah Ishlah. Ternyata pada sore harinya Rofidhoh mengkhianati gencatan senjata dengan menembak punggung pelajar dari Ta’iz: Ismail At Ta’ziy.
Demikianlah, setiap kali terjadi kesepakatan damai, selalu saja pemberontak Rofidhoh melanggarnya dengan melakukan penembakan, hingga korban terus berjatuhan.
Dan puncak dari kebengisan pemberontak Rofidhoh tersebut –untuk sementara ini- adalah kejadian hari Sabtu (1 Muharrom 1433 H, pukul 11.00 WY) yang mana Rofidhoh menghujani gunung Barroqoh (batas penjagaan thullab dan masyarakat Dammaj sebelah barat) dengan puluhan bom jarak jauh dan hujan peluru dengan berbagai jenisnya, yang disusul serbuan jarak dengan pasukan pemberontak yang bertekad untuk menguasai wilayah tersebut. Serangan tersebut berlangsung sepanjang hari hingga sekitar pukul 19.30 WY), yang menyebabkan meninggalnya 25 Muslimin (pelajar dan masyarakat) dan 54 luka-luka. Akan tetapi Alloh ta’ala menggagalkan serangan mereka dan merekapun menghentikan serangan dengan banyaknya prajurit yang terbunuh dari pihak mereka.
Termasuk dari Muslimin yang meninggal adalah saudara kami Sholih (medan) dan Abu Haidar (Aceh) , sehingga menimbulkan kesedihan yang mendalam. Akan tetapi kami punya harapan besar akan diterimanya keduanya –dan saudara-saudara mereka yang lainnya- sebagai Syuhada di sisi Alloh. Alloh taala berfirman:
{وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَلَنْ يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ (4) سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ (5) وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ (6) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُم} [محمد: 4 - 7]

“Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Allah akan membimbing mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankan-Nya kepada mereka. Hai orang-orang mukmin, jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.”

Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy dengan dukungan Asy Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad dan Al Lajnah Daimah mengumumkan jihad membela diri dari serangan para penjahat Rofidhoh tersebut. Sebelumnya Asy Syaikh Robi’ bin Hadi Al Madkholiy juga menghasung dikumandangkannya jihad untuk membendung kebengisan Rofidhoh tersebut. Demikian pula para ulama Al Azhar di Mesir, dan para ulama yang lain mengumumkan kewajiban untuk membantu Muslimin Salafiyyin Dammaj yang tengah menyabung nyawa mempertahankan diri dari kejahatan Rofidhoh. Kami dengan Asy Syaikh Sholih Al Fauzan juga mengumumkan yang demikian itu.([1])
Kami para pelajar Indonesia yang tinggal dan menimba ilmu di Darul hadits di Dammaj ini merasa sebagai bagian dari Muslimin Dammaj, penderitaan mereka adalah penderitaan kami, kepedihan hati mereka kepiluan kami. Maka kami bertekad untuk sehidup semati dengan mereka dalam menghadang keganasan para pemberontak Rofidhoh. Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم مثل الجسد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى

“Permisalan kaum Mukminin dalam sikap saling cinta, saling mengasihi dan saling menolong di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota badan mengeluh sakit, seluruh jasadpun akan ikut tidak bisa tidur dan menjadi demam.” (HR. Al Bukhoriy (6011) dan Muslim (2586) dari An Nu’man bin Basyir رضي الله عنهما)
Kemudian dari sisi lain, kami selama bertahun-tahun telah merasakan manisnya persaudaraan dan kebaikan hati mereka, maka tidak pantas bagi kami untuk meninggalkan mereka dalam keadaan seperti ini. Maka sebagai salah satu bentuk syukur kami pada mereka, kami akan bersatu sehidup semati dengan saudara-saudara kami itu untuk mempertahankan markiz dan desa ini. Rosululloh صلى الله عليه وسلم bersabda:
ومن صنع إليكم معروفا فكافئوه فإن لم تجدوا ما تكافئوا به فادعوا له حتى تروا أنكم قد كافأتموه. سنن أبي داود [1 /524]

“Dan barangsiapa berbuat baik kepada kalian, maka balaslah kebaikannya itu. Jika kalian tidak mendapati sesuatu untuk membalasnya dengan cukup, maka doakanlah dirinya hingga kalian memandang bahwasanya kalian telah membalasnya dengan cukup.” (HR. Abu Dawud (1672), dishohihkan Al Imam Al Albaniy dan Al Imam Al Wadi’iy).
Kemudian juga, tidak pantas bagi kami yang ada di sini membiarkan saudaranya terzholimi dalam keadaan kami sanggup membantu dengan nyawa dan kekuatan. sabda Rasululloh r:
المسلم أخو المسلم لا يظلمه ولا يخذله ولا يحقره،

“seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak menzholiminya, tidak menelantarkannya (membiarkannya tanpa pertolongan), dan tidak meremehkannya.” (HSR Muslim)
Kami tidak menyerang, akan tetapi para pemberontak itulah yang datang ke tempat kami, mengepung dan mengembargo kami dan membunuhi Muslimin. Maka kami tidak boleh lari dari medan perang. Alloh ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُواْ زَحْفاً فَلاَ تُوَلُّوهُمُ الأَدْبَارَ
وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلاَّ مُتَحَرِّفاً لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزاً إِلَى فِئَةٍ فَقَدْ بَاء بِغَضَبٍ مِّنَ اللّهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerang kalian, maka janganlah kalian membelakangi mereka (mundur). Barangsiapa membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. dan amat buruklah tempat kembalinya.” (QS. Al Anfal: 15-16).
Dari Abu Huroiroh رضي الله عنه berkata:
عن النبي صلى الله عليه وسلم قال اجتنبوا السبع الموبقات قالوا يا رسول الله وما هن قال الشرك بالله والسحر وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق وأكل الربا وأكل مال اليتيم والتولي يوم الزحف وقذف المحصنات المؤمنات الغافلات.

“Dari Nabi صلى الله عليه وسلم yang bersabda: “Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan.” Mereka berkata: “Wahai Rosululloh, apa itu?” Beliau menjawab: “Syirik kepada Alloh, sihir, membunuh jiwa yang Alloh haromkan kecuali dengan kebenaran, memakan riba, memakan harta yatim, lari dari medan perang pada hari peperangan, dan menuduh berzina wanita yang terjaga, yang beriman, yang tidak berpikir untuk itu.” (HR. Al Bukhoriy (2766) dan Muslim (89)).

Bab Lima: Kesiapan Kami Untuk Menanggung resiko Dalam Membela Agama dan Negri Muslimin

Kewajiban dari Alloh ta’ala ada di atas segalanya, hidup dan mati kami adalah untuk Alloh. Alloh ta’ala berfirman:
{قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162) لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِين}

“Katakanlah (wahai Rosululloh): Sesungguhnya sholatku, sembelihanku, kehidupanku dan kematianku adalah untuk Alloh Robbil ‘alamin, tiada sekutu bagi-Nya, dan untuk itu aku diperintahkan, dan aku adalah orang yang pertama masuk Islam (dari umat ini).” (QS. Al An’am: 172-173).
Demikian pula kami sebagai pengikut Rosululloh صلى الله عليه وسلم.
Kami dengan taufiq dan pertolongan Alloh siap menanggung resiko atas pilihan yang kami tempuh. Setiap orang akan mengalami kematian, sesuai dengan catatan taqdir kami. Keluar dari medan perang tidak menjauhkan kami dari kematian yang telah ditetapkan.
Hidup di dunia memang penuh cobaan. Alloh mengawasi siapakah yang sabar dan siapakah yang tidak demikian, lalu semuanya akan mati dan menghadap Alloh untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah diamalkan.
Bab Enam: Syukur Kami Atas Perhatian Saudara di tanah Air
Kami memahami pemikiran saudara-saudara kami di tanah air yang ingin keluarnya kami dari Dammaj. Kami menyampaikan syukur atas besarnya perhatian Bapak-bapak pemerintah semua. Kami berkeyakinan wajibnya mendengar dan taat kepada perintah kepala Negara dalam perkara yang baik, dan kami berkewajiban membela kehormatan mereka dan kedaulatan mereka, serta mendoakan kebaikan untuk mereka.
Hanya saja saat ini ada kewajiban yang lebih besar di depan mata kami, yang kami berpandangan bahwasanya kematian lebih ringan daripada berpaling meninggalkan kewajiban ini.
Oleh karena itu kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak bisa memenuhi perintah untuk pulang ke tanah air pada saat ini. Kami cinta ilmu dan cinta damai, akan tetapi keadaan mengharuskan kami untuk memalingkan perhatian kepada apa yang ada di depan mata ini. Insya Alloh jika Markiz ini telah selamat dari kejahatan Rofidhoh, kami akan kembali belajar seperti sedia kala, kemudian suatu saat kami akan pulang untuk mendarmabaktikan ilmu yang telah kami timba di sini insya Alloh.
Demikianlah surat pernyataan ini kami susun dengan penuh kesadaran.
والحمد لله رب العالمين.
Dammaj, 8 Muharrom 1433H
Atas nama tholabatul ilmi,
Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy

([1]) Catatan penting: Adapun celaan dari sebagian hizbiyyun bahwasanya Darul Hadits Salafiyyah di Dammaj minta bantuan pada teroris Al Qoidah, maka celaan itu bukanlah pada tempatnya, berdasarkan beberapa sisi:
  1. Kalaupun benar bahwasanya Asy Syaikh Al Muhaddits Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه الله minta bantuan pada mereka, maka tidaklah hal itu salah, karena minta bantuan pada orang fasiq ataupun kafir untuk menghadapi keganasan orang kafir yang lain (yang lebih kafir dan lebih berbahaya dsb) adalah boleh berdasarkan syariat dan fatwa para ulama Sunnah.
  2. Kalaupun benar bahwasanya Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy minta bantuan pada mereka, maka tidaklah hal itu salah, karena minta bantuan pada selain Alloh pada saat terpaksa demi mempertahankan hidup yang telah sangat terancam adalah diperbolehkan, dengan syarat hamba Alloh yang dimintai tolong itu masih hidup, hadir, dan punya kemampuan.
  3. Kalaupun benar bahwasanya Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy minta bantuan pada mereka, maka tidaklah hal itu salah, jika berdasarkan ijtihad dan ketajaman pandangan beliau bahwasanya kemaslahatannya lebih besar daripada mafsadahnya.
  4. Pertempuran ini, sebagaimana fatwa para ulama, merupakan pertempuran antara Islam dan kufur, bukan semata-mata antara Ahlussunnah dengan Ahlul bid’ah. Makanya yang bangkit untuk menghadang kejahatan Rofidhoh bukanlah Ahlussunnah saja. Banyak hizbiyyun di Yaman (yang bukan Mar’iyyun) telah menyatakan bahwasanya jika Dammaj sampai dikuasai Rofidhoh, pastilah seluruh propinsi So’dah akan dikuasai mereka. Jika itu terjadi, dalam waktu yang dekat mereka akan menguasai seluruh Yaman, sebagaimana dalam rencana rahasia mereka yang telah tersingkap. Yang demikian itu dikarenakan Rofidhoh juga tersebar di berbagai propinsi di Yaman, seperti di Dzammar, Roda’, Hajjah dan yang lainnya. Jika So’dah berhasil mereka kuasai, yang lainpun akan bangkit semangatnya. Oleh karena itulah makanya para hizbiyyun (yang bukan Al Mar’iyyun Al Hussad Al Mukhodzdzilun) pada bulan ini juga memfatwakan wajibnya jihad memerangi Rofidhoh, bukan karena permintaan dari Darul Hadits Dammaj.
  5. Para ulama yang memfatwakan jihad melawan Rofidhoh, pandangan mereka lebih tajam, hati nurani mereka lebih peka, dan rasa kasih sayang mereka lebih besar daripada para masyayikh yang dipenuhi oleh rasa dengki semacam Muhammad Al Imam dan Abdul Aziz Al Buro’iy yang mengatakan bahwasanya peperangan antara Darul Hadits di Dammaj dengan Rofidhoh hanyalah sekedar rebutan gunung. Bukan demikian! Justru peperangan ini adalah perang antara Islam dan kekufuran. Makanya yang diseru untuk bangkit adalah seluruh Muslimin secara umum, sebagaimana Kholifah Harun Ar Rosyid dulunya menyeru seluruh lapisan Muslimin untuk bersatu memerangi Nashoro yang sedang menyerang perbatasan wilayah Muslimin.
  6. Contoh yang lain adalah: seruan Amirul Mukminin Al Mu’tashim billah seluruh lapisan Muslimin untuk berangkat memerangi Romawi yang menyerang perbatasan, hingga berbuntut penaklukan benteng Ammoriyyah yang terkenal itu yang menyebabkan Al Imam Ahmad bin Hanbal رحمه الله memuji dan memaafkan Al Mu’tashim.
  7. Contoh yang lain adalah: seruan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah kepada raja Mesir dan pasukannya, dan seluruh lapisan Muslimin di Syam untuk bangkit memerangi pengepungan tartar.
  8. Sengaja ana tidak menampilkan pemakaian Rosululloh صلى الله عليه وسلم Abdulloh bin ‘uroiqith sebagai penunjuk jalan ke Madinah karena diperselisihkan, apakah dia pada waktu itu telah masuk Islam ataukah belum. Akan tetapi contoh-contoh di atas merupakan pemahaman salaf yang tepat.
  9. Telah lewat penjelasan tentang bolehnya minta bantuan pada orang kafir untuk menghadapi orang kafir yang lain. Maka bagaimana jika yang dimintai bantuan tadi adalah orang yang masih muslim?
  10. Jika minta bantuan orang yang masih Muslim untuk memerangi orang Nashoro saja boleh ketika keadaan mengharuskan demikian, maka bagaimana dengan meminta bantuan Muslim untuk memerangi orang-orang yang lebih kafir daripada Nashoro? Syaikhul Islam رحمه الله dan yang lainnya telah menetapkan dengan dalil-dalil bahwasanya Rofidhoh lebih kafir daripada yahudi dan Nashoro
  11. Itu tadi jika Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy meminta bantuan pada Al Qoidah. Kenyataannya adalah bahwasanya beliau sama sekali tidak minta bantuan pada mereka. Merekalah yang bangkit untuk memerangi Rofidhoh tanpa beliau meminta.
  12. Hampir setiap tahun di wilayah selatan terjadi perang antara Al Qoidah dengan Rofidhoh. Sama-sama rebutan kekuasaan. Bukan karena Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy meminta bantuan pada Al Qoidah.
  13. Sebagian orang-orang Al Qoidah dulunya adalah murid Al Imam Al Wadi’iy. Manakala Usamah bin Ladin datang dan menawarkan bantuan bersyarat, beliaupun menolaknya. Akan tetapi beberapa murid beliau tergiur besarnya gaji sehingga meninggalkan beliau dan bergabung dengan dengan Al Qoidah. Al Imam Al Wadi’iy رحمه الله menghukumi mereka semua sebagai mubtadi’ah. Hanya saja manakala Rofidhoh dengan amat kejam menyerang Dammaj yang sehari-harinya cuma sibuk dengan ilmu dan dakwah, tergeraklah hati para mantan murid tadi untuk membela bekas tempat belajar mereka yang dulu. Asy Syaikh Yahya sudah mengumumkan berlepas diri dari mereka, dan bahwasanya orang-orang Al Qoidah tidak boleh menempel Ahlussunnah. Hanya saja sudut pandang kita di sini adalah: masih ada di kalangan Ahlul bida’ yang punya rohmat pada bekas tempat dia belajar yang dulu, beda dengan beberapa masyayikh dan ustadz-ustadz yang mengaku sebagai murid Al Imam Al Wadi’iy yang tidak peduli akan hancur atau selamatnya markiz beliau sekarang ini.
  14. Sebagaian hizb Mar’iyyun mengejek kami karena salah satu pemimpin pasukan penyelamatan yang datang dari luar adalah anggota Al Qoidah. Ini tidak benar! Beliau telah bertobat dari Al Qoidah sekian lama sebelum Rofidhoh mengganggu Dammaj. Dan beliau telah mengumumkan tobatnya itu sekian lama. Saat Rofidhoh menyerang Dammaj bangkitlah beliau membuktikan kecintaannya pada Sunnah dan salafiyyah walaupun harus mengorbankan nyawa.
Ini baru sebagian jawaban ana yang sangat disegerakan karena terbatasnya waktu. Walhamdulillah.

Daftar Isi

Pendahuluan. 2
Bab Satu: Parahnya Kerusakan Aqidah Pemberontak Rofidhoh. 3
Bab Dua: Wajibnya Membantu Pemerintah Muslimin untuk Menghadapi Ganasnya pemberontak Rofidhoh  7
Bab Tiga: Kebencian Rofidhoh Terhadap Darul Hadits di Dammaj 9
Bab Empat: Tekad Kami Untuk Mempertahankan Darul Hadits di Dammaj dari Keganasan Pemberontak Rofidhoh  9
Bab Lima: Kesiapan Kami Untuk Menanggung resiko Dalam Membela Agama dan Negri Muslimin. 13
Bab Enam: Syukur Kami Atas Perhatian Saudara di tanah Air. 13
Daftar Isi 14
FileHashes
CRC32: 7055D47E
MD5: 80FC13B5729159B2CCB4F18E987D312E
SHA-1: 3D769A3EECF8FF2E870A121F67FCBFC60A8B6BED

  Surat Abu Fairuz 8 Muharram 1433H (780.0 KiB, 36 hits)

Sumber: isnad.net

Publish:artikelassunnah.blogspot.com

 

Saturday, December 3, 2011

Bantuan Donasi Peduli Ahlussunnah Yaman

Segala puji bagi Allah, salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka hingga kiamat tiba. Amma ba’du.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah bersaudara.” (QS. al-Hujurat: 10)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sempurna keimanan salah seorang dari kalian sampai dia mencintai kebaikan bagi saudaranya sebagaimana yang dia cintai bagi dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kaum muslimin –yang semoga senantiasa dirahmati Allah- apa yang menimpa saudara-saudara kita di Dammaj dan sekitarnya di negeri Yaman berupa pengepungan dan penyerangan oleh Kaum Syi’ah Hutsiyin –hingga menjatuhkan korban jiwa- adalah sebuah musibah bagi umat Islam. Memang demikianlah ulah kaum Syi’ah di sepanjang perjalanan sejarah.

Para ulama sangat merasa prihatin. Hal ini telah diungkapkan oleh Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad, Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali [fatwa terlampir], dan para ulama yang lain -semoga Allah menjaga mereka semua-. Mereka menghimbau kaum muslimin untuk mendoakan kebaikan dan keselamatan untuk saudara-saudara kita di sana. Pihak-pihak terkait juga diharapkan bantuannya sesuai kemampuan dan kapasitasnya masing-masing.

Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari bermaksud untuk mengajak segenap umat Islam di Indonesia yang memiliki kemampuan untuk membantu kesusahan yang sedang dialami saudara kita secara khusus para penuntut ilmu dari Indonesia yang sedang menimba ilmu di sana, dan umat Islam di Yaman yang terzalimi secara umum. Insya Allah bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui sebagian penuntut ilmu dari Indonesia yang sekarang berada di Yaman.

Bantuan dapat disalurkan melalui:

Rekening Bank BNI Syari’ah, No. Rekening 0105338917

Atas nama: Syarif Mustaqim QQ LBIA

Bagi yang telah menyalurkan donasi mohon mengirimkan sms konfirmasi dengan format:

peduliyaman [spasi] nama [spasi] alamat

Kemudian dikirimkan ke nomor: 0856 4326 6668

Sebagai pertanggungjawaban atas kegiatan ini, laporan donasi insya Allah akan kami update secara berkala dan perkembangan penyaluran dana –apabila sudah tiba waktunya- juga akan kami sampaikan kepada segenap khalayak melalui website www.muslim.or.id.

Semoga Allah ta’ala mengikhlaskan ucapan dan perbuatan kita untuk ikut serta meringankan beban dan derita yang dialami oleh saudara-saudara kita di sana. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.

Yogyakarta, 6 Muharram 1433 H/ 2 Desember 2011

—
:: Lampiran 1: Fatwa Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad
Berikut ini adalah teks pertanyaan akhuna Abdurrahman Al Umaysan (penuntut ilmu asal Yaman yg studi di Jami’ah Islamiyyah) terhadap Syaikhuna Al Abbad:
قد سألت شيخنا العلامة عبدالمحسن العباد البدر – حفظه الله – ظهر يوم الثلاثاءالموافق 4 من شهر الله المحرم هـ1433 في مسجدهعن الجهاد في دماج وماذا تنصحوننا أن نفعل وكذلك أهل اليمن – إذ إن شيخنا متتبع لأخبارهم منذ فرض عليهم الحصار ؟
Saya bertanya kepada syaikhuna Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad -hafizhahullah- pada hari Selasa siang, tanggal 4/1/1433 H di mesjid beliau; tentang jihad di Dammaj dan apa yang antum nasehatkan supaya kami dan warga Yaman lakukan, mengingat engkau -wahai Syaikh- selalu mengikuti berita mereka sejak pengepungan dimulai?
فأجاب شيخنا متألما: لا شك أن ما يحصل في دماج من قتال هو جهاد في سبيل الله فمن استطاع من أهل اليمن أن يقاتلهم فليفعل لكن لابد من استئذان الأبوين وأنا أقول مناوشة الرافضة من جوانب متعددة هو الأولى، لأن الوصول لدماج والقتال معهم صعب لأنهم محاصرون من كل جانب
Maka Syaikh menjawab dengan nada sedih: Tidak diragukan bahwa perang yang terjadi di Dammaj adalah JIHAD FI SABILILLAH. Siapa pun dari warga Yaman yang bisa memerangi mereka, hendaklah turut serta, namun harus minta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya. Menurutku, menyerang kaum rafidhah dari banyak sisi lebih diutamakan, mengingat sulitnya untuk masuk ke Dammaj dan sulitnya berperang bersama mereka  (saudara kita -pent), karena mereka dikepung dari seluruh penjuru.
ختم الشيخ بقوله:الله يدمر الرافضة الله يدمرهم
Syaikh lantas menutup jawabannya dengan mengatakan: Semoga Allah menghancurkan kaum Rafidhah, semoga Allah menghancurkan mereka !

Mohon disebarkan seluas-luasnya, Jazakumullahu khairan

 Publish: artikelassunnah.blogspot.com , muslim.or.id

Tuesday, November 8, 2011

LIPUTAN KHUSUS: Gemuruh Lembah Dammaj + Video Eksklusif

Berita terkini Darul Hadits Dammaj  dari  al-Akh Abu Fairuz di Dammaj -semoga Alloh menjaga mereka semua-


Penyerbuan atau Penyerangan Kaum Syiah Rafidhoh Semoga Allah Hancurkan Mereka Kepada  Kaum Muslimin Ahlus Sunnah Semoga Allah Menangkan mereka di Darul Hadits Dammaj

Langsung dari Darul Hadits Dammaj,Yaman berkata al-Akh Abu Fairuz dan ikhwah yang lain -semoga Alloh menjaga mereka semua-  [Kepada semua yang membaca berita ini, jika ingin disebar luaskan HARAP MENCANTUMKAN SEMUA BERITA YANG ANDA  BACA - TANPA MENGURANGI / MENAMBAH BERITA !! Jangan mencari 'keuntungan'  dan atau menyembunyikan sesuatu untuk mengelabui kaum muslimin dari berita-berita perang Ahlussunnah di dammaj, dengan memutus berita yang tertera disini] semoga Alloh membalas niat kalian





Hari Rabu, 8 Februari 2012 M/16 Rabi’ul Awwal 1433 H
Masih terus pasukan iman berhadapan dengan pasukan Rafidhah, sang pecundang. Masih terus saling menembak diantara mereka dengan peluru mortir hanya peluru mereka jatuh ke gabungan Kabilah Ahlus Sunnah dalam keadaan tidak meledak dan tidak membahayakan Mujahidin adapun peluru Mujahidin jatuh mengenai daging yang empuk dan tepat sasaran! Ini semua karena karunia Allah semata.
  • Orang-orang Rafidhah berusaha melakukan penyusupan ke daerah-darerah yang telah dikuasai Mujahidin pada hari perayaan maulid mereka, maka Mujahidin menghadapi mereka dengan tembakan yang mengakibatkan 4 orang Rafidhah jatuh dan tewas, ini karena karunia Allah semata.
  • Juga pada selasa pagi, saudara kami dari gabungan Kabilah Ahlus Sunnah telah berhasil membunuh 3 orang Rafidhah.
  • Kemarin siang, Mujahidin menembakkan meriam P 10 ke arah markas Rafidhah dan berhasil membunuh 1 orang dan 1 orang terluka dan orang terluka ini tidak mendapatkan seseorangpun yang menolong untuk mengobatinya akhirnya mati ditempat, agar supaya diketahui oleh orang-orang yang tertipu oleh Rafidhah bahwasanya orang-orang Rafidhah sama sekali tidak peduli dengan anggotanya sendiri !!!
  • Juga ikhwah Mujahidin menembakkan peluru mortir dan jatuh di pos perlidungan Rafidhah yang mengakibatkan beberapa orang terkena tembakan tersebut akan tetapi tidak diketahui jumlah korbannya, segala puji dan anugerah hanya milik Allah semata, baik yang terdahulu atau yang akan datang.

Senin, 13 Rabi’ul Awwal 1433H | 17:53 wib 
Dari Ahmad Ibrohim (Semarang) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” (kemarin ahad) sejak maghrib sampai kini rofidhoh serang ikhwah di hajur, 13 ikhwah gugur (menjeput syahadah). rofidhoh lebih banyak (mati), syaikh Abdul Hamid Hajuri minta do’a untuk mereka. Qunut sempat berhenti sehari semalam, lalu ancaman-ancaman rofidhoh, lalu mulai qunut lagi, setelah perampokan besar terakhir terhadap truk kami, syaikh Yahya dan Syaikh Ahmad lebih keras qunutnya. Kemarin mereka rampok truk kami di thoriq sufyan, rugi besar. Tadi Syaikh Yahya bilang pada kami semua bahwa upaya rofidhoh rebut wilayah-wilayah di hajur gagal. 70 dari mereka mati.” -selesai-
Jum’at, 11 Rabiul Awwal 1433H | 12:20 wib
Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “..kemarin di kitaf perang, 1 akhi gugur, rofidhoh dengan 3 mobil dilarikan ke rumah sakit sho’dah, entah luka/mati. Sekarang di Gunung Mudawwar, rofidhoh pasan tulisan besar ” Labbaika Ya Rosululloh “..Syaikh Yahya saat dibekam oleh al-Akh Utsman bilang bahwa ada rofidhoh telpon beliau (berkata) “kami akan serang kalian selama 48 jam”. Intimidasi biasa, barang bisa masuk (dammaj), 4 mobil dari son’a mau ke dammaj dihadang rofidhoh dan bilang “kami harus periksa kalian” ikhwah jawab ” kami tak periksa kalian, maka kalian jangan periksa kami, jika kalian memaksa maka kita perang”. Maka rofidhoh bubar dan biarkan 4 mobil itu sampai ke dammaj. Alhamdulillah” -selesai-
Jum’at , 26 Safar 1433H | 07:41 wib
Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “..hari ini (kemarin, kamis 25 shafar  ;ed) perang besar di kitaf dengan senjata-senjata jarak jauh. 1 (satu) al-Akh gugur, dari pihak rafidhoh belum diketahui ” -selesai-
Rabu (Malam Kamis) , 25  Safar 1433H | 18:14 wib
Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “..rofidhoh tambah kurang ajar, di sho’dah kantor transfer uang “aidarus” ditutup paksa dan seorang pegawainya dipukuli karena melayani transfer uang ke dammaj, mobil-mobil yang mengantar barang dagangan ke dammaj diperiksa dengan ketat, sebagiannya boleh jalan, sebagiannya ditolak. Di jalur sufyan rombongan besar yang membawa bantuan pangan dam sebagainya untuk dammaj dari seorang saudagar (kaya) dirampok rofidhoh. Di ‘Ahim kemarin perang , 60 rofidhoh  mati,  beberapa muslim luka.” -selesai-
Sabtu (Malam Ahad) , 21 Safar 1433H | 21:37 wib
Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “Tadi malam 2 mobil rafidhoh serang posisi ikhwah di kitaf, terjadi baku tembak 1.5 jam, 1 akh luka,sementara 2 mobil tadi lari penuh dengan mayat dan orang luka” -selesai-
Sabtu , 20 Safar 1433H | 04:33  wib
Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Alloh tahu kami ahlussunnah cinta Ilmu, kebenaran dan kedamaian. Kami ingin belajar dengan tenang sebagai warganegara yang baik, tapi pemberontak rofidhoh terus meneror orang yang mau (masuk) ke dammaj. Di kitaf rofidhoh bertekad dirikan NEGARA, dan kaum muslimin bertekad HALANGI. Perang besar hari ini (kemarin) muslimin 4 gugur -rahimahulloh-, 7 mobil lari ke sho’dah penuh mayat rofidhoh. di hajur rofidhoh ingin kuasai wilayah itu hingga pelabuhan midi agar bantuan dari IRAN bisa masuk dengan cepat. Hari ini muslimin terus hantam mereka di hajur, 4 muslimin gugur -rahimahulloh-, mayat-mayat rofidhoh banyak dan belum bisa diambil. Syaikh Yahya terus hubungi kedua front tersebut (di Hajur dan Kitaf) lalu bercerita kepada thullab. Berita ini juga (sama) ana dapat dari Ahmad as-Samidi..dll” -selesai-
Jum’at , 19 Safar 1433H | 11:12  wib
Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “kabar dari hajur untuk perang kemarin, 5 (lima) ikhwah gugur -rahimahulloh-, 24 rofidho mati, ahroqohumullohu binnar. Ana tanya syaikh yahya tentang thullab yang bilang “sudah tidak ada jihad di dammaj, mari ke kitaf”, beliau jawab “hendaknya mereka tetap disini (dammaj), disini masih ada ribath” -selesai-, memang kondisi sho’dah masih rawan, dan rofidhoh sewaktu-waktu bisa kembali. Sebelumnya Syaikh Yahya bilang “kita penuhi kebutuhan-kebutuhan kita dulu, jika telah cukup, dan mereka mau menyerang lagi, (maka) kita sambut.”-selesai-. Ana juga tanya tentang jihad melalui media massa untuk bongkar kejahatan rofidhoh di dammaj dan penghianatan mereka terhadap kesepakatan di dammaj,secara rinci. Syaikh Yahya jawab “tidak apa-apa jelaskan itu secara rinci bahwa merekalah yang menyerang dan mendzholimi kita” -selesai-.
01:00  wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “rofidhoh memancing kekacauan, mereka memasang BOM-bom waktu di sho’dah hingga meledak, lalu buat selebaran yang menyudutkan ahlul dammaj dan tuduh kami langgar perjanjian, dan mereka cari-cari pembenaran untuk datang lagi (ke dammaj; ed). Pemeriksaan di sho’dah cukup ketat ” -selesai-
Kamis (Malam Jum’at) , 19 Safar 1433H | 18:46  wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” JazakAllohu khoyro, semoga Alloh muliakan pemerintah tanah air kita, mengokohkan kekuasaannya dan membimbingnya. Perang di hajur hari ini 2 (dua) ikhwah gugur, di kitaf 1 (satu) terluka, beberapa masyayikh qobilah sho’dah mulai bangkit dan berangkat ke kitaf. Allohummanshurhum..Allohumma a’inhum..Allohumma ahlik a’daahum ” -selesai-
Kamis, 18 Safar 1433H | 16:08 wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “adalah Abu Malik Ali al-Baiti (dari ahlu baiti Nabi -shallallahu ‘alayhi wa sallam-), beliau adalah da’i mustafid tua dari Lahj, kepala Maktabah ‘Ammah Darul Hadits Dammaj. Beliau -semoga Alloh menjaganya- termasuk yang semangati ana berjihad lewat media massa. Beliau bercerita bahwa 2 hari yang lalu (Selasa, 16 Shafar 1433H ;ed) al-Akh Ahmad ar-Roimi dicegat rofidhi di jalur sufyan. rofidhi bilang ” he!, cukur jenggot kamu..” maka beliau jawab dengan lantang “cukurlah jenggotku di al-Barroqoh..!!”. Maka rofidhi itu terdiam..” -sebagian nukilan tidak kami tampilkan-
04:32 wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “Sore tadi syaikh Yahya cerita pada kami bahwa terjadi perang sengit di hajur (nama sebuah tempat ;ed) antara muslimin dan rofidhoh. Juga cerita bahwa masyaikh kabilah-kabilah tihamam mulai bangkit perangi rofidhoh, juga menyemangati kabilah-kabilah sho’dah yang terkungkung ketakutan kerena bertahun-tahun dijajah rofidhoh. Beliau -semoga Alloh menjaganya- juga menukil berita tentang banyaknya rofidhoh yang mati di kitaf, dan tekad para ikhwah pasukan wailah habisi rofidhoh sampai gunung marron (sho’dah) “- selesai-
Rabu (Malam Kamis), 18 Safar 1433H | 18:19 wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “Berita dari Kitaf: Hari-hari ini Rafidhoh tidak menyerang besar-besaran hanya menembak dari jarak jauh. Seorang ikhwan wafat -rohimahullah-.” -selesai-
Rabu, 17 Safar 1433H | 03:00 wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” Hari ini (malam rabu) Syaih Yahya mengingatkan para thullab untuk jangan tertipu ucapan-ucapan lewat telpon “kalian sudah menang”. Musuh masih banyak dan bertebaran dimana-mana. Pos-pos mereka (syiah) juga masih banyak di jalan-jalan. Barusan Akh Akrom al-Ghoitsi, tholib yang jadi narasumber berita di Dammaj untuk salah satu stasiun TV Yaman -lewat telpon- bilang bahwa kita sebenarnya masih terkurung walau zonanya agak luas. Musuh masih bertebaran tidak jauh dari Dammaj dan mempersulit orang yang mau (masuk) ke dammaj. Akh Shodiq al-Baiti cerita bahwa hari ini rombongan al-Akh AHmad al-Hadhromi yang mau pergi ke Dammaj dicegat rafidhoh di jalur sufyan, mereka di intrograsi di Pos tersebut, saat menjawab “mau ke dammaj”, hampir mereka di keroyok para pemuda rofidhoh, tapi akhirnya dibebaskan ketua pos tersebut. Saat mobil sudah dekati Dammaj, dihadang lagi di pos rofidhoh dan dicatat (macam-macam) sehingga mengganggu kelancaran dan ketenangan. Ini persis diawal-awal pengepungan bulan dzulqo’dah 1432H. Alhamdulillah Alloh selalu jaga kami ” -selesai-
Selasa, 16 Safar 1433H | 07:19 wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” rofidhoh menyerang markas tentara di kitaf dengan ganas, disambut dengan berani oleh gabungan tentara pemerintahan dan pasukan ikhwah. Sebagian ikhwah melambung lewat jalur rahasia hingga bisa mengepung rofidhoh. 2 (dua) ikhwah terluka, 40-50 rofidhoh mati. Malam ini (semalam ;ed) sesuai permintaan syaikh Robi’ -semoga Alloh menjaganya-, syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya- menyediakan waktu ba’dal maghrib untuk Syaikh Robi’  muhadhoroh (telelink ± 25 menit ;ed)  tentang keutamaan ilmu dan harapan bahwa muhadhoroh ini sarana untuk menyatukan hati. Diakhir kata Syaikh Robi’ minta Syaikh yahya berkunjung ke Saudi dan mengajar dimajelisnya Syaik Robi’ ” – selesai-
Senin, 15 Safar 1433H | 03:46 wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “berita dari kitaf, pemberontak rofidhoh bergerak untuk merebut salah satu markas tentanra pemerintahan, terbaca oleh pasukan kaum muslimin dan didahului masuk markas. Para tentara menyambut baik (pasukan) muslimin dan menyerahkan TANK dan MORTIR pada mereka, lalu dipakai untuk perangi rofidhoh” -selesai-
Malam Ahad,  14 Safar 1433H | 22:26 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “..sementara perang sengit di kitaf, 3 ikhwah gugur (menjemput syahadah), beberapa luka-luka, yang MATI dari pemberontak rofidhoh tak terhitung. Gas Elpiji di sho’dah menghilang sementara, harga gas di Dammaj mulai naik lagi. Alhamdulillah kami terus-menerus dalam limpahan nikmat Alloh” -selesai-
Sabtu, 13 Safar 1433H | 08:04 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Syaikh Yahya dalam muhadhoroh kemarin memberika faedah tentang keutamaan ilmu dan ujian-ujian dalam menuntut ilmu, dan kita diserang bukan karena kursi dan kekayaan duniawi tapi karena ilmu yang kita dakwahkan. Pembeliaan kita terhadap dakwah ini adalah jihad, para ikhwah tinggalkan keluarganya demi berjihad bela saudara-saudara mereka, sebagian dari mereka punya pekerjaan dengna gaji besar. Mereka tinggalkan itu semua demi jihad ini,tanpa  gaji dengan pemerintah dan dari siapapun. Mereka hanya cari pahala jihad dari Alloh, bahkan mencari syahadah. Sampai di kitaf bukannya tinggal di hotel, tapi di matras (pos jaga), ada yang gali lubang perlindungan lalu duduk siaga disitu ditemani panasnya siang dan dinginnya malam. Kami rindu mereka dan mereka juga rindu pada kami. rofidhoh telah menipu banyak orang, pada salah satu pertempuran di kitaf para ikhwah berhasil bunuh banyak rafidhoh, saat mayat-mayat mereka diperiksa ternyata ada anak-anak yang ikut terbunuh, dia bawa ponsel, lalu ponsel itu diangkat oleh seorang ikhwah, dan ternyata berdering. Saat dibuka ternyata ada suara ibu-ibu, ikhwah ini bertanya “ada apa bu..?” si ibu menjawab “ini adalah ponsel anakku, dimana dia ?” ikhwah tadi menjawab ” Anak ibu telah terbunuh bersama para hawatsah” ternyata ibu itu menjawab ” Semoga Alloh membinasakan hawatsah, semoga Alloh hancurkan mereka, aku telah larang anakku untuk ikut mereka, tapi mereka pengaruhi dia. Semoga Alloh menolong kalian, semoga Alloh menangkan kalian”. lalu Abu fairuz berkata ” rofidhoh di dammaj dan kitaf bertekad sekali untuk ajak kita damai. Komandan ikhwah di kitaf ajukan syarat-syarat yang bagus untuk terjadinya perdamaian, mereka kirimkan lembaran itu padaku (yakni Pemimpin Kaum Muslimin di Dammaj Yahya al-Hajuri ;ed) dan semua tidak menyelisihi al-Qur’an satu huruf-pun. Lalu rofidhoh menampakkan persetujuan, ternyata habis itu rofidhoh justru perkuat matras dan penuhi poin-poin yang mereka sepakati, maka perdamaian gagal. Lalu syaikh Husain Ahmar pergi tinggalkan kitaf dan temui aku hari ini (kemarin, jum’at 12 shafar 1433H, ed), untuk selanjutnya pergi ke Saudi -semoga Alloh balas dia dengan kebaikan atas jasanya- menghentikan pengepungan rofidhoh terhadap dammaj dan memasukkan bahan-bahan makanan dan sebagainya. Tidaklah mensyukuri Alloh orang yang tidak mensyukuri manusia” berkata abu fairuz ” demikian ringkasan muhadhoroh kemarin” wallohu a’lam ” -selesai-
05:01 wib 
Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Alhamdulillah kiriman (ke-4) telah ana terima dan mulai ana bagikan dengan bantuan akhuna Harits al-Jabaliy. Kami ucapkan pada muhsini “JAZAKAMULLOHKHOIRO” tidaklah bersyukur pada Alloh orang yang tidak bersyukur pada manusia” -selesai-
Jum’at, 12 Safar 1433H | 19:00 wib
Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Rombongan pengunjung dari berbagai provinsi datang ke Dammaj dan disambut Syaikh Yahya. Kemarin malam Syaikh Yahya ceramah bagus dan ada nasihat yang membikin air mata menetes. Beliau juga mengingatkan bahwa Rofidhoh di Kitaf melanggar janji dan siap-siap perang.” -selesai-
Kamis, 11 Safar 1433H | 9:52 wib
Dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Abdul Qodir al-Udainiy (Bagian Pemberitaan Darul Hadits Dammaj) mengatakan ” rofidhoh di kitaf mengaku siap bayar seluruh kedzholiman mereka pada kaum muslimin dammaj” kata Syaikh Yahya pada pasukan di Wailah yang telah dominasi di kitaf “Jangan kalian lengah ajakan rofidhoh untuk damai. jangan sampai tragedia Ahlu Baqil terulang lagi” beliau mengatakan ” dulu rofidhoh ingin jajah ahlu baqil, maka terjadi perang dashsyat dan rofidhoh terdesar, lalu ajak damai. Ahlu Baqil tertipu dan mau tanda-tangan tentang damai. Saat mereka lengah, rofidhoh hantam mereka tanpa belas kasihan, lalu rofidhoh menghinakan mereka dengan sangat hina, ini sekitar 4 tahun yang lalu (1429H)” demikian syaikh yahya cerita pada kami beberapa kali. Demikian rofidhoh jika dapat kesempatan, sebagaimana kata Imam Syaukani -semoga Alloh merahmatinya- . Sungguh benar kata Syaikhul Islam ” (syiah) rofidhoh adalah kelompok yang paling pendusta di (atas) bumi” Sunggu betul kata Ibnul Mubarok “rofidhoh bukan dari Ummat Muhammad shallallahu alayhi wasallam ” -selesai-
6:11 wib
Dari Hasan (magetan) ” Alhamdulillah, untuk menghindari kejaran wartawan, ternyata para ikhwah kita mendapat perlakuan khusus langsung dari Kemenulu RI, mereka langsung diinapkan di Hotel *****, sedangkan Al-Akh Abdul Hady sudah dibawa di R.S Polri Kramat Jati. Semua biaya ditanggung penuh oleh pemerintah, hatta operasi dan pengobatan Abdul Hady ..” -selesai-
Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Hasbunallohuwani’malwakiil, dulu Imam Ahmad -rahimahulloh- Fudhoil bin ‘Iyadh dan jumhur salaf berusaha memperjarang hubungan langsung dengan penguasa. Kita Ahlussunnah meyakini wajibnya memuliakan penguasa, taat dan membantu mereka dalam kebaikan, tapi kami kuatir akan tertimpa fitnah yang kami tidak sanggup memilikulnya jika sering dekat-dekat dengan mereka, Allohumma sallim sallim…” -selesai-  pada 10 safar 1433H
Rabu, 10 Safar 1433H | 15:25 wib
Telah mengabarkan kami dari Abu Hazim (magetan) dan Abu Ayyub (ngawi) dari Muhammad Limbory dan Khaidir (dammaj) berkata “Alhamdulillah mujahidin kita sekarang sedang bangun markiz ilmu ahlissunnah di daerah wailah yang diberi dukungan oleh Imam Darul Hadits Dammaj Syaikhuna an-Nashihul Amin Yahya, dimarkiz baru tersebut diasuh oleh murid-murid syaikhuna yahya diantaranya; Abu Hatim Sa’id Da’as dan Fathul Qodasi” -selesai-
Selasa (Malam), 10 Safar 1433H | 22:23 wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “di kitaf, pasukan muslimin beri rofidhoh 2 pilihan; 1. mereka adalah masyarakat biasa, sehingga tidak boleh sok periksa orang-orang,rampok desa dsb.Maka mereka harus serahkan senjata-senjata berat mereka pada pemerintah. Nanti pasukan muslimin juga begitu. 2. Mereka merasa sebagai pemerintah yang berdaulat, jika begitu mereka harus umumkan berdirinya pemerintahan mereka,dan muslimin akan perangi mereka sampai salah satu pihak habis. Di Dammaj, rofidhoh belum mau bayar ganti rugi kejahatan mereka. Malam ini muhadhoroh syaikh lewat telepon untuk belasan ribu pasukan muslimin di kitaf.Salam”-selesai-
Senin, 8 Safar 1433H | 15:42 wib
Dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya – berkata ” Alhamdulillaah kiriman akhuna Hasan (ke-3) **** telah ana bagi-bagikan ke Mujahidin dengan bantuan al-Akh Harits, semoga kita selamat dalam tanggungjawab dihadapan Alloh. oya kemarin rofidhoh merampok barang dagangan seorang thullab yaman saat mau masuk Dammaj. Kerugian sekitar 90.000 reyal (Rp.4,5 jt). Ini mahal untuk ukuran thalib, semoga Alloh penuhi perut rofidhoh dengan api ” -selesai-
7 Safar 1433H | 21:14 wib
Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Rofidhoh buat gara-gara lagi. Sore tadi datang buldozer dari arah Nuqu’ mau menguruk parit-parit perlindungan Ahlud Dammaj. Terjadi ketegangan sampai seorang penjaga memberikan tembakan peringatan.” -selesai-
17:10 wib
Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “”Mulai ada pengkhianatan. Rofidhoh menahan mobil pencari solar utk markiz. Rofidhoh juga datang dan kumpul di Nuqu’. Juga datang ke Wathon. Ini kabar dari Ali Albaiti dkk.”" -selesai-
15:43 wib
Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Hari ini Rofidhoh mau merebut markas tentara di Kitaf. Terjadi perang sengit Rofidhoh lawan tentara.” -selesai-
09:40 wib
Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” rafidhoh najis melanggar gencatan senjata di kitaf dan menyerang ikhwah, maka dihantam balik. 1 rofidhoh mati, 1 ikhwah luka ditelapak tangan ” -selesai-
Sabtu, 6 Safar 1433H | 20:12 wib
Dari Hasan (Magetan) dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Dammaj tenang dari tembakan. Sholat jama’ah dan durus ‘ammah masih diruang *******. Masih qunut nazilah. Hutsiyyun belum setujui untuk bayar darah yang tertumpah. Yang luka tembak atau ledakan, dari Indonesia tidak ada. Jika terkilir saat jaga/lewati parit perlindungan ada. Yang pulang dan butuh perawatan intensif al-Akh ******  dan dijemput untuk dimuliakan. Tholibil ilmi tsabit. *** -selesai-
10:06 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Sombongnya rofidhoh ! menggeledahi orang di jalan-jalan, menuntut masyarakat tunduk dan bayar zakat pada mereka. Memang sampai hari ini mereka masih banyak di mudawwar dan shoma’. Tadi malam Syaikh Yahya di dars ‘amm menyemangati thullab untuk jangan pergi dari dammaj meskipun keluarga menuntut, sampai jalan benar-benar aman karena musuh masih dimana-mana. Beliau juga ingatkan akan ke….” -terputus-
Jum’at, 5 Safar 1433H |14:07 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Syaikh Yahya masih menunggu tandatangan dari Abdul Malik al-Hutsiy (pimpinan rofidhoh hutsiy) untuk kesepakatan penarikan seluruh pasukannya dari Dammaj. Tapi sepertinya mereka tak ingin pergi dari gunung
shoma’ dan mudawwar selamanya. Kitaf (kattaf) masih perang, kami sedang sibuk renovasi dinding-dinding benteng al-Barroqoh yang rusak…”-selesai-
08:15 wib
Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Hari ini masih ijtima’ antara Syaikh Yahya dengan Syaikh Husain Ahmar karena rofidhoh ingin langgar kesepakatan. Mereka ingin tetap di mudawwar dan shoma’, dan kami bukan teroris yang gemar ancam stabilitas, bukan pula preman yang suka kekerasan. Kami ini belajar dengan tenang sebagai warga yang taat kepada Negara. Tapi musuh masih ancam keamanan.” -selesai-
Kamis, 4 Safar 1433H | 14:06 wib
Dari Abu Hazim (magetan) dari Amin (Dammaj) ” Alhamdulillah, keadaan semakin membaik, banyaknya bantuan masuk, sembako, uang dll. Jalan sudah dibuka. Rofidhoh ketakutan sekali karena ahlussunnah banyak menyembelih mereka. Mereka bilang ” ..Hajuri mengirim Jin”, karena mereka melihat temannya banyak mati tidak ada luka sama sekali ” -selesai-
01:05 wib
Dari Hasan (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) berkata “JazakAllohu khoyro, Insya Alloh sabtu (6 safar) besok sekitar 8 (delapan) orang thullab Indonesia akan berangkat ke Shon’a, mereka akan pulang ke Indonesia yang difasilitasi oleh KBRI di shon’a. Insya Alloh gratis sampai rumah, diantaranya: ********. Alhamdulillah dammaj sudah tenang kembali pasca shuluh (perdamaian). Suasana seperti lebaran, semua bisa ceria kembali, toko-toko dan pasar sudah ramai” -selesai-
Berkata Pak Yoyok (dammaj) ” Alhamdulillah semua fulus kemarin dari antum sudah bisa diambil semua dan sedang dibagikan kepada semua thullab indonesia, semoga bermanfaat untuk semua, sampaikan kepada semua muhsinin di Indonesia. JazakAllohukhyrol jazaa’ dan salam untuk mereka..” -selesai-
Berkata Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Syaikh Yahya dalam dars amm bekali-kali nasehati thullab untuk tetap tinggal di dammaj. Saat 1 orang indonesia masuk ke (tempat) syaikh yahya untuk bicarakan kepulangan mereka, syaikh nasehati ” sebaiknya jangan pergi“.  Saat 1 orang (lagi) indonesia masuk minta nasehat beliau dan dia bingung pilih apa, syaikh bilang ” terserah kamu!“. berita kepulangan sejumlah thullab indonesia membuat mujahidin yaman terpukul. Bahkan Syaikh Abu ‘Amr al-Hajuri telepon ana semangati ikhwah, ini berlaku untuk yang tidak punya udzur syar’i..”-selesai-
Rabu, 3 Safar 1433H |00:44 wib
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” Di Kitaf kemarin perang sengit, 70-an rofidhoh mati, muslimin terus merambat maju. Hari ini (selasa) disana 1 sunni gugur kena sniper. Di Dammaj lajnah usir rofidhoh dari mashrohah…Wathon dan Nuqu’. Blokade di khoniq masih diupayakan terbuka total. Hari ini datang bantuan pangan dari Mahadzir. Kemarin bantuan dari Bani’, Uwair. inna ma’al usri yusro ” -selesai-
Selasa, 2 Safar 1433H |15:07 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Musuh masih di gunung-gunung Dammaj,belum pergi. Kami tidak tahu makar mereka. Kami masih qunut sampai mereka pergi dari Dammaj, dan sampai Alloh menangkan mujahidin wailah yang masih bertempur di kitaf” -selesai-
09:18 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Alhamdulillah toko-toko telah penuh barang, makanan dan sebagainya. Meski rafidhoh belum pergi dari dammaj. Mereka mundur dari matras baru di al-Barroqoh ke matras awal dekat kaki al-Barroqoh. Belum tenteram” -selesai-
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” gencatan senjata sepertinya memang tidak bisa diteruskan karenae rafidhoh meski tampak membiarkan -sebagian- mobil lewat untuk jual beli, mereka masih membangun matras di al-Barroqoh, meski mereka telah beberapa kali di ultimatum Syaikh Yahya karena langgar kesepakatan -seperti biasa-. Bahkan hari ini lajnah mau runtuhkan matras-matras masyarakat dammaj. Sehinggga terjadi ketegangan ” -selesai-
Ahad, 29 Muharram 1433H | 08:36 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Harusnya semua matras rafidhoh sudah dikosongkan, termasuk yang di khoniq, kenyataannya yang sudah mulai ditinggalkan adalah yang di nuqu’. Pos di khoniq masih ada, tapi mobil-mobil sudah bebas keluar masuk..hari ini kami bisa jalan-jalan, dan beli makanan-makanan yang berdatangan dari sho’dah. Kantor western union (wesel pos) juga sudah dapat dana segar dan ana terima” -selesai-
Telah mengabarkan dari saudara kami yang mulia Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- bahwa Hari ini dialog segitiga antara Syaikh Yahya, Syaikh Husain dan Gubenur (sho’dah) Faris Manna’. Semula Faris takut datang karena takut dibunuh di Dammaj, tapi disemangati oleh Syaikh Husain dan berkata Syaikh Husain “Syaikh Yahya baik dan tidak seperti yang anda banyangkan”, maka berjumpahlah keduanya dengan Syaikh Yahya menjelaskan indahnya manhaj ahlussunnah terhadap pemerintah, berkata Abu Fairuz ” Lalu Syaikh (Yahya al-Hajuri) menasehati keduanya” Faris Manna’ berkata “Syaikh Yahya, anda berhak jadi presiden” syaikh menjawab “Kursi pemerintahan bagiku lebih rendah daripada bawang, dan tidak lebih mahal daripada 1 darsku (majelisku)“, berkata syaikh Husain “Anda benar wahai syaikh (Yahya al-Hajuri) dan anda jujur, ucapan anda tidak berputar-putar” Kemudian Syaikh Husain berkata ” Yaa Syaikh Yahya, saya sekarang ingin jadi Ahlissunnah” Berkata Abu Fairuz “dari hasil dialog tersebut Faris Manna’ tampak sadar dan tunduk pada hujjah dan waqi’, rofidhoh harus pulang. Mulailah rafidhoh runtuhkan matras mereka di nuqu’ dan wathon. Jalan telah terbuka, mobil-mobil pedagang berdatangan dengan berbagai barang kebutuhan harian. Orang-orang bahagia dan bersyukur. Alhamdulillah” -selesai-
Sabtu, 28 Muharram 1433H |22:50 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Alhamdulillah Faris Manna’ mengalah pada hujjah dan waqi’, rofidhoh mulai kemas-kemas dan runtuhkan matras sendiri di nuqu’ dan wathon. Jalur telah terbuka, mobil-mobil pedagang berdatangan dengan berbagai barang kebutuhan harian. Uang telah datang ke Wester Union (wesel pos) di dammaj, ana dipanggil untuk ambil dan sekarang uang sudah  ditangan ana. Alhamdulillah. JazakAllohu khoyron” -selesai-
17:36 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Sebelum dzuhur, Faris Manna’ (pendukung pemberontak di Sho’dah) datang memperpanjang gencatan senjata, sementara rafidhoh masih terus mendekatkan matras mereka ke matras kami. Perang diplomasi yang dialami syaikh Yahya dan para masyaikh dammaj amat berat. Semoga Alloh mempermudah perjuangan mereka dan kita semua. Kemarin (jum’at) di kitaf total rofidhoh yang mati 20, sekarang (sabtu) 100. Faris Manna’ dipercaya presiden untuk lindungi rakyat sho’dah, tapi seluruh fasilitas militer malah dipakainya untuk dukung pemberontakan rofidhoh. Dia juga memuji Muhammad al-Imam dan Buro’i.” -selesai-
02:28 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Sungguh benar kata Syaikhul Islam “rofidhoh adalah kelompok yang paling pendusta dibumi”. Sungguh betul kata Ibnul Mubarok “rofidhoh bukna dari Ummat Muhammad -shallallahu ‘alayhi wassallam-. Sungguh tepat ijma’ ulama bahwa rofidhoh adalah kafir. Setelah terjadi penandatanganan kesepakatan dari kedua belah pihak, tetap saja rofidhoh tidak mau turun dari gunung-gunung disekeliling Dammaj, dan tidak mau buka blokade di Jalur Khoniq, sesuai dengan perjanjian. Akhirnya lajnah menaruh 10 orang tinggal di al-Barroqoh, 5 di matras kami, 5 dimatras mereka. Kami kuatir ada permainan tingkat tinggi dari Husain bin Abdillah al-Ahmar, karena barusan tersingkap dia tahun lalu beri pemberontak rofidhoh dana amat besar. 2 bulan yang lalu ternyata beberapa salafiyyun kunjungi dia untuk dinasehati agar (dia) jangan bantu rofidhoh seperti dulu. Ternyata nampak kebenciannya pada salafiyyuin. Sekarang saat pemerintah Saudi menjanjikan hadiah amat besar bagi orang-orang yang berhasil membuka pengepungan ke dammaj datanglah Husain al-Ahmar sebagai penengah yang simpatik. Kita tawakkal pada Alloh. Syaikhuna Yahya al-Hajuri suruh tetap waspada. Oya di akhir-akhir kitaf masih perang sengit. Beberapa muslimin luka, 3 rofidhoh mati. Beberapa pedagang dari salafiyyun di dammaj yang ingin ke sho’dah tetap saja di tolak rofidhoh. Tiada tembak-tembakan” -selesai-

Jum’at 27 Muharram 1433H |12:30 wib 
Dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “JazakAllohukhoiro. Ujian akan terus menyertahi orang yang masih hidup. Moga Alloh menolong kita, oya sampai detik inirafidhoh yang dilereng al-Barroqoh masih belum pulang. Mungkin belum punya ongkos mudik / ban mobil penjemput mereka bocor. Mereka sedih harus berpisah dengan kami. Memang mereka adalah tentangga baru yang unik. Tiap hari kami disuguhi besi dan api.” -selesai-
11:34 wib 
Dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Alhamdulillah pagi ini jum’at bahagia. Hasil kesepakatan mulai dijalankan dengan pengawasan lajnah. Para pedagang di dammaj berangkat ke sho’dah untuk belanja. Seakan-akan kami di hari kemerdekaan atau idul fithri. Tapi tetap diperintahkan waspada. Oya ana tahu niat sebagian ikhwah itu baik saat halangi ana kasih berita pada saudara-saudara di tanah air yang amat prihatin akan penderitaan muslimin didammaj, dan amat rindu dengan perkembangan berita ikhwah di Dammaj. Hanya saja sebagian ikhwah berlebihan, saat ana masih lanjutkan amalan yang bukan dosa ini, bahkan bagian dari jihad, mereka menempuh dosa besar dengan mengghibahi ana. Akibatnya ana merasa dimusuhi mereka. Sekarang ana telah memaaafkan mereka, dan ana mohon ampun kepada Alloh atas sikap ana yang belebihan ” -selesai-
Kamis, 26 Muharram 1433H |22:19 wib
Dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” rofidhoh kerja keras untuk buat kami mati kelaparan dari semua sisi, tapi Alloh membalas makar mereka, sampai kini di dammaj 250-anrafidhoh mati, di kitaf 300-an mati. Seluruh ulama, raja, presiden, pers dan masyarakat dunia dipalingkan hati-hati mereka oleh Alloh untuk dukung Ahlu Dammaj dan membenci rafidhoh. Bahkan panglima zaidiyah (salah saktu sekte sesat syiah) umumkan perang terhadap rofidhoh dan telah terjadi pertumpahan darah diantara mereka. Bahkan sore ini syaikh ‘nasional’ terbesar di Yaman, Husain bin Abdillah al-Ahmar datang ke dammaj dengan pasukan tempur amat besar memenuhi lapangan barat markiz daruh hadits dammaj. Lalu datang 6 truk besar bahan pangan tanpa bisa dihalangi rofidhoh. Tercapai kesepakatan bahwa mereka akan turun dan pergi dari dammaj dan buka jalan. Ana masih ingat ucapan-ucapan Muhammad Abdul Wahhab Wushobiy,Ubaid,Abdurrohman Mar’i untuk menjadikan Syaikh Yahya dan Dammaj terlupakan, dan Alloh membalas makar mereka. Syaikh Yahya makin harum di mata internasional, sebagai sunni yang jujur, teguh dan pemberani, dan terdzholimi. Tanpa minta dikenal, sementara masyaikh pendengki tadi makin tenggelam dan nyaris hilang” -selesai-
11:11 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Sebenarnya kemarin truk-truk palang merah sudah dekati dammaj dengan 1000 (seribu) karung bahan pangan, tapi ditahan rofidhoh tidak boleh masuk kecuali memberikan 1/4 untuk mereka. Palang merah bilang “tidak, ini untuk dammaj”. Setelah tiada kata sepakat pergilah truk-truk tadi dari dammaj. (Akibatnya) Tekanan berbagai pihah terhadap rofidhoh membesar. Hari ini dijanjikan truk-truk tadi akan bisa masuk dammaj dengan aman” -selesai-
10:00 wib
Dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Abul Husain AHmad al-Hajuri -semoga Alloh merahmatinya, menganungerahkan syahadah padanya- adalah orang yang tua,cinta sunnah dan benci seluruh hizbiyyah . Beliau belum menjadi seorang ulama tapi sering dapat taufiq lebih banyak dari beberapa masyaikh seperti Muhammad al-Imam (orang yang dipandang ulama oleh luqmaniyyun di Ma’bar,Yaman), Muhammad Abdul Wahhab Wushobiy, al-Buro’i, Abdulloh adz-Dzammari, Utsman as-salimi. Kemarin kiriman dana di Western Union (bantuan kaum muslimin dari Negara lain,termasuk Indonesia) di dammaj dilarang masuk oleh rofidhoh” -selesai-

00:45  wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Dulu Abul Husain al-Hajuri tiap kali adiknya (yakni Syaikh Yahya al-Hajuri) dan Darul Hadits Dammaj terancam bahaya, beliau langsung berangkat dari Hajur (desa tempat kelahiran syaikh yahya) ke Dammaj, sekarang ternyata jalur-jalur ke dammaj diblokir oleh rofidhoh, lalu dammaj dihujani mortir. Maka Abul Husain bergabung dengna pasukan Kaum Muslimin (yang sekarang sudah mencapai 10.000 ribu orang) menembus desa demi desa dari wailah hingga kitaf (kattaf) demi membebaskan dammaj. Beliau terus-terusan di garis depan sampai hari rabu tadi. Muslimin maju 3 Km, kuasai mayoritas kitaf. Yang tewas dari rofidhoh lebih dari 200 orang, dikeruk temannya dengan dengan mesin keruk besar. yang meninggal dari Kaum Muslimin 15 orang termasuk Abul Husain -rahimahulloh wa kullahum- dan gugur sebelum berjumpa dengan adiknya yang dia cintai yakni Syaikh Yahya al-Hajuri.” -selesai-
Rabu, 25 Muharram 1433H |15:53 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Lajnah (semacam panitia) datang ke dammaj menawarkan perdamaian demi keuntungan rofidhoh seperti biasa. Kita dilarang menambah matras di Dammaj, sementara sekarang rofidhoh telah maju mendekati matras kita dipuncak al-Barroqoh. Secara teori kita nanti tidak bisa lagi jalan ke maktabah ammah atau berdiri depan rumah Syaikh Ahmad Wushobiy. Tapi Alloh tidak akan biarkan kita dibinasakan oleh Kuffar kadzdzabin itu -InsyaAlloh-. Walau mereka sejak kemarin-kemarin memang telah pakai penangkal pesawat untuk menembaki rumah ikhwah. Hasbunallohuwani’malwakil” -selesai-
13:27 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Saat kami dihantam haun dengan dzholim dan ngawur, kami membela diri dengan haun mazhlumin (orang yang terdzholimi) dan tembakan yang tepat karena Alloh membela mazhlumin. Jika kami diserang lagi denga dzholim kami akan kembali membela diri sebagai mazhlumin. Kebenaran ada pada bayan dan hujjah, bukan pada besarnya sorban dan jubah. BarokAllohufiykum” -selesai-
12:06 wib
Kami bertanya kepada Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- tentang Ucapak Syaikh Yahya bahwa beliau memuji Syaikh RObi, Syaikh Abbad dan Syaikh Muhammad bin Hadi, berkata Abu Fairuz
“Semalam ana dan ahlul maktabah sibuk memindahkan kitab-kitab syaikh yahya sehingga
tidak terdengar dars beliau (Syaikh Yahya)..kata Rifa’i, karena Syaikh RObi, Syaikh Abbad dan Syaikh Muhammad bin Hadi serukan untuk bantu Dammaj dengan amat serius” -selesai-
Selasa, 24 Muharram 1433H |23:28 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- ” Barusan kami diminta pindah kitab Syaikh Yahya. Ternyata 1 haun agak meleset, 2 haun hantam ujung dinding ruang jemuran rumah beliau, yang ke-4 hantam atap rumah dan merusak eternit maktabah beliau. Ada 7 orang disitu, selamat semua. Alhamdulillah. Pembalasan disegerakan! Muslimin tembakkan haun ke mashrohah (lereng al-Barroqoh), sekelompok rofidhoh mati, lalu diganti kelompok lain, dihantam lagi dengan haun kaum muslimin hingga mati lagi. Demikian terulang-terulang hingga sekitar 30 dari mereka mati. Demikian kabar saksimata dari Abdin” -selesai-
16: 54 wib
Dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Jam 11:35 (15:35 wib), 1 haun menghantam atap ghurfah dhuyuf, dekat dengan rumah syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya-. Kami kuatir ada mata-mata rofidhoh bocorkan peta pondok. Jam 11:45 (15:45 wib) datang lagi haun amat dekat dengan rumah beliau. Kami yakin ini kerja penghianat seperti tragedi tewasnya syaikh Ali Naji 3 (tiga) tahun yang lalu. Kami akan terus menyertai Syaikh Yahya hidup/mati dalam jihad syar’i ini. InsyaAlloh sampai Robb kami memberikan keputusan antara kami  dan musuh kami. Yang di hatinya ada rasa senang atas tetesan darah beliau/kami maka dia berserikat dengan pelakunya…Jam 12:05 (16:05 wib) haun ke-3 hantam dekat sekali rumah beliau -semoga Alloh menjaganya-, jam 12:10 (16:10 wib) datang lagi haun ke-4 disitu juga…cuma bisa memecah kaca maktabah, kaca sakan a’la dan tandon atas ” -selesai-
12:03 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Kabar gembira bagi kaum muslimin, disela-sela perang sengit kemarin, saksi mata lihat 10 rofidhoh terbunuh digunung Shouma’at dan diturunkan dari gunung. Alhamdulillahiwahdah” -selesai-
09:11 wib
Dari Ahmad Ibrohim (Semarang) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- (ketika ditanya “Apa jadi perang besar ?”) berkata ” Kemarin (senin) 2 orang luka. Syiah tiap pagi hingga maghrib tembaki markiz dan gunung dengan sengit. Orang-orang heran kemarin setelah ashar sampai sekarang tiada tembakan. Malam tadi mereka setel lagu-lagu” -selesai-
Senin, 23 Muharram 1433H | 10: 40 wib
Telah mengabarkan kepada kami, dari Abu Ayyub (ngawi) dari Fuad (dammaj) berkata “Bismillah, syaikh yahya kabarkan dalam 2 hari ini rofidhoh ancam serang dammaj dalam skala besar, mereka kerahkan senjata berat untuk serang dammaj,mereka ancam kali ini lebih besar ari 1 Muharram, hasbunalloh wa ni’mal wakiil..mohon perbanyak do’a” dan dari Abu ‘Aisyah Asnur (surabaya) dan dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Imron dari Abu Amin (Ambon) dari Abu Yusuf (dammaj) berkata “kemarin sore (ahad sore) syaikh yahya mengingatkan seluruh ikhwah siaga satu di mataaris mereka, karena dalam 2 hari ini syiah akan melakukan penyerangan habis-habisan, banyak-banyak do’akan kita di dammaj” -selesai-
09:38 wib
Berita kemarin (Ahad, 22 Muharram 1433H), dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Hari ini (Ahad kemarin) perang sengit di dammaj, 1 thalib meninggal. Adik Syaikh Abdul Hamid al-Hajuri luka tertembak. 1 Haun rofidhoh hantam rumah seorang ibu tua, melukainya dan 2 anaknya. Tempat penyimpanan amunisi rofidhoh di gunung jamimah terbakar. ba’da ashar Syaikh yahya umumkan siaga satu karena tersiar kabar bahwa rofidhoh sudah putus asa dari jalur diplomasi dan media masa dan bertekad perang total  dalam 2 hari ini (senin hari ini dan besok selasa). Saat sholat maghrib mereka makin gila tembakkan mortir. 2 tholib meninggal, habis isya’ senyap ” -selesai-
Kabar dari ikhwah prancis di Aloloom hari ini, bahwa Muhammad al-Hajuri -rahimahulloh- saudara dari Syaikh Hamid al-Hajuri yang kami beritakan sebelumnya tertembak telah meninggal. -semoga Alloh menganugerahkan syahadah padanya- Aamiin
Sabtu, 21 Muharram 1433H | 18:12 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Sejak malam jum’at sampai sekarang masjid dan sekitarnya terus dihujani mortir dan peluru. Alhamdulillah kebanyakan dibikin Alloh meleset.Malam jum’at dini hari demi mengambil akh Abdul Ghofur -rahimahulloh- dan 2 jenazah di al-Barroqoh, muslimin menghujani posisi-posisi rofidhoh dengan peluru untuk palingkan perhatian. Alloh berkahi upaya itu, tujuan tercapai, dan rofidhoh banyak mati, Ada 1 mobil penuh mayat rofidhoh pergi tinggalkan gunung. Rofidhoh memang binatang,hari ini seorang gadis cilik 7 bulan ditembak mati oleh sniper mereka” -selesai-
08:20 wib
Dari Hasan (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Kemarin malam ikhwah kita dari Indonesia ada yang terluka (al-Akh Abdul Ghofur - Lumajang) terkena tembak bagian perut sebelah kanan dan tembus kebelakang -semoga Alloh menyembuhkan sakitnya- ketika jaga digunung al-Barroqoh, karena lukanya cukup serius dan butuh perawatan intensif, insyaAlloh hari ini akan dibawa ke RS di shon’a oleh Sholib Ahmar (Palang Merah Internasional), mohon do’anya untuknya” -selesai-
Dari Abu Hazim 10:29 wib ” Malam ini Abdul Ghofur (Lumajang) meninggal. Shubuh ini (waktu dammaj) ikhwah sedang menggali kuburan” -selesai-
Dari Abu Turob  11:13 wib ” Innaa lillaahi wainnaa ilahi rooji’uun – Alloh yarhamuhu. Banyak teman-teman kita sudah mendahului kita, Semoga Alloh menerima amal-amal kebaikan mereka semua dan mengampuni dosa-dosa mereka dan mengamankan mereka dari fitnah kubur. Betapa beruntungnya mereka yang telah menutup amalan dengan khusnul khotimah dan syahadah. Semoga Alloh azza wajalla menolong kita khotimah yang husna” -selesai-
Wahai Robb kami rahmatilah saudara kami Abdul Ghofur (Lumajang) dan Engkau anugerahkan  Syahadah. -Aamiin-
Berkata Hasan (magetan) “Dammaj masih terus berkobar, Alhamdulillah bantuan muhsinin indonesia sudah diterima dan dibagi rata masing-masing ***** real”
02:36 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “telah mengabarkan kepada kami dari Abu ‘Ashim (penulis ‘al-Wajiz fit Tauhid’) berkata “Abdurrohman asy-Syaffan yang di kitaf mengabarinya bahwa dalam pertempuran hari ini (Jum’at Malam, 21 Muharram 1433H) di kitaf, rofidhoh mengeluarkan mobil perang yang bersenjata canggih. Maka Alloh mengirimkan meteror dari langit yang menghantamnya sampai hancur” dan Telah mengabarkan kepada kami Muhammad Samidi (mas’ul hirosah) bahwa Abdul ‘Alim ash-Shilwi (mustafid ma’ruf di sini) yang ikut perang di kitaf juga mengabarkan begitu. Kejadian itu terjadi setelah datang malam” -selesai-
Jum’at, 21 Muharram 1433H | 21:43 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Muslimin di kitaf terus maju menyapu rafidhoh, ada orang yang mimpi lihat Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam memegang barroqoh dan memegang so’dah. Syaikh Ahmad Wushobi menakwilkan Ahlussunnah akan menang di Barroqoh, dan propinsi so’dah akan bersih dari rafidhoh. Sahabatku Abu Hafsh Umar al-Iroqi (wakil mas’ul tadris) terkabul cita-citanya untuk mati husnul khotimah. Hari ini beliau gugur dipertempuran di al-Barroqoh. Selamat jalan akhil karim, semoga engkau dapatkan apa yang dilihat dalam mimpi tentang Munir dan Adam -rahimahulloh-” -selesai-
Berkata Abu Turob (bengkulu) ” Innaa lillaahi wainnaa ilahi rooji’uun. Alloh yarhamuhu, dia (Abu Hafsh Umar al-Iroqi -semoga Alloh merahmatinya dan menganugerahkan syahadah padanya) bukan guru kami, tapi teman dekat kami, dan perna jadi teman tasmi’ Abu Hazim (magetan), dia perna jadi mas’ul durus di Dammaj” -selesai-
Berkata Abu Hazim (magetan) ” Abu Hafsh Umar al-Iroqy dari Suku Kurdi teman tasmi’ ana, dia amat baik rohimahulloh, dia perna cerita kepada ana bahwa waktu Amerika menggempur iraq, ada 1 (satu) kampung dihabisi total sampai anak-anak dan wanita habis. Dan sebenarnya Amerika juga membantu pemberontakan syi’ah di Yaman.” -selesai-
Kamis, 19 Muharram 1433H | 11:47 wib
Dari Abu Ayyub (ngawi) dari Fuad (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Saudara kami Ismail (rusia) yang berencana ziaroh ke Markiz Abu Hazim (magetan) dan Salafiyyin Indonesia, Meninggal dalam pertempuran di kitaf, setelah sekian waktu belajar di Dammaj, beliau ada di shon’a, tatkala ada Seruan Jihad dari Dammaj yang dikumandangkan Syaikh kami al-Mujahid Yahya bin Aly al-Hajuri, beliau bangkit bersama salafiyyun dan para kabilah yaman yang mulia berjihad menolong dammaj dari agresi kafir rofidho. Semoga Alloh merahmatinya” -selesai-
10:02 wib
Dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Hari rabu (kemarin) perang di Dammaj, 1 (satu) tholib dari Sudan terluka parah tapi lidahnya terus berdzikir hingga wafat -semoga Alloh merahmatinya dan menganugerahkan syahadah padanya-. Lebih dari 10 rofidhoh mati. Di Kitaf perang dasyat, beberap muslimin tewas, rofidhoh kabur tinggalkan mayat teman-teman mereka yang tak terhitung dijalan-jalan. Muslimin telah dekati Nusyur” -selesai-
09:42 wib
Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Yusuf (dammaj) berkata ” Bismillaah, ana sekarang semakin membaik, katanya PBB mau masuk ke Dammaj, pasukan mujahidin diluar semakin mendekat, terjadi pertempuran didaerah Kattaf, syiah  mati 70-100 orang, kaum muslimin yang gugur cuma 1 (satu) orang, banyak ghonimah dan tawanan yang kita dapat, bukan itu saja, pasukan dari luar jalur (posisi)  semakin dekat dengan dammaj. Waffaqokumulloh” -selesai-

1 – Musa (Rusia). 2 – Kamal  (Rusia). 3 – Hamza (Senegal). 4 – Abdul Hakim (Perancis). 5 – Maqsum (Rusia).  6 – Yazid (Aljazair). 7 – Adam (Indonesia). 8 – Ahmad (Libya). 9 – Hisyam (Al-Hadrami). 10 – Mourad (Aljazair) 11 – Toha (Libya). 12 – ‘Adil (Pakistan). 13 – Abdul Ghoni (Aljazair). 14 – Muhammad Syaban (al-Wadi’y). 15 – Mubarok (Libya).
16 – Muhammad Amin (Indonesia). 17 – Salim (ar-Roymi). 18 – Hasan (Aljazair).
19- Musa (الشاعث )
20- Sa’ad (asy-Mury,Yaman)
21 – Adnan (at-Ta’izy,Yaman).
22 – Muhammad (القرماني)
23 – Hassan (ar-Rozihy,Yaman)
24 – Mu’adz (at-Ta’izy,Yaman)

Rabu, 18 Muharram 1433H | 11:37 wib 
Berkata Abu Fairuz  -semoga Alloh menjaganya- “JazakAllohu khoyron, apa mau mereka ? kondisi kami sudah darurat diujung tanduk. Syaikh Muhammad bin Mani’ menghasung muslimin untuk bangkit menolong dammaj. Terkumpullah banyak dana. 
bilang pada beliau “Lanjutkan langkah kalian”,” jika bantuan tadi tanpa disertai syarat terima saja” Oya muslimin di kitaf semalam maju lagi 5 (lima) km dan sekarang mengepung pasar mereka (rafidoh)” -selesai-
00:55 wib
Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Afwan ternyata yang terbakar sedikit adalah kitab an-Nihayah dan Mukhtarush Shihah. Oya hari ini muslimin di Kitaf berhasil merebut Mobil yang dipasang di atasnya senjata berat ” -selesai-
00:50 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Usamah (Malaysia) dan Abu Zaid Nazif bin Ishaq (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” ..semalam kami telah menggunakan senjata besar yaitu Hawn (meriam katak). Alhamdulillah dengan pertolongan Alloh peluru hawn kita jatuh dekat tempat yang kami kehendaki dan kami dengar 8 (delapan) orang terbunuh dari si Anjing-anjing neraka itu, dan di qofilah diantara mereka mati sekitar 100 orang rofidhoh. Nasalulloh ayyazidlana nushrun min i’ndillah” -selesai-
Selasa, 17 Muharram 1433H | 21:30 wib
Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Setelah dzuhur rofidhoh menembak ke maktabah lagi. membakar ujung kitab Lisanul Arob, lalu padam. Oya W.U (western union) masih kehabisan uang¹ sehingga ana belum bisa ambil. Tapi mereka jamin” -selesai-
¹ hari ini merupakan hari ke-2 sejak muhsinin di Indonesia mengirimkan dana untuk membantu saudara-saudaranya di Dammaj. semoga Alloh mudahkan urusan mereka di Dammaj.
17:58 wib
Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “Tadi malam perang 2 kali di Kitaf. 12 rofidhoh tewas dan 3 muslimin gugur. Hari ini rofidhoh nembaki Dammaj, 2 luka. 1 peluru besar memecahkan jendela maktabah. Kabarnya utusan PBB mau datang.” -selesai-
11:12 wib
Berkata Abu Fairuz  -semoga Alloh menjaganya- ” Syaikh Yahya telah memanggil para saudagar dan seluruh lapisan muslimin untuk bangkit menghadang kejahatan rafidhoh dengan apa saja yang mereka miliki dan mengingatkan mereka bahwa menolong saudara mereka yang sedang didzholimi itu adalah wajib, dan tidak boleh membiarkan saudaranya terlantar saat butuh bantuan. Para ahlul bathil menggencarkan media massa untuk memutar balikkan fakta, maka Syaikh Yahya juga menggencarkan pelurusan berita lewat media masa, melayani para wartawan dan orang-orang TV tanpa mau diambil gambarnya. Para mustafidun juga jadi narasumber surat kabar dan beberapa stasiun TV terhadap perkembangan-perkembangan kejahatan Rafidhoh terhadap Dammaj. Syaikh Abu Amr al-Hajuri dan Ahlu Maktabah menghibur dan menyemangati ana untuk terus berjihad melalui media masa seperti yang telah ana jalani. Oya termasuk pemutarbalikan fakta rofidhoh yang terakhir adalah mereka menyebarkan ke dunia bahwa kami yang menyerang mereka. Ini bohong besar! Pemberontak mengepung kami lebih dari 2 (bulan), menghalangi kami dari makanan, minuman, obat-obatan dan sebaginya, lalu masuk dan makin mempersempit wilayah kami sambil menembaki kami dan membunuhi saudara dan saudari kami, Maka tashorruf saudara-saudara kami yang masih hidup adalah sekedar membela diri dan upaya mengambil hak hidup dan merdeka diwilayah sendiri” -selesai-
10:43 wib
Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” barusan ana dialog dengan Syaikh Abu Amr al-Hajuri beliau bilang insya Alloh jalan keluar telah dekat. Kita tidak tawakkal pada jumlah yang banyak. Kemenangan datang dari Alloh. Tapi kita senang bahwa para ikhwah dari wailah telah makin dekat. Mayat-mayat rofidhoh di kitaf terbuang di jalan-jalan bagai ANJING. begitu kata beliau” -selesai-
00:01 wib
Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Hari ini sesuai perintah Syaikh Yahya kami  mulai urus pemindahan kitab-kitab maktabah karena rofidhoh makin gila nembak sana sini pakai peluru penembus batako. Sholat jama’ah dan durus ammah telah lama pindah ke ruang *******. Hati kami tetap tentram dalam naungan Alloh, rofidhoh makin setress karena kalah terus saat berhadapan dengan hamba-hamba Alloh yang terkepung terdzholimi dan dibikin kurang makan, listrik, obat dan sebagaimya tapi sabar. Hari ini yang tewas 2 thallib, dan lebih dari 12 rofidhoh. Syaikh Yahya menyeruh seluruh kabilah, tentara, pedagang dan sebagainya untuk bangkit” -selesai-
Senin, 16 Muharram 1433H | 09:55 wib
Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Oya kata Imam asy-Syaukani -semoga Alloh merahmatinya- bahwa rafidoh amat jahat, memang benar. Kemarin mereka menghujani ma’had (pondok) dengan tembakan hingga merusak listrik, dapur dan yang lainnya, Alhamdulillah ibadah jalan terus” -selesai-
03:50 wib
Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” di Kitaf barak militer pro pemerintah bersatu dengan pasukan sunni dan pasukan kabilah menghancurkan pasukan rafidoh. Total tewas 70 (tujuh puluh) dari rafidhoh, 3 (tiga) dari Sunni. Di Hajur (nama sebuah desa) pasukan rafidhoh juga hancur. Seperti biasa jika mereka merasa mau kalah, mereka ajak damai. Pimpinan pasukan Hajur buat syarat: Tiada 1 pun rafidhoh yang boleh tinggal di Hajur.” -selesai-
Ahad, 15 Muharram 1433H |10:00 wib
Dari Hasan (magetan) dari dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” Rafidhoh memang luar biasa jahat!, Wajah para thullab yang meninggal itu dirusak oleh mereka sebelum dipulangkan ke kami.” -selesai
09:00 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” JazakAllohu khoyron, ana relatif sehat. Kemarin rofidhoh menembaki jaringan telepon hingga putus. Urusan internet dan Wester Union (wesel pos) sepertinya jadi semakin susah. Ana pastikan dulu”
Dari Abu Hazim (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Semalam ± 17 (tujuh belas) jenazah ikhwan yang gugur -semoga Alloh menganugerahkan syahadah pada mereka- dalam peperangan 4 hari yang lalu, jenazah Adam (Indonesia) ada,sedangkan jenazah Amin (Indonesia) baru pagi ini akan diambil karena lokasi yang sulit. Yang lain dari al-Jazair,rusia,perancis,libya,amerika,inggris dan yaman. Rata-rata ‘Ajam (bukan orang Arab), diperkirakan semua nantinya 21/23 jenazah.  Sepertinya (kondisi jenazah) mereka disiksa sebelum dibunuh” -selesai-
01:18  wib
Dari Hasan (magetan) dari ABu Faruz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Malam ini dammaj berduka dengan datangnya 16 (enam belas) jenazah thullab yang berhasil dievakuasi dari al-Barroqoh. Hari ini perang dahsyat di Kitaf antara Muslimin dan rafidhoh. 25 (dua puluh lima) rafidhoh mati”
Sabtu, 14 Muharram 1433H | 11:07  wib
Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Alhamdulillah Alloh jaga dakwah salafiyyah dan salafiyyun, terus-terusan rofidhoh terbunuh dan mayatnya dibawa  ke kota sho’dah, jum’at sore 40 tentara datang bawa aneka bantuan untuk kami…” -selesai-
Jum’at, 13 Muharram 1433H | 21:47  wib
Dari Abu Hazim (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) berkata ” Jenazah Amin (Ambon) sudah diketahui, ada dilereng bukit sebelah utara al-Barroqoh, kumpul sama jenazah Mubarok (Libya), tapi belum ada yang bisa ambil, kuatir ditembaki syi’ah. 2 hari lalu orang-orang dammaj ada yang berusaha mengambil kena tembak langsung meninggal disitu juga, tentang jenazah Adam (Ambon) dan beberap thullab lainnya belum diketahui sampai sekarang. Ba’da Ashr (waktu dammaj) tenang, *********” -selesai-
Wahai Robb kami, anugerahkan saudara kami yang wafat mempertahankan AgamaMu dan membela dirinya dari kekejaman Musuh-Mu, Musuh Para Shahabat Nabi-Mu dan Musuh Kaum Muslimin seluruhnya untuk mendapatkan gelar Syahadah ! Amiin..
19:06  wib
Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” kini orang-orang kafir itu nembaki musholla nisa’. Kaca-kaca pecah, dinding batako jebol, atap ruang makan lobang-lobang besar. Tiada yang luka. Kami tidak akan lari sampai mati, InsyaAlloh” -selesai-
Kamis, 12 Muharram 1433H | 13:46 wib
dari Abu Hazim (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya ” pagi ini kami mengubur 2 (dua) jenazah thullab dari ta’iz dan somali yang gugur kemarin -semoga Alloh merahmati para mujahidin dammaj- dan baru sempat diambil jenazahnya dari gunung tadi malam…Alhamdulillah ternyata thullab indonesia hanya luka tembak (al-Akh Amin, Ambon) ….dia (Amin) bersama Adam,Ambon -semoga Alloh melindungi mereka- belum sampai di evakulasi tadi malam, karena lokasinya cukup jauh dari markas kita di gunung al-Barroqoh …” -selesai-
12:39 wib 
Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Ana baru pulang dari Markiz, untuk sementara yang meninggal 5 (lima) Thullab, 1 (satu) Dammaji dan 65 (enam puluh lima) syi’ah” -selesai-
10:25 wib
Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Ana baru pulang dari gunung, untuk sementara yang tewas 4 thullab, 1 dammaji dan 40 syiah MATI -wallohu a’lam” -selesai-
06:38 wib
Dari Abu Hazim (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Perang tadi pagi (rabu kemarin) berhenti sebelum dzuhur, thullab gugur 3 (tiga) luka-luka beberap orang, thullab berhasil merebut posko dan bebera senjata berat mereka” -selesai-
Rabu, 11 Muharram 1433H |15:00 wib
Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Abdillah Khalid al-Gharbani “Pengeboman keji menimpa ikhwan kita di Dammaj. Dilaporkan ada yang gugur dan luka-luka. Semoga Allah merahmati para syuhada dan menyembuhkan ikhwan kita yang terluka. Semoga Allah menolong ikhwan kita di Dammaj dan mematahkan duri-duri Rafidhah Hutsih”
11:12 wib
Dari Abu Hazim (magetan) dari P ak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” sebelum shubuh, tadi syi’ah menyerang kami lagi di arah Gn.Mashrorah”,lalu terjadi baku tembak hingga pagi ini, mereka juga sudah jatuhkan beberapa bom mortir nya yang cukup besar ke gunung al-Barroqoh dan ke arah perumahan, pagi ini baku tembak semakin seru, Semoga Alloh jaga Mujahidin Dammaj dan Alloh hancurkan Syi’ah” -selesai-
11:00 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Perang masih berlangsung, Ahlussunnah maju menyerang rofidhoh di “Pos AbdulKarim” dilereng al-Barroqoh dan merebutnya. Alhamdulillah, selanjutnya menyerang “mashrohah” -selesai-
10:40 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” kemarin mereka (syi’ah) umumkan gencatan senjata, tapi menjelang adzan shubuh tadi benteng kami di al-Barroqoh diserang dengan gencar, sekarang sudah berkurang walau masih baku tembak,1 (satu) orang luka” -selesai-
10:17 wib
Dari Abu Ayyub (ngawi) dari Fuad (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “..ba’da shubuh mereka gempur lagi Gunung al-Barroqoh, banyak-banyak do’a..belum tahu pasti arah serangan, dari mereka saja atau dari ikhwah luar ikut serang mereka” -selesai-
03:52 wib
Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Abdillah Khalid al-Gharbani, dia mengabarkan dari Syaikh Robi’ berkata ” Demi Allah, aku melihat (jihad) ini adalah jihad fisabilillah..”
Selasa, 10 Muharram 1433H |20:03 wib
Dari Abu Hazim (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) berkata ” Alhamdulillah dammaj tenang, tapi tetap thullab harus selalu waspada, karena sebagian sniper syi’ah naik lagi ke gunung dan kandang-kadang menembaki yang lewat/yg lengah. Kemarin ada yang luka kakinya kena tembak, Alhamdulillah sehat. DUBES belum jadi kesini, karena belum ada ijin dari kementerian dalam negeri Yaman, karena mereka belum berani menjamin keamanaannya dan KBRI sudah telp/sms kita minta maaf tertunda. Tapi tetap semangat ingin ke dammaj, Adapun tentang kafilah yang mau datang, belum sampai dammaj. Mereka masih perang dengan syi’ah di beberapa tempat, syi’ah pun sepertinya sudah terdesak, Semoga Alloh binasakan mereka semua, kita disini masih qunut nazilah terus, ana sekarang lagi jaga di pos jaga. salam untuk Ihwah semua” -selesai-
13:55 wib
Telah mengabarkan kepada kami dari Abu Abdillah Khalid al-Gharbani berkata ” Hari ini Rafidhah busuk melanggar gencatan senjata yang dibuat mereka di hadapan media massa dan lajnah untuk mengawasi gencatan senjata yang dipimpin oleh Shallah Harban ar-Rafidhi. Suatu kedustaan karena terluka tadi malam di jabal Barraqah Akh Hamzah Aljazairi karena masuknya peluru ke bagian bahunya dari belakang dan Dokter melakukan tindakan kepadanya berupa penjahitan luka dalam dan luar. Kondisinya tidak mengapa. Kami berdoa kepada Allah agar memberi kesembuhan kepadanya dan bagi saudara-saudara kita, dan membinasakan Rafidhah. Wahai media massa, bertaqwalah (takutlah) kalian kepada Allah akan diri-diri kalian dan tinggalkanlah kedustaan! Karena pemblokadean dan penembakan masih berlangsung. “-selesai-
telah mengabarkan kepada kami dari Abu Abdillah Khalid al-Gharbani berkata ” Wahai media massa bertaqwalah (takutlah) kalian kepada Alloh, karena pemblokadean dan penembakan masih berlangsung “-selesai-
01:20 wib 
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” Tawakkalna ‘Alalloh, hari ini pasukan muslimin di dekat Wailah berhasil membunuh 9 (sembilan) rofidhoh di wilayah Baqum” -selesai-
Senin, 9 Muharram 1433H | 17:42 wib
Telah dikabarkan kepada kami dari Abu Abdillah Khalid al-Gharbani ” Penembakan sengit berlangsung seperti hujan -نسأل الله السلامة-  Terkena tembakan sniper: Akh Shabir Muhammad Ali di tangannya, dan Akh Ibrahim ash-Shubaihi al-Haji di pahanya. Media massa memberitakan bahwa blokade telah dibuka dan ada gencatan senjata dan sumbernya dari Rafidhah Pendusta Pendosa. Akan tetapi faktanya bahwa yang terjadi jelas bertentangan, pemblokadean masih berjalan dan penembakan dengan senjata ringan dan menengah masih berlangsung.  Dan rahmat Rabb-ku di atas semuanya.
16:08 wib

Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- ” Oya hari ahad 1 luka tembak di bahu, hari senin 1 luka tembak di paha. Adapun wilayah Sufyan kaum muslimin sedang gempur pusat rofidhoh di Ali Utsman” -selesai-
01:20 wib
Dari hasan (magetan) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata “  Syaikh Yahya setelah mendapat masukan, beliau didepan umum rujuk pada pendapat bahwa besok (senin ini) adalah tanggal 9 (Muharram) dan selasa tanggal 10 (Muharram). Ini menunjukkan bahwa beliau  bukan orang sombong. Oya hari ini pasukan muslimin menyerang pusat rofidhoh di desa Ali Salim. Perang besar. Makin dekat dengan Dammaj. Di Propinsi Hajjah, muslimun berhasil habisi pasukan rofidhoh dan menangkap komandannya” -selesai-
dikabarkan kepada kami dari Abu Abdillah Khalid al-Gharbani  (Dammaj) berkata ” Tunggulah wahai Ahlussunnah, Insya Alloh hari-hari kedepan akan ada dan datang kemenangan besar, biidznillah..”
Ahad, 9 Muharram 1433H | 10:51 wib
Dari Hasan (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” ..Dammaj pun beberapa hari ini agak tenang, tapi kita tetap selalu waspada, insya Alloh nanti siang/sore (waktu dammaj) safaroh baru sampai, dari shon’a ke dammaj…semalam syaikh yahya menyebutkan akan kedatangan ikhwan dari seluruh qobilah ahlussunnah yang menyerang syi’ah, ± 4000 (empat ribu) orang sebentar lagi akan sampai di dammaj, yang dari shon’a dipimpin syaikh Muhammad bin Mani’ ” -selesai-
Sabtu, 8 Muharram 1433H |18:45 wib
Dari Abu Hazim (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) ” InsyaAlloh besok (ahad) safaroh (dubes RI) di shon’a akan jenguk thullab Indonesia di Dammaj dengan membawa bantuan makanan dll, tadi beliau telpon ke hp ikhwah disini” -selesai-
14:00 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” kami ditembaki lagi, pasukan muslimin terus bertambah, telah sampai didalam sho’dah dan gempur pemberontak yang ditimur dammaj. Menang terus tapi belum masuk dammaj karena musuh masih amat banyak” -selesai-
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” kami ditembaki lagi, pasukan muslimin terus bertambah, telah sampai didalam sho’dah dan gempur pemberontak yang ditimur dammaj. Menang terus tapi belum masuk dammaj karena musuh masih amat banyak” -selesai-
09:12 wib 
Telah mengabarkan kepada kami dari Ahmad Banajah (malaysia) dan dari Abu Hazim (magetan) berkata ” 4000 (empat ribu) mujahidin telah tiba di sho’dah (6 km dari dammaj), syiah mulai mundur, mereka minta damai, syaikh yahya  bilang tidak ada damai (lafadz abu hazim), mereka minta fatwa syaikh yahya dicabut, syaikh bilang tidak punya kuasa, karena ini perang ahlussunnah sedunia dengan syiah al-hautis (lafadz ahmad banajah) ” -selesai-
00:18 wib
Dari Hasan (magetan) dari saudara kami yang mulia Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Sebelum ‘Ashr (jum’at kemarin) kami ditembaki, banyak orang kafir dan muslim awam yang lebih rohmah dari pada rofidhoh. Ba’da ‘ashr 9 (sembilan) mobil dari palang merah dan bulan sabit merah datang bawa bahan pangan dll” -selesai-
Jum’at, 7 Muharram 1433 H | 21:35 wib
Dari Abu Ayyub (ngawi) dari Fuad (dammaj) berkata ” beberapa menit yang lalu 3 (tiga) truk tronton berbendera palang merah dengan muatan penuh bahan makanan telah tiba di Dammaj, sebelumnya siang tadi rombongan tersebut dihujani hawn, semoga rombongan kabilah segera menyusul merangsek masuk dammaj” -selesai-
09:41 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Daffa (timika) dari Abu Zakaria Irham (dammaj) ketika ditanya tentang bagaimana bagaimana menyalurkan bantuan ke dammaj, berkata Abu Zakaria ” Alhamdulillah ‘ala kulli haal (segala puji bagi Alloh disetiap keadaan) kami baki-baik, belajar jalan terus sambil jaga-jaga dan bantu-bantu yang bisa dikerjakan. Orang-orang yaman saja gak bisa kirim bantuan barang dll, apalagi dari indonesia, karena jalan dikuasai musuh. Kami sedang menunggu sukarelawan MUJAHIDIN untuk menggempur musuh diluar dan kami bertahan di tempat-tempat kami. Tak ada bantuan yang lebih bermanfaat saat ini kecuali DOA dengan QUNUT, do’a pada SUJUD dan pada waktu-waktu MUSTAJABAH, khotib menghimbau masyarakat ..(terputus)”
0:47 wib
Dari Hasan (magetan) dari Akhuna al-Fadhil Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Ana masih hidup meski banyak musuh dalam selimut yang benci langkah-langkah ana yang mana ana sekedar penuhi sebagian permintaan ikhwah tanah air. Abu Ali al-Hakim (salah satu kepala syiah) dan 5 (lima) pengikutnya dikabarkan tewas dalam mobil yang meledak di Dhohyan. Serangan mereka hari ini (kamis, 6 Muharram) makin beringas. Bala bantuan muslimin telah lihat antena di puncak Mudawwar/dammaj. Oya ana mohon sms-sms (berita) yang ana kirim dijaga jangan sampai diringkas/dikurangi/ditambah. Oya kami ingin belajar tenang tapi syiah nyerang terus maka kami sekedar membela diri. Jika mereka mati salah sendiri. Salam” -selesai-
Kamis, 6 Muharram 1433H |14:18 wib
Dari Abu Hazim (magetan) dari Abu Yusuf (dammaj) berkata Syaikhuna Yahya al-Hajuri “…sudah ada fatwa Syaikh Sholeh Fauzan dan Syaikh Muhsin al-Abbad ” Afdholul Jihad Fii Dammaj” -selesai-
dari Abu Azzam (jakarta) dari Abu Hazim dari Abu Yusuf (Dammaj) berkata ” Dammaj digempur besar-besaran dengan Tank dan Roket, seorang al-Jazair tewas, seorang dammaji luka-luka” -selesai-
14:13 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Usamah (Perlis,Malaysia) dari Abu Zaid Nazif al-Malizy (Dammaj) berkata ” Bismillaah..hari ini satu orang dari jazaaer meninggal kena serpihan peluru meriam katak. Semoga Alloh menjaga kami” -selesai-
Rabu, 5 Muharram 1433H | 18:19 wib
Telah dikabarkan pada kami dari Abu Abdillah Khalid al-Gharbani  (Dammaj) berkata ” Saat ini pemboman parah terjadi di Dammaj, banyak mortir dijatuhkan, dan ada yang melukai seorang ahlul bilad. Perbanyak do’a kepada Alloh untuk keselamatan ikhwah kita di Dammaj” -selesai-
15:35 wib
Berkata Abu Ayyub (Ngawi) ” telp ana tadi dengan Fuad (dammaj) terpaksa diputus, Darul Hadits  Dammaj diserang cukup sengit, semoga Alloh melindungi ikhwah kita di Dammaj” -selesai-
14:41 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Usamah (Perlis,Malaysia) dari Abu Zaid Nazif al-Malizy (Dammaj) berkata “..yang kena tembak dengan snipper 2 (dua) orang itu sudah meninggal -rahimahullohu- diantara mereka berdua dari prancis dan satu dari libya. Perang semalam memang hebat, mereka (kafir rafidhoh) memulai menembak jam 10:00 (waktu dammaj), kalau ada apa-apa call jekat sini, kredit (pulsa) pun tinggal sedikit, selepas ini tidak tahu macam mana nak sms dan call ke sana. Semoga Alloh menolong kita semua” -selesai-
01:25 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz -semoga Alloh  menjaganya- berkata “..Afwan selama di gunung (al-Barroqoh) battery (hp) ana habis, Dammaj diserang terus sehingga harus bela diri..” -selesai-
Selasa, 4 Muharram 1433H | 02:57 wib
Dari Hasan (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) berkata “..mohon do’anya, malam ini sejak pukul 22:00 (waktu dammaj) tadi syiah menyerang dammaj lagi dengan mortir dan rentetan peluru dari arah waton dekat madrosah dan puskesma, baku tembak semakin dahsyat…..”
Senin, 3 Muharram 1433H | 23:49 wib

Daftar Para Mujahidin Ahlussunnah yang terlibat pertempuran pada tanggal 1 Muharram 1433H dan gugur saat pertempuran terjadi disekitar Gunung al-Barroqoh, Dammaj – Yaman
وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتاً بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُواْ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ
Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki *
Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka , bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. *
Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. *
(QS:Ali-Imron 169-171)

Download dibawah ini:
  Daftar Mujahid yang gugur pada pertempuran 1 Muharram 1433H (308.0 Kib)
Ahad, 2 Muharram 1433H | 21:43 wib
Dari Ikhsan bin Mandzur al-Bakistani berkata ” Baru saja 3 roket diluncurkan hutsiyyin (rafidhoh) ke Gn.Thullab. Semoga Alloh menyelamatkan dan menjaga mereka (para mujahid dammaj) Aaaamiin” -selesai-
19:58 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” JazakAllohukhoyro, Total akhir yang tewas 24 thallib (pelajar) 150 syiah. MUSLIMIIN dari wailah terus babat syiah dan rebut pos demi pos. Tinggal pos akhir, mereka telah lihat gunung dammaj” -selesai-
04:33 wib

Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Wa’alaykumussalaamwarohmatulloohiwabarokaatuh, Sudah berhenti. Pemberontak syiah gagal rebut gunung. 100 syiah MATI, 12 thollib Meninggal. Ahabbakumulloh” -selesai-
Ahad, 2 Muharram 1433H | 01:30 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Serangan agak reda, bantuan belum masuk, 7 (tujuh) thallib tewas, 5 mobil penuh mayat syiah pergi. 1200 (Seribu dua ratus) muslimin telah kumpul di (tempat) Syaikh Muhammad bin Mani’. Muslimin di wailah sedang perang dengan rafidhoh!” -selesai-
Sabtu, 1 Muharram 1433H | 22:18 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) berkata ” 5 thallib tewas, 2 mobil rofidhoh pergi dari dammaj, penuh dengan mayat mereka, masih perang seru.  Detik ini syaikh yahya umumkan kewajiban jihad melawan pemberontak rofidhoh. salam” -selesai-
2 (dua) pelajar yang telah menjemput syahadah 1 dari Indonesia dan 1 dari Malaysia, SEMOGA ALLOH MENEMPATKAN DI JANNAH-NYA DAN BERSAMA PARA SYUHADAH DARI KALANGAN AHLUSSUNNAH YANG TELAH MENDAHULUINYA. -Amiin-
20:59 wib

Berkata saudara kami yang mulia Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- “Antum bertekad tanya ana tentang kondisi hari ini maka baiklah ana jawab, mereka berbuat penghianatan besar terhadap kesepakatan, Hari ini hujan BOM sejak jam 11 sampai sebelum maghrib (waktu dammaj). Insya Alloh utang dan amanah akan ana bayar jika umur panjang. Jika setelah ini kita tidak jumpa lagi, ana mohon diiklashkan ya, atau biar mas Ahmad disemarang yang bantu, maafkan seluruh kesalahan ana.” -selesai-
Catatan: Peperangan diatas gunung barroqoh dan gunung thullab semakin membara, dengan dipersenjataan apa adanya, seluruh thullab yang diatas gunung membela diri, bantuan personil baru bisa kita lakukan menunggu gelap setelah maghrib, saat ini mereka terus memborbardir gunung barroqoh dan memberondong peluru, yang lain di masjid sambil terus mendo’akan
17:59 wib
Dari Abu Ayyub (Ngawi) dari Fuadh (Dammaj) “Hari ini (16:36 wib) selama 1 jam lebih dammaj dibombardir dengan senjata berat,termasuk senjata pelontar jarak jauh, rofidhoh bernafsu menguasai gunung, mohon banyak do’a dari ikhwah” -selesai-
06:22 wib
Dari Abu Hazim (magetan) dari Abu Ishaq (Dammaj) berkata “Alhamdulillah hari ini ada 30 (tiga puluh) orang rafidhoh mati diluar dammaj diserang para pembela dammaj, sekarang mereka dalam perjalanan ke dammaj ingin menyerang nuqtho (kampung syiah) Insya Alloh” -selesai-
Jumat, 29 Dzulhijjah 1432H | 18:58 wib
Dari Abu Laith Yusuf britoni (Dammaj) berkata “Kemarin saudara Muhammad As-Suwary telah memberitahu kami, bahwa musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya, Raafidhah, telah memulai pemberontakan di desa Hajoor. Penduduk hajoor membendung serangan mereka dan mengejar serta membunuh lebih dari 20 houtis (Syiah) dan segala pujian adalah untuk Allah. Dia melaporkan bahwa hari ini mereka telah membunuh sejumlah besar houtis. Alhamdulillahi Wahdah“
Kamis, 28 Dzulhijjah 1432H | 04:31 wib
Darai Abu Laith Yusuf britoni (Dammaj) dari Abu Abdillah Khalid al-Gharbani -semoga Alloh menjaga mereka semua- berkata ” Hari ini di Dammaj sama seperti yang telah lalu, seminggu/dua minggu terakhir, para mediator datang  (lajnah ishlah) dan houtis (rafidhoh) berhenti menembak, kemudian setelah mereka pergi, mereka (rofidhoh) memulai lagi.
Selasa, 26 Dzulhijjah 1432H |19:00 wib
Dari Abu Laith Yusuf (Inggris) “..Hari ini blokade masih berlanjut dan para sniper syiah masih berperang dengan tentara-tentara Alloh, seorang dammaji terluka dikakinya -kita mohon kepada Alloh menyebuhkan lukanya-.  Tidak ada seorangpun yang dapat meredakan kecuali Allah, Tidak ada seorangpun yang dapat membantu kecuali Allah, Tidak ada seorangpun yang dapat memberikan rejeki kecuali Allah.
ولقد سبقت كلمتنا لعبادنا المرسلين () إنهم لهم المنصورون () وإن جندنا لهم الغالبون
Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul () (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan () Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang. (Ash-Shaaffat:171-173)
Malam ini dibayangi oleh suara penembak jitu sampai pagi datang (seperti biasanya)  Anda dapat melihat keajaiban dari sisi Allah – yang Maha Tinggi- sebagian houthis (rafidhoh) berbaring tak bergerak, hancur, sebagaimana Allah telah menyebabkan banyak yang binasa, dan segala puji hanya milik Alloh. -selesai-
Ahad, 24 Dzulhijjah 1432H |19:25 wib
Dari Hasan (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya-  berkata ” Alhamdulillah ana lebih sehat dari kemarin-kemarin . JazakAlloh atas do’anya. Adapun dammaj, 2 (dua) hari terakhir ini banyak sekali terjadi baku tembak, karena syi’ah yang ada di gunung sebelah utara gunung al-Barroqoh yang dijaga thullab, mereka mulai menembak secara membabibuta kearah masjid, tempat wudhu, hammamat (komplek kamar mandi) dimasjid, maktabah, jalan-jalan dll. Hingga tadi pagi ba’da syuruq ketika thullab sedang muroja’ah/tasmi’ al-Qur’an dimasjid. Seoarang thullab yang akan wudhu tertembak ditempat wudhu, kena bahu dan dadanya -Alhamdulillah- hanya terserempet peluru dan masih hidup, tapi menjelang dzhuhur seorang wanita dammaji tertembak didepan musholla khusus nisa’ ketika akab sholat, langsung meninggal -semoga Alloh merahmatinya-” -selesai-
08:25 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “..Bantuan dari Alloh terus datang. Bantuan dari Manusia terus mengalir dan tertampung di ****** karena pintu belum terbuka. Yang mati dari syiah sekitar 72 (tujuh puluh dua), dari thullab 2 (dua), dari dammaji luka 2 (dua). Lajnah ishlah sering datang untuk paksa kami serahkan (gunung) al-Barroqoh, tapi Syaikh Yahya tolak. JazakAllohukhoyron. Salam” -selesai-
Sabtu, 23 Dzulhijjah 1432H | 14:03 wib
Dari Abu Ubayd Fadly (mangkutana) berkata ” ini sms (berita) dari salah seorang ummahat di Yaman ke keluarga ana, semoga bisa memberi semangat kepada teman-teman untuk terus berdo’a (berkata Ummu Yahya) ” Keif haluk ? Bagaima kabar salafiyyin indonesia dan fitnah kemarin ? sudah hampir 1 bulan rafidhoh blokir jalan, bahan makanan tidak bisa masuk, MasyaAlloh pertolongan Alloh begitu dekat dan nyata. Saat perang begini dentum peluru syiah setiap saat mengincar thullab, namun yang korban kebanyakan syiah dan Alhamdulillah kami masih bisa makan dan tidur enak, Alloh berikan ketenangan ketergaran dalam hati-hati kami walaupun bahan makanan menipis kami selalu punya senjata do’a dan setelahnya selalu ada rejeki yang melimpah. Do’a qunut setia masjid jadikan Dammaj penuh berkah, sesungguhya sabar itu indah, doa’nya umm” -selesai-
Catatan:
Kami menerima kabar dari Akhuna Abu Fairuz -sem0ga Alloh menjaganya- dan kami kutip dari berita ini dibalik pos jaga zawaid, dia berkata ” …Sampai hari ini rofidhoh yang tewas dalam perang dammaj sekitar 70 (tujuh puluh) orang. Orang dammaj bilang ” ini dengan sebab do’a qunut syaikh Yahya dan Syaikh Ahmad….”
Jumat, 22 Dzulhijjah 1432H | 14:35 wib
Dari Hasan (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Alhamdulillah hari ini dammaj lebih tenang daripada kemarin, tapi kewaspadaan seluruh thullab tetap tidak boleh berkurang, setiap saat sniper mengincar, terutama jam-jam mendekati sholat 5 waktu / sholat jum’at, jalan harus lewat khondaq (parit) atau harus berlari agar aman. Alhamdulillah masyaikh sehat, dars (pelajaran) tetap jalan terus, qunut nazilah tetap terus dilakukan, belum ada bantuan yang masuk. Syaikh terus menganjurkan kita agar banyak sabar, tawakal dan mengharap pertolongan Alloh, Alhamdulilah rejeki dan makanan dari pondok masih ada meski sedikit-sedikit, salam untuk semua” -selesai-

 04:50 wib
Dari Hasan (magetan) dari Pak Yoyok (dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata “Hari ini jum’at 22 dzulhijjah 1432H, genap 1 (satu) bulan dammaj diboikot/diembargo orang-orang syiah, dan hampir 1 bulan pula (22 hari) peperangan dengan mereka berjalan, Alhamdulillah korban dari thullab sedikit sekali (2 gugur syahid -insyaAlloh) dan beberapa orang luka tembak dan masih hidup sampai sekarang. Sedangkan dari syiah yang mati dan luka sangat banyak. Saat bahan makanan semakin krisis dan saat thullab belajar atau ribath dalam keadaan menahan lapar, Syaikh kami (Syaikh Yahya al-Hajuri) tetap  menganjurkan tetap sabar dan tsiqotun billah (yaqin dengan pertolongan Alloh), tetap terus berdoa pada-Nya, hingga apabila Iman terasa diguncang-guncang, Alloh berfirman “Alaa inna nashrollohi qoriib” (Qs: Al-Baqoroh:214)
Pak Yoyok berkata “Ya Alloh hamba-Mu ini dho’if (lemah), berilah kekuatan, karena Engkau lah yang Maha Kuat dan Perkasa, Ya Alloh, hamba-Mu ini sakit, sembuhkanlah, karena hanya Engkau Dzat Yang Menyebuhkan segala penyakit. Ya Allo, hamba-Mu ini didzholimi musuh yang kafir, sirnakanlah kedzholiman mereka, karena hanya Engkau yang bisa menyingkirkan segala makar dan kedzholiman. Ya Alloh, hamba-Mu ini lapar dan kekurangan, berilah kami rejeki dan kecukupan. karena Engkau Maha Kaya dan Pemberi Rejeki. Ya Alloh hamba-Mu ini hanya bisa mengadu kepada-Mu, sungguh ujian-Mu sangat berat, semoga bisa menghapus dosa-d0sa kami dan meninggikan derajat kami, karena itu karuniakan kesabaran pada kami..Aamiin” -selesai-
Dari Abu Muhammad (semarang) dari Ahmad Banajah (Malaysia) ” Meski ditampakkan ketegaran tanpa takut berjihad, tetapi sungguh mereka butuh bantuan dari saudara-saudaranya, dan Alloh sebaik-baik penolong. Maka para thullab yang biasanya 2x sehari bisa jadi 1x sehari. Allohul musta’aan, makan dan minum terbatas, banyak yang sakit..ada anak-anak dan bayi yang wafat karena kurangnya obat. Dikabarkan juga setelah ceramah Syaikh Yahya yang terakhir, Syaikh Robi’ telepon lagi dan kata khalid gharbani (pengelola aloloom.net) syaikh Robi’ menunjukkan kuatir seperti orang tua ke anaknya” -selesai-
Kamis, 21 Dzulhijjah 1432H | 02:18 wib
Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Syaikh Yahya dan kami semua juga marah pada makar Syiah, tapi amunisi amat terbatas sehingga kami tak layani tembakan satu-satu. Alhamdulillah syiah mati hari Selasa 3 (tiga) orang, Rabu sore syiah khianati lagi perdamaian (yang mereka buat sendiri, red), mereka mau pasang ranjau untuk ledakkan mobil kepala-kepala kabilah dammaj yang temui Lajnah Ishlah. Kepergok orang-orang dammaj dan ditembaki, 2 (syiah) mati” -selesai-

 Rabu, 20 Dzulhijjah 1432H | 20.17 wib
Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya-  ” Syiah memang penghianat najis. Baru 3 jam ajak damai, maka mereka dibiarkan sambil angkati mayat (rekan) mereka, ternyata mereka tembak teman kami yang mungkin agak santai, dengan kaliber 12,7. Syafahulloh. Syaikh yahya langsung beri peringatan umum untuk waspada” -selesai-
18.58 wib
Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya-  ” Assalamu’alaykum, ana baik-baik saja. Bantuan belum bisa masuk, Selasa pagi syiah lukai 1 tholib, maka terjadi perang besar sampai maghrib. 3 tholib dan 1 dammaji luka, kerugian syiah cukup besar,tapi ana tidak tahu rinciannya, yang jelas 1 pos mereka di (sekitar Gunung) Barroqoh behasil direbut (Ahlussunnah). Alhamdulillah, tadi pagi perang lalu berhenti sementara. Salam ” -selesai-
Selasa, 19 Dzulhijjah 1432H |21:41 wib
Dari Abu Ayyub (Ngawi) dari Abu Zur’ah Zulfa (Murid Abu Hazim di Magetan) dari Fuad Abu Fadh (Dammaj) berkata “Saat ini sedang jaga digunung, lagi dihujani peluru rofidhoh, sejak pagi baku tembak sengit dengan rofidhoh al-anjas al-arjas” -selesai-
Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- berkata ” Assalamu’alaykumwarohmatulloohi wabarokaatuh. Kepada ikhwah yang membebani kami untuk tanya sikap Syaikh Yahya tentang ikhwah yang memberitakan rincian kejahatan syiah terhadap dammaj, kami menjawab ” Syaikh Yahya sendiri malam tadi menceritakan kekejaman syiah terhadap dammaj secara rinci, tentang pengepungan jahat mereka yang buat muslimin tidak dapat makanan pokok, orang tua renta yang sakit tidak bisa berobat, wanita keguguran dan tidak bisa dirawat dengan baik, ruang gerak tinggal 250 meter, itupun peluru-peluru syiah berhamburan di jalan-jalan dan disela-sela rumah dan depan masjid. Ini semua beliau ceritakan dan beliau siarkan ke seluruh dunia dan diakhiri denan seruan Dengan Nama Alloh agar muslimin menegakkan kewajiban untuk menghadang kejahatan syiah disini.  Alhamdulillah. semoga Alloh senantiasa membimbing dan memberkahi kita semua. Banyak yang tanya tentang tim bantuan makanan dan lain-lain, Tim sudah mendekati Dammaj dan dikawal 20 kepala kabilah dari wailah dan sudah kirim utusan ke syiah agar bisa masuk dammaj dengan damai, tapi syiah menghalangi (menolak, red). Wallohu a’lam untuk hari selasa ini karena tim bertekad akan masuk. Oya hari senin 2 thalib luka. ” -selesai-
01:31 wib
Berkata Abu Fairuz (Dammaj) -semoga Alloh menjaganya- “Malam tadi Syaikh Yahya membongkar alur makar rofidhoh dalam beberapa bulan ini. Beliau menyeruh seluruh muslimin yaman dan luar yaman untuk berjuang melawan kejahatan mereka. Ya Akhi, mukminin adalah 1 (satu) tubuh. Jika sekedar bantu Qunut saja, sebagian orang tidak mau” -selesai-

Senin, 18 Dzulhijjah 1432 | 12:40 wib
Dari Hasan (magetan) dari al-Akh Fuad Abu Fadh berkata “Tadi malam adalah hari Ied rofidhoh, tidak ada pertempuran besar-besaran, cuman sniper terus mengintai, kami **** ***** Alhamdulillah kemarin sore Syaikhuna Yahya memberikan nasehat agar jangan takut mati dan hati-hati terhadap bidikan sniper syiah” -selesai-
03:28 wib
Dari Akhuna Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Fairuz (Dammaj) berkata “Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh, Orang yang didzholimi dan sabar pasti ditolong Alloh. Hasil hari ini 2 (dua) Dammaji – 2 (dua) Tholib LUKA,  7 (tujuh) syiah MATI. 1 (satu) mobil mereka terbakar. -selesai-
Ahad, 17 Dzulhijjah 1432 | 18:08 wib
Berkata Abu Fairuz – semoga Alloh menjaganya- ” Hari ini baku tembak sengit. 2 (dua) Dammaji (penduduk dammaj,red) dan 1 (satu) tholib luka. Dari pihak syi’ah ana tidak tahu” -selesai-
03:35 wib
Dari Hasan (magetan) dari Abu Fairuz (Dammaj) berkata ” JazakAllohukhoyro, sore tadi 1 (satu) tholib tertembak kakinya. Bala bantuan baru sampai Yatamah. Isya ini qunut Syaikh Ahmad mengharukan. InsyaAlloh kita menang. -selesai-
Sabtu, 16 Dzulhijjah 1432H | 22:12 wib
Berkata Abu Fairuz “Ana bukan wartawan, akan tetapi disyariatkan membongkar kebathilan ahli bathil. Syi’ah terus-terusan khianati gencatan senjata. Hari ini mereka berkali-kali menembaki hingga lukai kaki 1 (satu)  thallib. -selesai-
16:23
Dari Ahmad Ibrohim (semarang) dari Abu Hazim (magetan) dari Abu Ishaq (dammaj) berkata ” Alhamdulillah keadaan kami baik-baik saja. Jalan belum dibuka sampai sekarang dan infonya para Qobail akan datang ke dammaj membawa makanan untuk kami. Mohon do’a para ikhwah -selesai-
 Jum’at, 15 Dzulhijjah 1432H | 15:23
Berkata Abu Fairuz -semoga Alloh menjaganya- JazakAllohukhoiro atas hiburan dan pembelaan yag haq dari antum semua, tadi rofidhoh masih nembaki kami, tapi sudah jarang-jarang karena ada tekanan dari lajnah. Jumlah sementara yang mati dari mereka (rofidhoh, red) 22 diwilayah Dammaj, 36 di so’dah. Kami tak percaya tahayyul tapi beberapa penjaga lihat burung putih mengkilat tak dikenal jenisnya terbang dikampung Nuqu’ lalu hilang, lalu ditemukan mayat-mayat rofidhoh tanpa kepala. Ada tertimpa bengkak-bengkak tanpa diketahui sebabnya. Para perempuan rofidhoh yang di Nuqu’ dan Shohwah banyak nangis dengar qunut (nazilah, red) Syaikh” -selesai- ffsssll
11:09 wib

Bantuan dari berbagai kabilah yaman telah bergerak ditempat Syaikh Muhammad bin Maani’ di Shon’a dan dikawal 100 personel tempur.  InsyaAlloh telah tiba di Jawf tadi malam. Lalu ke wailah -selesai-
10:10 wib
Dari Hasan (Magetan) aku mendengar khobar dari Akh Tamim (Baganbatu,Riau) dari Abu Hanifah (Dammaj) berkata ” Kemarin ada pasukan burung putih turun dari langit, burung-burung itu memenggal kepala-kepala penjaga pos syiah, (berkata Tamim) ” namun ia tidak kabarkan berapa orang yang dipenggal burung-burung tersebut. Wallohu a’lam” -selesai-
Berkata Hasan (Magetan) Allohu Akbar, teringat do’a qunut Syaikh Yahya -semoga Alloh menjaganya- meminta keajaiban dari Langit.
02:14 wib
Bantuan dari seluruh kabilah Yaman dan dari Saudi telah bergerak dari tempat Syaikh Muhammad bin Maani’ di Shon’a dan dikawal 100 prajurit tempur. Insya Alloh akan tiba di jawf malam ini. -selesai-

Kamis, 14 Dzulhijjah 1432H |18:14 wib
Dari Akhuna Fuad Abu Fahd -semoga Alloh menjaganya- berkata Tembakan-tembakan hari ini istirahat, bantuan pangan sedang berusaha untuk masuk, tapi masih sembunyi-sembunyi. Alhamdulillah ada salam dari Syaikh al-Imam dan Syaikh Dzammary untuk Syaikh Yahya dan Tolabah.  Insya Alloh boikot ini ada hikmah dan tersebarnya dakwah SALAFIYYAH bahkan Misyari Rosyid dan Fuyus punya Abdurrahman Mar’i al-Hizbi pun berdo’a qunut nazilah buat Dammaj” -selesai-


03:03 wib
Pak Yoyok di Dammaj berkata ” Malam ini 1 (satu) thullab dari Taiz,Yaman gugur lagi di Dammaj, saat tugas (ribath) di Matras (pos jaga) tertembak perut dan punggunya ba’da isya tadi malam, padahal 2 hari yang lalu syi’ah minta damai, Dasar kadzdzab (pendusta). Tapi insya Alloh thullab masih selalu siaga semuanya. Mohon selalu do’anya. barokAllohufiyk “
Rabu, 13 Dzulhijjah 1432H | 21:26 wib
Saudara kami Aliy Blora -semoga Alloh menjaganya- yang saat ini berada di Darul Hadits Dammaj bersama pejuang-pejuang Ahlussunnah disana berkata  “Kemarin datang Lajnah (semacam panitia) mendamaikan dua kubu. Namun Alloh yang tahu siapa sebenarnya KOMPLOTAN LAJNAH YANG BERDIRI dua kubu ini (Antara Ahlussunanh dan Syiah Rafidhoh -Laknat Alloh, Malaikat dan Penduduk Langit atasmu wahai Syi’ah rofidho  dan yang membuat makar terhadap Ahlussunnah di Dammaj-). yang justru setiap kedatangan mereka menguntungkan rofidhi. Katanya hari ini damai tetap masih terdengar beberapa tembakan menteror kami dan sholat masih qunut (nazilah) terus. Jalan masih diblokir belum dibuka. Justru momen kendatangan lajnah merupakan kesempatan bagi rowafid untuk bangun barikade, mempersempit area kita terkhusus diatas gunung al-Barroqoh sebelah barat Markiz  kita.  Rowafid -laknat Alloh dan penduduk langit atasmu- hanya kira-kira 150 meter didepan kita. Ringkasnya sekarang belum aman dan kita tidak percaya dengan mereka. Kami bil khoir dan sampaikan salam kami kepada ikhwah semua tanpa terkecuali. -selesai-
18:29 wib
Berkata Abu Fairuz  -semoga Alloh menjaganya- ” Hari ini gencatan senjata,  sepi. Tapi kami masih terkurung. Ana harus hemat pulsa untuk bertahan hidup. BarokAllohufiykum.”
Selasa, 12 Dzulhijjah 1432H | 18:45 wib
Pagi ini mereka tembaki dinding-dinding kamar ‘Uzzab, tidak ada korban. Sekitar jam 10 pagi (waku dammaj,ed) datang Lajnah untuk cari titik temu gencatan senjata. Truk bantuan untuk musuh (rafidhah) masuk, sementara bantuan dari kota-kota untuk kami tetap saja tertahan jauh di luar. Banyak makar dan kelicikan dibalik kedatangan lajnah ini yang kami tahu, tapi tidak bisa kami ceritakan pada antum yang ditanah air. Ana kuatir yang di Indonesia ‘takut’ akan nasib kami lalu minta kami keluar dari Dammaj. Niat mereka  baik tapi salah,  kami wajib balas budi pada syaikh kami dan ahlul dammaj, yang menginginkan kami meninggalkan dammaj, tapi mereka tidak tahu bahwa kami berdosa besar jika lari dari peperangan dan tinggalkan orang yang amat berjasa pada kami menyabung nyawa sendiri. Alhamdulillah kami dijaga Alloh. Tawakkalna ‘alalloh. Semoga menolong antum semua. Salam buat ikhwah. -selesai-
03:39  wib
Kami makin terdesak secara ekonomi, geografi dan amunisi. Syaikh Yahya dan Syaikh Ahmad Wushobi (Imam Masjid Markiz) dalam qunut Nazilah mohon agar Alloh tunjukkan keajaiban kekuasaan-Nya. Kami pasrah pada pengaturan Alloh saja. Hari ini di so’dah ditemukan 6 mayat rofidhoh tanpa kepala, tidak tahu siapa yang menjagalnya (berita dari Rumah Sakit)

Senin, 11 Dzulhijjah 1432H | 17:40 wib

Alhamdulillah, Alloh gagalkan mereka (syiáh) bahkan 1 pemimpin mereka di Nuqu’ (300 meter sebelah utara dammaj)  tewas. Senin pagi ini mereka nembaki markaz ini dengan gencar. Dinding masjid, perpustakaan dan kamar mandi ma’had yang tinggi menjulang dihantam. Dinding rumah Amin al-Amroni bolong besar dihantam peluru besar. Teman-teman yang di son’a sudah usaha penuh untuk tembus kepungan tapi belum bisa. Barang siapa tawakkal kepada Alloh, maka akan dicukupi.
04:35 wib

Ahad kemarin rofidhoh nyusup ke Gunung Baroqoh. Begitu diberi tembakan langsung lari balik. Seharian ini kami ditembaki mereka dari berbagai arah. Mayoritas gunung memang mereka kuasai. Thullab berusaha perdalam parit dan perbanyak karung-karung pasir untuk perlindungan jalan terutama bagi wanita dan anak-anak. Kami tetap menuntut ilmu, tawakkal kepada Alloh. kami tidak banyak harap pada politikus seperti Presiden Ali Abdulloh. komandan barak Qofl dan Kahlan waffaqohumulloh. Semoga Alloh berikami keamanan hidup dan ketentraman belajar seperti biasa atau mati syahid didzolimi oleh kafir harbi. Malam ini sniper rofidhoh masi cari-cari kelengahan kami. Pengawal desa setia menghalau mereka.
Ahad, 10 Dzulhujjah 1432H | 18:43 wib
So’dah mulai bertindak tegas pada rofidhoh. Hari Idul Adha ini muslimun qurban 30 “Ekor” Rofidhoh. Ada ledakan dahsyat yang hantam sekumpulan rofidhoh. 30 orang tewas.
18:43 wib
Listrik pondok sekarang hanya untuk Masjid dan lokasi vital. Tetapi Alhamdulillah kondisi kami jauh lebih baik daripada kondisi ekonomi Rosululloh -saat diblokade kafir quraisy-
08:11 wib
Alhamdulillah kami baik2 saja, penjagaan ketat disertai ketenangan hati. Satu jam sebelum  shubuh ini suasana hening, Oya permisalan mukminin dalam sikap saling cinta, saling sayang dan saling menolong bagaikan satu tubuh. Rasa sakit yang dialami oleh salah satu anggota badan akan menyeru semuanya untuk turut bereaksi dengan demam dan tidak bisa tidur. Kasih sayang kami dan masyarakat dammaj juga makin menguat. Ribuan salafiyyin di Yaman dan Saudi bertekad akan mengirimkan bantuan dan mendobrak blokade ke Dammaj. Tawakkal kami pada Alloh. Kami terus-terusan merasakan hujan barokah dari langit. Rofidhoh tidak sanggup blokir jalur langit. Ana mohon diri dulu ya. Ana turut gembira atas berita bersatunya muslimin di wilayah timur untuk Idul Adha hari ini dalam suasana aman dan tentram. Tolong sampaikan salam kami pada saudara-saudara kami di tanah air.
Sabtu, 9 Dzulhijjah 1432H | 21:11 wib
Sore ini (17:11 waktu dammaj) sniper syiah makin gila, jalur yang menghubungkan perumahan Mazro’ah ke Masjid Markaz mereka tembaki. Para thullab tertahan, tiada korban.  Sebelum Dzuhur 4 (empat) syiah tewas dalam baku tembak. Ba’da Ashr syiah menembaki perpustakaan, 1 peluru tembus jendela-selesai-
14:37 wib
Sabtu pagi hari Arofah, rofidhoh yang di wathon kumandangkan ceramah pakai pengeras suara. Keras sekali, sementara yang digunung menembaki kami. Sekitar pukul 09:45 (13:45 wib, ed) ganti nyanyian mereka yang terdengar keras.

Gubenur so’dah
Kepala kabilah besar datang kesini meminta penghentian baku tembak.  Kami senang karena ingin idul adha dengan tenang dan hidup aman. Selama setengah jam dunia terasa tentram. Tapi pukul 10:45 (14:45 wib) rofidhoh menembak lagi, maka masyarakatpun membalas sampai kini masih adu tembak dengan skala jarang-jarang. salam -selesai-
Jum’at,  8  Dzulhijjah 1432H | 23:30 wib
Berita terakhir sebelum maghrib dari petugas rumah sakit so’dah, 7(tujuh) syiah tewas dalam insiden hari jum’at ini. Dari sunni tiada tambahan. Malam ini hening, ada kerja bakti gali parit
21:07 wib
Untuk total sejak pagi s.d sore ini, 1 thalib tewas, 1 luka, 2 masyarakat dammaj luka, 3 syiah diusung lari ke rumah sakit sekitar so’dah. Dari rumah sakit itu datang berita bahwa 3 syiah tewas. Oya beberapa hari yang lalu 3 syiah di wathon (150 meter) dari masjid dammaj mati. 1 karena dipatuk ular, 1 diterkam heina, 1 naik motor nabrak dinding dan mati. Sampai kini masih perang -selesai-
17:35 wib
Jum’at pagi yang hening dirobek oleh Sniper pemberontak, syi’ah nembak mati shahabat ana Mu’adz al-Abyani -semoga Alloh merahmatinya-.  Maka terjadilah perang sampai sekarang. -selesai-
Kamis, 7 Dzulhijjah 1432H | 16:14 wib
Assalamu’alaykumwarohmatullohi wabarokaatuh. Rofidhoh makin jahat dalam melanggar kehormatan wilayah Dammaj. Hari ini 10 menit sebelum dzuhur mereka datang dan pasang pos 60 meter dari pos thullab di Hadeb. Lalu tiba-tiba saja rofidhoh yang di wathon menembaki ke arah markaz ini. Terjadi baku tembak dengan thullab. Suasana tenang tapi penjagaan dipertebal.
Rabu, 6  Dzulhijjah 1432H | 16:00 wib

Syaikh Muhammad Mani’ di Son’a sudah fatwa agar para Thullab siap-siap berangkat menembus blokade bersatu dengan Thullab Dammaj. Sekarang salafiyyun terkonsentrasi di Hasyid, Harodh, Ataq dll. Tinggal tunggu perintah Syaikh Yahya untuk berangkat ke Dammaj. Syaikh Yahya tunggu (kabar) dari presiden, karena presiden umumkan gencatan senjata di son’a s.d tanggal 15 dzulhijjah 1432H.  Rafidhoh makin kurang ajar dalam upaya provokasi kemarahan Syaikh Yahya. Hari ini 1 (satu) tholib mereka tangkap. Belum jelas bagaimana sekarang keadaannya. Makin banyak orang mengungsi meninggalkan dammaj, padahal belum ada letusan senjata. Bagi kami lebih baik mati dimedan perang daripada lari sebagai pengecut dan tinggalkan Syaikh Yahya dan Ahlul Dammaj yang bertahan sendirian. Kami bukan al-Qo’idah yang suka teror dan berontak, tapi kami adalah salafiyyun yang taat pada Ulama Sunnah dan Umaro Muslimin, yang sekedar mempertahankan nyawa dan bangsa.  -selesai-
Selasa, 5 Dzulhijjah 1432H | 11:27 wib
Suasana tenang, kami harus bersabar dan jangan mulai menembak. Barak militer Kahlan menjanjikan bantuan jika musuh mulai menyerang. Syaikh Yahya bilang ada konspirasi ***** ******* *** ***** dibalik pengepungan ini. Maka kita jangan mulai menembak. Pemerintah pusat yaman dan saudi siap membantu jika musuh mulai menyerang. Kami InsyaAlloh sabar walau pangan makin tipis dan beberapa keluarga mulai banyak puasa. Syaikh Yahya bilang dalam ceramah ” Apa salah kami hingga dikepung seperti ini? kami akan tetap kumandangkan al-Haq.  Ahlussunnah bicara lillahi ta’ala dan terus sibuk dengan majelis ta’lim. Bukan cari kekuasaan. Oya hari-hari ini kami disibukkan kerja digunung dan lembah untuk memperkuat pertahanan” -selesai-
Senin, 4 Dzulhijjah 1432H | 04:59 wib

Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokaatuh, *** ***** Diantara akhlaq mulia Syaikh Yahya adalah beliau tidak mengemis (TASAWUL,ed),  minta bantuan kepada orang lain yang punya kekuasaan  atau kekayaan  walaupun telah terkepung dan kekurangan makanan seperti ini. Mereka  punya  akal dan hati, tahu apa yang wajib dilakukan. Adapun Syaikh  Yahya beliau langsung angkat tangan mohon bantuan pada Alloh. Pagi ini beliau mulai Qunut Nazilah, Alhamdulillah kami masih bisa ibadah,  belajar, makan, minum dan bercanda. Salam untuk ikhwah. BarokAllohufiykum. -selesai-
Ahad, 3 Dzulhijjah 1432H | 22:44 wib

Syiah nekad melanjutkan pengepungan dammaj dan siap perangi bantuan dari luar. Orang-orang wailah justru tidak jadi serang syiah. Syaikh Yahya nunggu syiah mulai menembak. Kami masih bisa beribadah -selesai-
Sabtu, 2 Dzulhijjah 1432H

…Kami masih terkurung. Hari ini kami diminta kerjabakti di Gunung…Ana naik puncak gunung meneropong syiah yang sibuk buat matras. SELURUH GUNUNG yang mengelilingi Dammaj sudah dikuasai syiah kecuali Gunung Thullab dan Gunung Baroqoh. 2 (dua) gunung ini dijaga ketat oleh Masyarakat dan Thullab karena syiah gigih mau merebutnya. Dibelakang 2 (dua) gunung ini telah dikuasai syiah. Kami masih bisa makan, minum dan beribadah. Banyak kabilah bersatu ancam syiah, jika ahad (hari ini, edt) syiah tidak buka kepungan, SEMUA AKAN GEMPUR SYIAH -selesai-
Jum’at, 1 Dzulhijjah 1432H
Pemerintah Pusat Yaman dan Gubenur Nayif dari Saudi janjikan pada Syaikh Yahya akan curahkan bantuan tempur. Telepon dari salafiyyun diberbagai tempat pada beliau siap berjuang bersama. Syaik Yahya berceramah menyemangati Masyarakat dan Thulab untuk sabar dan tegar menghadapi pengepungan ini sebagaimana Rosululloh -shallallahu ‘alayhi wasallam- dan shohabat sabar -selesai-
Kamis, 30 Dzulqoidah 1432H
Assalamu’alaykum. Mayoritas Gunung di sekitar Dammaj memang sejak 2 tahun dikuasai syi’ah, kecuali Gunung Shomma’, Gunung Baroqoh, Gunung Thullab.  6 (Enam) Bulan yang lalu tentara (pemerintah,ed) yang jaga Gunung Shomma’ berkhianat serahkan gunung itu ke syi’ah. 2 (dua) hari yang lalu Gubenur sho’dah datang ke Dammaj, perundingan dengan Ahlul Dammaj dan syia’h. Syi’ah bilang akan buka blokade jalan ke Gunung Baroqoh dengan Gunung Thullab yang selama ini dijaga oleh Thullab dan Masyarakat Dammaj dikosongkan. Thulab dan Masyarakat menolak keras tuntutan itu dan bertekad pertahankan sampai mati. Gubenur pulang  tanpa bisa menekan syi’ah. Sekarang Penjagaan di 2 (dua) Gunung itu diperketat. Thulab siang malam sibuk buat parit dan benteng diseputar lembah Dammaj. Alloh waliyyuna”  -selesai-

Video 1


























































Video 2


























































Video 3 


























































Video 4 


























































Video 5 


























































Cara Download Video (tanpa Software) khusus PC/Komputer 

Klik kanan mouse di salah satu video > 
[pilih] ‘Copy Video URL’ Buka website lain http://www.savevideodownload.com/download.php Tekan [Ctrl + v] atau Paste di kolom URL: Klik ‘Get Links’ tunggu beberapa saat 10-15 detik Tekan tulisan ‘Download’ yang tampil dibawah kolom URL
Tunggu beberapa saat, hingga tampil tulisan ‘Run’ – JAVA Standar Edition dipojok bawah kanan dekstop anda. Akan tampil berikutnya 6 (enam) pilihan versi file yang akan di download, klik salah satu file tersebut Klik Kanan “Save Video As” dan arahkan ke lokasi mana file tersebut akan disimpan Selesai -Catatan: Jika cara diatas tidak bisa, cari di google “cara download youtube’

Sumber: www.isnad.net

Publish: artikelassunnah.blogspot.com