Saturday, January 14, 2012

Hukum Menjual Rambut Manusia

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum W.W, misal ada orang yang dipotong rambutnya kemudian rambut tersebut dibeli oleh pemilik salon atau seseorang, tujuannya diolah untuk menjadi bulu mata, wig, dsb. Bagaimana hasil penjualan dari segi hukum Islam, terima kasih atas jawabannya.
Wassalamu’alaikum W.W

Dari:

Suprihatin

Jawaban:

Menjual Rambut Manusia
 Wa’alaikumussalam
Disebutkan dalam ensiklopedi fiqh kuwaitiyah

: واتّفق الفقهاء على عدم جواز الانتفاع بشعر الآدميّ بيعاً واستعمالاً، لأنّ الآدميّ مكرّم لقوله سبحانه وتعالى‏:‏ ‏{‏وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ‏}‏‏.‏ فلا يجوز أن يكون شيء من أجزائه مهاناً مبتذلاً 

Para ulama sepakat, tidak boleh memanfaatkan rambut (menjual rambut) manusia, baik untuk diperjual belikan atau didaur ulang. Karena manusia itu dimuliakan sebagaimana firman Allah,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ 

“Sungguh kami telah memuliakan bani Adam.” (QS. Al-Isra’: 70) Karena itu, tidak boleh ada sedikit pun bagian tubuhnya yang dihinakan atau direndahkan. (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, vol. 26, Hal.102)

Sumber: konsultasisyariah.com

Dipublikasikan: artikelassunnah.blogspot.com

Thursday, January 12, 2012

Info Lowongan Kerja: Dibutuhkan Segera Guru Bimbel Islami 2011/2012

Dibutuhkan Segera!
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Bimbingan Belajar BINTANG PELAJAR, bimbel islami yang sedang berkembang pesat di daerah JABOTABEK dan Bandung, dengan visi “Menjadi Bimbingan Belajar Islami Terbesar dan Terbaik di Indonesia” dalam rangka “Mewujudkan Generasi BERIMAN dan BERILMU PENGETAHUAN”, menyelenggarakan REKRUTMEN GURU dan STAF untuk tahun ajaran 2011/2012.
Tempat Pelaksanaan:


  1. GURU
    • Regional Bogor dan Cibinong : BP Polisi Bogor
    • Regional JABETA : BP Sisingamangaraja
    • Regional Cibubur : BP Cibubur
    • Regional Bandung : BP Bandung
  2. STAF (Dipusatkan di Kantor Pusat BINTANG PELAJAR Jl. Polisi I No. 6 Bogor)
(Klik disini untuk melihat alamat masing-masing cabang)

Berikut posisi-posisi yang dapat ditempati:

1. GURU TETAP/KONTRAK/HONOR (Tahun Ajaran 2011/2012)

2. STAF


1. PERFORMANCE ISLAMI
  1. Akhawat
    • Berjilbab ( kerudung dijulurkan sampai dada / tidak diikat )
    • Pakaian muslimah dan longgar
    • Tidak berbaju bahan kaos
    • Memakai rok panjang
    • Menggunakan sepatu pantovel dan kaos kaki
  2. Ikhwan
    • Memakai kemeja panjang polos dan dimasukkan
    • Memakai celana panjang bahan non jeans
    • Menggunakan sepatu pantovel dan kaos kaki
    • Tidak merokok dan tidak teridentifikasi merokok, baik di lingkungan Bintang Pelajar atau pun di luar Bintang Pelajar
2. MENJADI PENDIDIK YANG ISLAMI (GURU)
  • Dapat menjadi teladan dengan memberikan contoh perilaku Islami pada anak didik, tata krama dan adab belajar
  • Memiliki visi misi yang bersinergi dengan Bintang Pelajar, yaitu mewujudkan generasi beriman dan berilmu pengetahuan
  • Mempunyai keyakinan bahwa pekerjaan guru merupakan ibadah yang tidak akan pernah terputus pahalanya
3. MENJADI GURU TELADAN (GURU)
  • Mampu menyampaikan materi dengan baik dan dapat dipahami siswa
  • Menguasai materi tanpa catatan
  • Mampu memberikan motivasi kepada siswa untuk terus belajar
  • Membangun suasana yang menyenangkan dalam kegiatan belajar dan mengajar
  • Senantiasa mengikuti perkembangan kurikulum di sekolah maupun di Bintang Pelajar
  • Mengikuti program-program pembinaan guru di Bintang Pelajar (seperti : konsultasi rutin dengan koordinator guru, training materi pembelajaran dan training-training lainnya)
  • Mematuhi semua peraturan-peraturan di Bintang Pelajar
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

DIVISI SDM BINTANG PELAJAR
Telp/Fax (62-251) 8323 750 – Ext. 24
Dengan sdr. Sunandar, STP.

DAFTAR ONLINE ATAU DAFTAR VIA POS
DIVISI SDM BINTANG PELAJAR 
JL POLISI 1 NO 6 BOGOR 16122, JAWA BARAT
Telp. (0251) 8323 750 – Ext. 24


Tuesday, January 10, 2012

Hukum Memakai Obat Kumur Yang Mengandung Alkohol

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum ustadz. Bagaimana hukum menggunakan obat kumur beralkohol?
Jazakallahu khair

Dari: edwin

Jawaban:
Wa ‘alaikumussalam

Obat Kumur Mengandung Alkohol
Berikut fatwa dari Syaikh Abdurrahman As-Suhaim ditanya tentang obat kumur yang mengandung alkohol. Beliau mengatakan

, لا حرج في استعمال مثل هذا الغسول ، لأنه يُقصد منه التداوي . والصحيح أن الكحول ليست بنجسة . والله تعالى أعلى وأعلم . 

Tidak masalah menggunakan obat kumur semacam ini, karena tujuannya adalah untuk pengobatan. Karena pendapat yang benar, alkohol tidak najis. Allahu a’lam.

Sumber: [almeshkat.net, konsultasisyariah.com]

Dipublikasikan: artikelassunnah.blogspot.com

Mukjizat Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam Tentang Pohon Kurma

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ الشَّجَرِ شَجَرَةً لَا يَسْقُطُ وَرَقُهَا وَإِنَّهَا مَثَلُ الْمُسْلِمِ حَدِّثُونِي مَا هِيَ قَالَ فَوَقَعَ النَّاسُ فِي شَجَرِ الْبَوَادِي قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَوَقَعَ فِي نَفْسِي أَنَّهَا النَّخْلَةُ فَاسْتَحْيَيْتُ ثُمَّ قَالُوا حَدِّثْنَا مَا هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هِيَ النَّخْلَةُ

”Sesungguhnya diantara macam-macam pohon ada satu pohon yang tidak jatuh daunnya. Dan itu adalah perumpamaan bagi seorang muslim. Katakanlah padaku, pohon apakah itu?” Maka para sahabat beranggapan bahwa yang dimaksud adalah pohon yang berada di lembah-lembah. Abdullah (Ibnu ‘Umar radhiyallahu 'anhuma) berkata:”Aku berpikir dalam hati bahwa pohon itu adalah pohon kurma, tapi aku malu mengungkapkannya.” Kemudian para Shahabat radhiyallahu 'anhum berkata:”Wahai Rasulullah, pohon apakah itu?” Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:”Ia adalah pohon kurma.” (HR. al-Bukhari dan selainnya)

Mari kita perhatikan dan cermati pohon kurma, yang mana ia adalah salah satu tanda-tanda keajaiban Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka akan kita dapatkan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah dan keajaiban yang menakjubkan. Yang mana ketika Dia Subhanahu wa Ta'ala menciptakan jenis pohon betina dari pohon kurma yang membutuhkan perkawinan, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan untuknya jenis pohon jantan yang mengawininya. Hal ini seperti binatang jantan dan betinanya. Oleh sebab itu, sangat besar keimiripannya dengan manusia, khususnya dengan orang yang beriman dibandingkan dengan jenis-jenis pohon yang lain. Sebagaimana yang diperumpamkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dan itu dari beberapa sisi:

Pertama: Akarnya kokoh menghunjam ke dalam bumi dan menancap kuat di sana. Ia tidak seperti pohon-pohon yang lain yang akarnya muncul di permukaan tanah, maka ia tidak memiliki kekokohan dan kekuatan.

Kedua: Lezat, manis rasa buahnya dan banyaknya manfaat pohon tersebut. Demikian juga seorang yang beriman, ia baik dan manis dalam perkataannya dan dalam perbuatannya serta ia bermanfaat bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain.

Ketiga: Langgengnya pelepah dan daun-daunnya, ia tidak gugur (rontok) darinya baik di musim dingin maupun musim panas. Demikian uga seorang yang beriman, tidak lepas darinya pakaian ketakwaan dan perhiasannya hingga dia bertemu Allah Subhanahu wa Ta'ala (meninggal dunia).

Keempat: Mudah untuk memetik buahnya, kalau pohonnya pendek maka orang yang memetiknya tidak perlu memanjatnya. Dan adapun jika ia tinggi menjulang maka memanjatnya juga mudah, jika dibandingkan dengan pohon lain yang tingginya sama dengannya. Maka engkau melihat seolah-olah dia sudah dipersiapkan untuk dinaiki dan dipanjat. Demikian juga seorang yang beriman kebaikannya mudah dan dekat dengan orang-orang yang ingin mendapatkannya. Ia bukan tipe manusia penipu dan pencela.

Kelima: Buahnya adalah salah satu buah yang paling bermanfaat di antara buah-buahan di dunia. Karena ruthabnya (buah kurma yang masih segar) adalah buah yang manis. Kurma yang sudah kering (tamr) bisa dijadikan makan pokok, lauk dan buah-buahan. Dan ia juga bisa dijadikan cuka, dan mansian, di samping itu ia juga masuk ke dalam aneka jenis minuman dan obat-obatan, serta banyaknya manfaat yang dikandung olehnya dan juga oleh buah anggur di atas manfaat buah-buah lain.

Keenam: Pohon kurma adalah pohon yang paling tahan terhadap angin dan kekeringan. Adapun pohon-pohon besar dan rindang selainnya, maka terkadang ia tumbang tertiup angin, terkadang tercabut oleh hempasan angin, retak dahan-dahannya, dan tidak tahan terhadap kekeringan sebagaimana ketahanan pohon kurma. Demikian juga seorang yang beriman, maka ia adalah orang yang tahan banting dan sangat penyabar dalam menghadapi segala macam musibah dan ia tidak goncang diterpa berbagai macam ujian.

Ketujuh Seluruh bagian pohon kurma bisa memberkan manfaat, tidak ada satupun darinya yang tidak memiliki manfaat. Maka buahnya bermanfaat, batang pohonnya memiliki manfaat untuk bangunan rumah, atap dan yang lainnya, pelepahnya bisa dipakai untuk atap rumah sebagai pengganti rotan, dan sebagai pentutup celah-celah dan lubang, daun-daunnya bisa dibuat keranjang, perabotan rumah tangga yang lainnya, tikar dan lain-lain, dan sabutnya memiliki manfaat yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Maka manfaat-manfaat ini cocok dengan sebagian manusia dan juga cocok dengan sifat-sifat seorang muslim. Dan Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan setiap manfaat dari manfaat-manfaat tersebut sebagai sifat dari seorang muslim. Maka ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala menciptakan duri pada pohon kurma, maka Dia menciptakan pada diri orang muslim sifat yang serupa dengannya (duri) yaitu sifat keras dam tegas terhadap musuh-musuh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Maka jadilah ketegasan dan kerasnya seorang muslim seperti duri pada pohon kurma. Dan terhadap sesama orang yang beriman ia laksana ruthab yang manis dan lembut. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

مُّحَمَّدُُ رَّسُولُ اللهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّآءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ….{29}

”Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka,…. (QS. Al-Fath: 29)

Kedelapan: Semakin lama usia pohon kurma semakin bertmbah kebaikannya dan semakin bagus buahnya. Demikian pula seorang yang beriman jika umurnya pnjang maka akan bertambah kebaikannya dan semakin bagus amalannya.

Kesembilan: Hati atau inti pohonnya (bagian tengah dari batang pohon) adalah hati (inti) pohon yang paling baik dan paling manis. Demikian juga hati seorang yang beriman ia adalah hati yang paling baik.

Kesepuluh: Manfaatnya tidak akan terputus secara total, akan tetapi jika ada salah satu manfaat yang terputus/hilang maka masih ada manfaat-manfaat yang lain. Sehingga jika ia tidak berbuah selama satu tahun, maka pelepahnya, daunnya, dan serabutnya masih bisa bermanfaat. Demikian juga seorang yang beriman, ia tidak pernah kosong dari perilaku kebaikan secara total, jika hilang darinya satu kebaikan, maka masih ada kebaikan dari sisi yang lain. Maka kebaikannya (kebaikan seorang yang beriman) akan tetap bisa diharapkan sedangkan keburukannya kita akan tetap merasa aman darinya.

(Sumber:تأملات ابن القيم في الأنفس و الآفاق karya Anas ‘Abdul Hamid al-Qauz yang disarikan dari kitab Miftah Daaris Sa’adah. Diterjemahkan oleh Abu Yusuf Sujono, http://www.alsofwah.or.id )

Dipublikasikan: artikelassunnah.blogspot.com

Saturday, January 7, 2012

Apakah Unjuk Rasa Termasuk Salah Satu Sarana Dakwah ?

Pertanyaan :
 
"Apakah unjuk rasa kaum lelaki dan wanita menentang penguasa dan pemerintah dapat dianggap sebagai salah satu sarana dakwah, dan apakah orang yang mati di dalamnya dapat tergolong sebagai syahid?"

Jawaban:

"Saya tidak menilai demo-demo kaum pria dan kaum wanita sebagai penyelesaian. Saya melihatnya sebagai salah satu pemicu petaka, pemicu keburukan dan penyulut lahirnya kezhaliman terhadap sebagian yang lain, tindakan memperkosa hak orang lain dengan tidak benar.

 Sarana-sarana yang dibenarkan syariat agama adalah melalui surat, nasihat dan ajakan kepada kebaikan dengan cara-cara yang syar'i sebagaimana telah ditempuh oleh para ahli ilmu dan para sahabat Nabi shallahu 'alaihi wa sallam beserta orang-orang yang mengikuti mereka sesudahnya dengan baik, yaitu dengan cara melayangkan surat atau pembicaraan langsung bersama mufti, bersama amir (gubernur) dan bersama penguasa, dengan berkomunikasi dengannya, memberinya nasihat yang tulus dan melayangkan surat kepadanya tanpa membesar-besarkannya di atas podium atau lainnya dengan mengatakan, "Anda telah melakukan hal demikian... anda telah mengeluarkan kebijakan demikian... dan seterusnya." Wallahul-musta'an.
 
Beliau juga mengatakan, "Dan cara yang buruk lagi keras merupakan sarana yang paling berbahaya di dalam menolak dan tidak menerima kebenaran, atau menyulut keresahan, kezhaliman, permusuhan dan kekerasan. Termasuk dalam ketegori ini adalah apa yang dilakukan oleh sebagian orang, seperti demonstrasi yang telah menimbulkan keburukan besar terhadap para dai. Jadi, unjuk rasa-unjuk rasa di jalan-jalan raya dan berteriak-teriak bukanlah cara yang benar untuk perbaikan dan dakwah. Cara yang benar adalah dengan cara mengunjungi dan melayangkan tulisan-tulisan dengan cara yang paling baik.
Jawaban Syaikh
Syaikh Abdul 'Aziz bin baz rahimahullah
.

Sumber: Fatwa-Fatwa Terlengkap Seputar Terorisme, Jihad dan Mengkafirkan Muslim, disusun oleh : Abul Asybal Ahmad bin Salim al-Mishri, cet: Darul Haq - Jakarta , http://www.alsofwah.or.id

Dipublikasikan: artikelassunnah.blogspot.com






Thursday, January 5, 2012

Ternyata Istri Saya Sudah tidak Perawan, APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Pertanyaan:

Jika seseorang menikahi wanita yang ternyata setelah melewati malam pertama baru dia ketahui bahwa istrinya sudah tidak perawan lagi, APA YANG HARUS DILAKUKAN?

Jawaban:

Hilangnya keperawanan terjadi karena banyak sebab, bisa jadi keperawanannya hilang karena sebab-sebaba selain zina, makawajib berperangsangka baik kepada istri jika secara zahir nampak baik (shalihah) dan istiqomah. Namun, boleh jadi memang dahulunya dia pernah berzina dan kini telah bertaubat dan meneyesalo perbuatannya, lalu nampak kebaikannya, maka dosanya yang dahulu tidak ada pengaruhnya lagi terhadap suaminya.

Bisa juga keperawanan itu hilang karena beratnya haid, haid yang berat bisa menghilangkan keperawanan. Ulama juga menjelaskan bahwa pekerawanan dapat hilang karena melompat, yakni jika dia pernah melompat dari suatu tempat ke tempat yang sangat rendah dengan mengluarkan tenaga berlebihan, hal itu bisa saja menghilangkan keperawanan.

Maka tidak selalu keperawanan itu hilang dengan zina, apabila si isteri mengaku bahwa keperawanannya hilang dengan sebab selain zina maka tidak sepatutnya menjadi masalah atas suami.

bahkan kalaupun keperawanannya hilang karena diperkosa, maka yang seperti itu juga tidak menjadi masalah bagi suami jika telah lewat (minimal) sekali haid dari kejadian tersebut.

jika memang. Dahulunya si isteri pernah berzina, dan kini telah taubat dan menyesal, dalam keadaan dahulu dia masih bodoh dan tidak tahu, lalu setelah tahu dia bertaubat dan menyesal, maka ini juga tidak sepatutnya menjadi masalah bagi suami. dan tidak bolehbagi suami menyebarkan aibnya, bahkan jelas kejujuran taubat dan istiqomahnya hendaklah tetap mempertahankannya sebagai isteri.

Namun jika tidak nampak perbaikan dirinya maka hendaklah diceraikan, dengan tetap menutupi aibnya dan tidak menampakkan sesuatu yang bisa menyebabkan fitnah dan kejelekan.

Sumber: [Majmu' Fatawa Asy - Syaikh Bin Baz (20/286)], Majalah Konsultasi Kita

Publish: artikelassunnah.blogspot.com

Tuesday, January 3, 2012

Ucapan Terima Kasih Komandan Mujahidin Yaman

Dari Abu Hatim Al-Asymury -salah seorang komandan mujahidin di medan perang Wailah- :
Kepada Para Ulama Yang Mulia, juga kepada setiap orang yang ada di dalam hatinya keimanan walaupun sebesar biji sawi, serta memiliki rasa cinta kepada para sahabat yang suci-semoga Allah meridhai mereka semuanya :

Segala puji hanya milik Allah semata, Dzat yang telah menunaikan janji-Nya, menolong hamba-hamba-Nya dan mengalahkan musuh-musuh-Nya, serta Shalawat dan Salam kepada Nabi yang Allah telah karuniakan pertolongan dengan rasa takut (yang menghinggapi hati musuh-musuhnya) sejauh perjalanan satu bulan, juga kepada keluarga, sahabatnya dan para pengikutnya hingga hari kiamat kelak.

 Dan selanjutnya,

Sesungguhnya aku berbicara dari tempat peristiwa ini terjadi, bumi kepahlawanan dan penunaian janji yaitu medan perang kabilah Wailah -semoga Allah memuliakannya dengan ketaatan kepada-Nya- aku tulis lembaran ini supaya orang-orang beriman bergembira dan sebaliknya ahlu batil bersedih.

Kami kabarkan dengan berita gembira kepada saudara-saudara kami, orang-orang yang beriman di belahan bumi bagian barat ataupun timur, bahwasanya orang-orang Hutsy/Rafidhah dalam keadaan sekarat dan sebentar lagi akan terputus urat nadinya-dengan ijin Allah-ditangan singa-singa Ahlu Sunnah, para pemberani yang tidak pernah merasa takut dengan suara tank, meriam maupun senapan mesin.

Kalau kalian menyaksikan kami-dengan pertolongan Allah-ketika kami menyerang dan menerkam orang-orang Rafidhah, maka seperti singa menerkam mangsanya, tanpa ada rasa takut, rasa pengecut ataupun rasa lemah dan mereka melarikan diri dari Ahlut Tauhid dan penjaga Aqidah seperti larinya keledai dari singa, sungguh keutamaan dari Allah bagi singa-singa pemberani, Allah berfirman :

من المؤمنين رجال صدقوا ما عاهدوا الله عليه فمنهم من قضى نحبه ومنهم من ينتظر وما بدلوا تبديلا

Diantara orang-orang yang beriman itu ada orang-orang yang memenui apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, dan diantara mereka ada gugur dan diatara mereka masih ada yang menunggu, mereka sama sekali tidak mengubah janjinya sedikitpun.
Mereka membawa nyawanya ditangannya dan mengharap kepada Allah apa yang dijanjikannya kepadanya. Kami menyerang mereka pada waktu pagi sebagaimana Nabi menyerang musuh-musuhnya pada waktu pagi pula, dan beliau telah bersabda :

بورك لأمتي في بكورها
Umatku diberkahi pada waktu pagi hari mereka.

Berapa banyak tanda-tanda kebesaran Allah, karamah-Nya yang telah kami lihat dengan mata kepala kami sendiri, sebagai peneguhan dan pertolongan dari-Nya, dan Dialah yang telah berfirman :

إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم
Kalau kalian menolong (agama) Allah niscaya Allah akan menolong kalian dan mengokohkan kaki-kaki kalian.

Dan dalam kesempatan ini tidak cukup bagi kami untuk menyebutkan kebaikan dan keberkahan yang Allah telah karuniakan kepada kami.

Maka aku katakan kepada orang-orang yang mengail di air keruh dan berusaha dengan keras memalingkan manusia dari Mujahidin fi sabilillah, baik dengan kebatilan, kedustaan ataupun kepalsuan bahwasanya :

Bendera kami, bendera yang bersih, murni, sunni, salafy. Barang siapa yang datang kepada kami dari kaum muslimin untuk menolong agama Allah maka akan kami terima. Barang siapa yang datang untuk menimbulkan fitnah dan kekacauan akan kami usir. Kami bukan Al Qaeda, bukan hizbiyyin, bukan pengikut Hasan ataupun yang lainnya.

Hendaklah orang hadir menyampaikan pernyatan ini kepada yang tidak hadir, dan apa yang telah terjadi pada Sahabat pada waktu perang uhud karena satu perbuatan maksiat! Alhamdulillah kami di sini ribuan orang banyaknya, Ahlus Sunnah, orang-orang yang bersih dan murni, Allah memilih mereka untuk menolong agama dan membela kehormatan para Sahabat yang suci-semoga Allah meridhoi mereka semuanya-.

Ada pada kami tawanan perang orang-orang Rafidhah, kami memperlakukan mereka sesuai dengan aturan Syar’i -hanya milik Allah-lah segala pujian dan nikmat- setiap hari puluhan orang yang tewas dari kalangan mereka bahkan dalam sebuah serangan terhadap mereka, lebih dari seratus orang tewas, Allah telah berfirman :
وما رميت إذ رميت ولكن الله رمى

Tidaklah engkau yang menembak ketika engkau menembak akan tetapi Allah-lah yang menembak.

Juga Allah telah memberikan kepada kami ghanimah dan senjata dalam jumlah yang sangat banyak. Pada kesempatan yang mulia ini aku mengucapkan terima-kasih kepada Syaikh Al-Faqih Sholih bin Fauzan Al-Fauzan, Syaikh kami Syaikh Al-Muhadits Al-Faqih Abdul-Muhsin Al-‘Abbad, juga pembawa bendera Al-Jarh wa At-Ta’dil Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly-semoga Allah meneguhkan beliau dan kami semua diatas Islam dan Sunnah, serta Syaikh Muhammad bin Hady Al-Madkhaly.

Tidak lupa kami juga berterima kasih kepada para Ulama di negeri-negeri Islam secara umum dan negara Saudia Arabia secara khusus -semoga Allah selalu menjaganya- yang berusaha dengan sungguh-sungguh membantu Mujahidin melawan para agresor dan orang-orang zholim dari kalangan Rafidhah/Hutsyiin, dan kami katakan kepada orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakitnya -matilah kalian dengan (membawa) kemarahan-.

Juga aku mengingatkan kepada semuanya bahwa kerja keras ini, bukan karena kekuatan, daya-upaya, keberanian kami semata, akan tetapi ini adalah sesuatu yang Allah kehendaki maka terjadilah!
Juga yang tidak mungkin kami lupakan, mereka yang telah membukakan hati dan tanahnya bagi kami, saudara kami dari kabilah Wailah -semoga Allah memuliakan mereka dengan ketaatan kepada-Nya dan menghindarkan mereka dari segala keburukan dan kejelekan- agar semuanya mengetahui bahwa kami selalu melaksanakan bimbingan dan arahan orang-tua dan Syaikh kami, Syaikh Mujahid Yahya bin Aly Al-Hajury -semoga Allah senantiasa menjaganya-.

Beliau adalah Imam dakwah Salafiyyah di negeri Yaman, tanpa ada penyelisihan dalam pendapat ini. Demi Allah, banyak sekali bimbingan dan arahan beliau yang kami ambil seakan-akan beliau bersama kami dan di hadapan kami. Tiada sesembahan yang hak melainkan Allah. Ini adalah karunia Allah, Allah berikan kepada siapa saja yang Allah kehendaki, dan Allah-lah yang memiliki keutamaan yang agung

Aku juga tidak lupa untuk berterima kasih kepada semua orang yang membantu kami, baik orang-orang besar ataupun orang-orang kecil. Aku memohon kepada Allah untuk memberikan keberkahan kepada keluarga dan hartanya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Hari Jum’at, 5 Shafar 1433 H
Saudara kalian
Abu Hatim, Abdullah bin Hasan As-Syamur

Sumber: http://aloloom.net/vb/showthread.php?t=10905
—
Penerjemah: Ust. Abu Sa’ad
Sumber: muslim.or.id
Publish:  artikelassunnah.blogspot.com